Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dolar Tembus Rp18 Ribu, Transaksi Valas di Bandar Lampung Stabil
Ilustrasi Dolar AS dan Rupiah (Pexels.com)
  • Nilai tukar dolar AS sempat menembus Rp18.000, namun transaksi valas di Bandar Lampung tetap stabil tanpa lonjakan signifikan di money changer.
  • Dolar masih jadi mata uang asing paling dominan diperdagangkan, baik untuk dijual saat kurs tinggi maupun dibeli sebagai tabungan, investasi, atau kebutuhan perjalanan.
  • Stabilnya aktivitas penukaran terjadi karena masyarakat sudah beradaptasi dengan kurs tinggi dan sebagian memanfaatkan momen tersebut untuk menukar dolar yang dimiliki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini Rp18.000 per dolar ternyata belum memicu lonjakan transaksi valuta asing (valas) di Bandar Lampung.

Meski masyarakat memanfaatkan momen tingginya kurs untuk menjual dolar, aktivitas di money changer masih terbilang stabil.

Petugas Telller Money Changer di Jalan Kartini, Bandar Lampung, Ayu, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena kurs dolar telah berada di level Rp18.000 dalam beberapa hari terakhir.

Alhasil, masyarakat yang ingin menukarkan dolar sudah lebih dulu melakukan transaksi dan tidak terjadi peningkatan signifikan dalam satu hari.

"Dengan tingginya nilai itu masyarakat lumayan banyak yang jual. Penjualannya masih stabil kalau dibandingkan kemarin, karena kemarin juga kursnya sudah 18 ribu," katanya, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, masyarakat memang cukup aktif melakukan transaksi saat nilai tukar dolar menguat. Namun, tidak sedikit yang memilih menunggu perkembangan kurs berikutnya sebelum menukarkan uang yang dimiliki.

1. Dolar tetap jadi primadona

Tempat penukaran uang di Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Ayu menjelaskan, dolar AS masih menjadi mata uang asing paling banyak diperdagangkan di tempatnya. Baik transaksi jual maupun beli valas masih didominasi mata uang tersebut dibandingkan mata uang negara lain.

"Mata uang asing yang lebih banyak dijual maupun dibeli itu dolar daripada mata uang lainnya," ujarnya.

Selain dijual saat kurs tinggi, dolar juga banyak dibeli masyarakat untuk kebutuhan tabungan, investasi, hingga persiapan perjalanan ke luar negeri. "Biasanya untuk disimpan atau investasi, dan juga untuk jalan-jalan," tambahnya.

2. Kurs tinggi sudah diantisipasi masyarakat

Ilustrasi kurs dolar AS menguat terhadap rupiah. (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut Ayu, stabilnya transaksi juga dipengaruhi oleh kondisi pasar yang telah lebih dulu beradaptasi dengan kurs dolar di level Rp18.000. Karena angka tersebut bukan lagi kejutan baru bagi pelaku transaksi valas, aktivitas penukaran uang berlangsung normal meski nilai tukar rupiah sedang melemah.

Penentuan kurs jual dan beli mengacu pada pergerakan pasar internasional dan kurs perbankan. Sementara selisih harga jual dan beli digunakan money changer untuk mengantisipasi risiko fluktuasi nilai tukar.

"Penguatan dolar belum berdampak pada lonjakan transaksi valas di Bandar Lampung," jelasnya.

Ia menyampaikan, masyarakat yang ingin menjual maupun membeli dolar masih bergerak dalam pola yang relatif sama seperti beberapa hari sebelumnya.

3. Dimanfaatkan warga

Tempat penukaran uang di Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Salah satu warga Bandar Lampung, Dewi, mengaku memanfaatkan kurs dolar yang tinggi untuk menukarkan uang pemberian keluarganya.

"Kebetulan kakak saya baru pulang dari Amerika dan dikasih satu lembar 100 dolar, jadi saya tukarkan ke rupiah. Mumpung lagi tinggi juga nilainya," ujar Dewi.

Editorial Team

Related Article