BI Optimis Ekonomi Lampung 2025 Tumbuh 5,3 Persen

- Pertumbuhan ekonomi Lampung proyeksikan mencapai 4,6% hingga 5,3% pada 2025
- Konsumsi rumah tangga akan tetap stabil dengan kenaikan UMP sebesar 6,5% dan IKK mencapai angka tertinggi dalam lima tahun terakhir
- Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi pilar utama ekonomi daerah
Bandar Lampung, IDN Times – Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2025 akan mencapai 4,6 persen hingga 5,3 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Junto Herdiawan, menjelaskan proyeksi ini didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan pemulihan sektor-sektor utama, terutama di bidang pertanian dan industri.
“Dengan adanya kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 6,5 persen dan optimisme konsumen yang terjaga, kami memperkirakan konsumsi rumah tangga akan tetap stabil,” katanya, Rabu (12/2/2025).
1. Angka IKK tertinggi lima tahun terakhir

Junto mengatakan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Lampung mencapai angka 140 pada Januari 2025, merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Itu menandakan tingkat kepercayaan konsumen yang sangat baik.
Selain itu, ia mencatat sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang menyumbang hampir 25 persen terhadap PDRB Lampung, akan tetap menjadi pilar utama ekonomi daerah.
"Kami sangat optimis dengan kebijakan intensifikasi pertanian yang sedang berjalan. Program-program seperti penggunaan benih unggul, optimalisasi lahan, dan dukungan terhadap akses pupuk bersubsidi akan mendorong peningkatan produksi pangan di Lampung," jelasnya.
2. Potensi ekspor dan tantangan ekonomi global

Di sisi lain, Junto menuturkan sektor ekspor Lampung diperkirakan akan terus bertahan meskipun ada tantangan dari kondisi perekonomian global.
Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi di tiga negara tujuan utama ekspor Lampung yakni Amerika Serikat, Tiongkok, dan India diproyeksikan akan sedikit melambat pada 2025.
"Namun, kami tetap optimis dengan komoditas unggulan seperti kopi robusta. Harga kopi robusta diperkirakan akan terus naik, karena pasokan Arabika di Brazil yang menurun," tuturnya.
3. Sinergi

Junto menjelaskan, guna mendukung pertumbuhan lebih cepat, ia menekankan pentingnya sinergi kebijakan antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
"Kami akan memperkuat koordinasi dengan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) untuk memperluas digitalisasi transaksi pembayaran di daerah. Selain itu, kami juga akan fokus pada peningkatan investasi melalui Forum Investasi Lampung (FOILA) serta mendukung akses pembiayaan untuk UMKM," ungkapnya.
Junto menegaskan, inflasi yang diperkirakan akan tetap terjaga di dalam target sasaran 2,5±1 persen, Bank Indonesia akan terus berupaya menjaga stabilitas harga dan memperkuat kebijakan untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif di Provinsi Lampung.



















