Polemik Siswa SMA Gagal Ikut SNBP 2025, Ini Solusi Disdikbud Lampung

- Ratusan siswa SMA di Lampung gagal mendaftar SNBP 2025
- Keterlambatan pengisian data siswa dan masalah input sistem menjadi penyebab utama
- Disdikbud sedang berkoordinasi dengan sekolah dan mengultimatum agar tidak main-main dalam pemenuhan hak para peserta didik
Bandar Lampung, IDN Times - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung angkat bicara ihwal ratusan siswa dari dua sekolah SMA dinyatakan gagal mengikuti pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.
Kadisdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico mengatakan, hasil penelusuran tim mengamini telah memperoleh informasi kedua sekolah tersebut masing-masing SMAN 1 Sumber Rejo di Kabupaten Tanggamus dan SMA Pelita Bangsa di Bandar Lampung.
"Iya, untuk totalnya ada 95 siswa di SMA Pelita Bangsa dan 7 siswa di SMAN 1 Sumber Rejo. Jadi jumlah ada 100 orangan, untuk sementara baru dua sekolah ini," ujarnya dimintai keterangan, Selasa (11/2/2025).
1. Guru terlambat proses input hingga terkendala mengakses sistem SNBP

Berdasarkan hasil konfirmasi terhadap masing-masing satuan sekolah, Thomas menyebutkan, permasalahan tersebut disebabkan keterlambatan sekolah dalam proses pengisian data siswa melalui sistem Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) pada SNBP 2025.
Selain itu, proses input juga dilakukan telah mendekati batas waktu akhir pendaftaran, hingga mengakibatkan pihak sekolah gagal mengakses sistem.
"Kesalahan ada di sistem, tapi memang ada keterlambatan juga dari guru saat menginput. Ini menjadi koreksi juga dari kami," katanya.
2. Minta panitia pusat membantu dan mendata ulang

Menyikapi polemik ini, Thomas mengatakan, Disdikbud telah memfasilitasi pertemuan antara pihak sekolah dengan panitia SNBP 2025. Itu guna menengahi dan mencari jalan keluar ihwal permasalahan tersebut.
"Alhamdulillah panitia pusat akan membantu, sebab pengumuman di 8 Maret, mudah-mudahan sebelum itu mereka bisa masuk ikut proses SNBP," imbuhnya.
Oleh karenanya, Disdikbud sedang berkoordinasi dengan satuan sekolah masing-masing untuk mendata para siswa yang sempat gagal ikut proses SNBP di tahun ini. "Mari kita tunggu ini sedang berproses, mudah-mudahan para anak didik kita bisa masuk ikut seleksi," lanjutnya.
3. Ultimatum masing-masing satuan sekolah

Selain upaya tersebut, Thomas menegaskan, Disdikbud telah mengultimatum dan melayangkan teguran keras kepada pihak sekolah terkait. Harapannya, agar tidak main-main dalam pemenuhan hak-hak para peserta didik, termasuk urusan kewajiban mendaftarkan murid mengikuti SNBP.
Selain itu, ia masih mengerahkan tim di setiap kabupaten/kota Lampung, guna menelusuri persoalan serupa dan meminta pihak sekolah mengalami kasus semacam ini segera melaporkan dan berkoordinasi dengan Disdikbud Provinsi Lampung.
"Sudah saya berikan teguran keras kepada mereka. Ini peringatan jangan main-main, harus teliti, pengawasan harus ketat. Semua kegiatan mesti ada kendalinya, jadi jangan sampai lalai," tegas mantan Kadisdik Lampung Selatan tersebut.



















