Cari Ikan di Sungai, 2 Warga Way Kanan Meninggal Terseret Arus

- Dua warga Way Kanan, Hermawan dan Perijulianto, ditemukan meninggal setelah tiga hari pencarian di Sungai Way Umpu oleh tim SAR gabungan.
- Peristiwa terjadi saat ketiganya mencari ikan dan terseret arus deras; satu orang berhasil selamat sementara dua lainnya tenggelam.
- Tim SAR mengimbau masyarakat agar lebih waspada beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat arus kuat dan cuaca tidak menentu.
Way Kanan, IDN Times - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua korban tenggelam di Sungai Way Umpu, Kampung Segala Mider, Kabupaten Way Kanan Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tiga hari pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung melalui Wadan Pos SAR Tulang Bawang, Feriansah Putra membenarkan ihwal kabar tersebut. Kedua korban Hermawan (19) dan Perijulianto (22).
"Benar, dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi diusulkan ditutup," ujarnya dikonfirmasi, Senin (30/3/2026).
1. Korban ditemukan berdekatan

Feriansah mengungkapkan, korban pertama bernama Hermawan (19) ditemukan sekitar pukul 10.40 WIB. Jenazah ditemukan mengambang sejauh kurang lebih 6,8 kilometer dari lokasi kejadian.
Selang 10 menit selanjutnya, korban kedua, Perijulianto (22) turut berhasil ditemukan tim SAR gabungan bersama warga sekitar 200 meter dari lokasi penemuan korban pertama.
"Kedua korban langsung dievakuasi oleh tim SAR dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka," ucapnya.
2. Terseret arus saat cari ikan

Peristiwa nahas ini terjadi, Kamis (26/3/2016) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, tiga orang sedang mencari ikan di pinggiran Sungai Way Umpu. Namun, arus sungai deras tiba-tiba menyeret ketiganya. Satu orang berhasil selamat, sementara dua lainnya hilang dan dinyatakan tenggelam.
Selama proses pencarian, Tim SAR gabungan menyisir intensif hingga radius beberapa kilometer dari lokasi kejadian.
Tim terdiri dari Pos SAR Tulang Bawang, BPBD Way Kanan, TNI-Polri, relawan, hingga masyarakat setempat. Operasi pencarian sempat terkendala jaringan komunikasi, operasi tetap berjalan lancar berkat dukungan peralatan seperti perahu karet, alat selam, dan aqua eye.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” kata Feriansah.
3. Imbauan waspada di sekitar sungai

Feriansah menambahkan, tim SAR turut mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai. Terutama saat kondisi arus deras dan cuaca tidak menentu, yang berisiko memicu kejadian serupa.
"Operasi SAR pun resmi diusulkan dihentikan dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing," imbuhnya.


















