Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bangun Pagar dan Kanal TNWK, Presiden Prabowo Guyur Rp839 Miliar
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dan Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi sambangi kawasan TNWK. (Dok. Pemprov Lampung).
  • Presiden Prabowo menyalurkan Banpres Rp839 miliar untuk pembangunan pagar, kanal, dan restorasi ekosistem di Taman Nasional Way Kambas guna mengatasi konflik manusia-gajah.
  • Gubernur Lampung menyebut proyek ini bukan sekadar infrastruktur, tapi juga upaya menghadirkan rasa aman bagi warga serta menjaga kelestarian satwa liar di habitatnya.
  • Pemprov Lampung siap mengawal program bersama zeni TNI AD agar pembangunan efektif, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar tanpa merusak lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Presiden Prabowo mau kasih uang banyak banget, delapan ratus tiga puluh sembilan miliar, buat bikin pagar dan kanal di Taman Nasional Way Kambas. Katanya biar gajah gak masuk kampung lagi dan orang-orang aman. Pak Gubernur Lampung senang sekali dan bilang nanti pemerintah bantu kerja bareng tentara supaya semua cepat jadi dan alam tetap terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan dana bantuan presiden (Banpres) senilai sekitar Rp839 miliar untuk membangun pagar, kanal, hingga mendukung restorasi ekosistem di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengonfirmasi kabar baik tersebut. Ia mengapresiasi langkah Presiden Prabowo sebagai solusi strategis atas konflik berkepanjangan antara manusia dan gajah.

“Alhamdulillah, perhatian bapak Presiden kepada warga sekitar Way Kambas sangat luar biasa," ujarnya, Senin (16/3/2026).

1. Konflik manusia dengan gajah tak bisa dibiarkan berlarut-larut

Kawasan gajah konservasi di TNWK, Lampung Timur. (Dok. Pemprov Lampung).

Mirza menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas perhatian besar terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Way Kambas. Menurutnya, konflik manusia dan gajah tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada keselamatan warga, serta keberlanjutan pertanian masyarakat.

"Beliau memahami, bahwa konflik antara manusia dan gajah sudah berlangsung puluhan tahun dan harus segera diselesaikan secara menyeluruh," ucapnya.

2. Upaya hadirkan rawa aman bagi masyarakat

Penampakan gajah Sumatra di kawasan Taman Nasional Way Kambas. (Dok. Balai TNWK).

Menurut Mirza, kebijakan pembangunan pagar dan kanal bukan hanya soal infrastruktur fisik, melainkan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian satwa liar di habitat alaminya.

Menurut gubernur, langkah pemerintah pusat kali ini menunjukkan sosok kepemimpinan Presiden Prabowo yang berpihak pada rakyat, namun tetap berorientasi pada konservasi.

"Mudah-mudahan dengan hadirnya kebijakan ini, maka warga di Lampung Timur khususnya berbatasan langsung dengan TNWK terlindungi, gajah tetap terjaga, dan lingkungan tidak rusak,” ucap Mirza.

3. Pemprov Lampung siap kawal program pusat

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dan Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi sambangi kawasan TNWK. (Dok. Pemprov Lampung).

Sejalan dengan hadirnya anggaran tersebut, Mirza menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung siap mendukung penuh pelaksanaan program ini melalui koordinasi lintas sektor agar pembangunan berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

Harapannya, pembangunan pagar dan kanal di kawasan Way Kambas dilakukan sebagai upaya meredam konflik antara manusia dan gajah yang selama ini kerap terjadi.

"Gajah liar sering keluar dari kawasan taman nasional dan memasuki permukiman serta lahan pertanian warga, bahkan menyebabkan korban jiwa," katanya.

4. Pembangunan melibatkan satuan zeni TNI Angkatan Darat

Penampakan kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas. (Dok. Balai TNWK).

Merujuk informasi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Mirza menambahkan, anggaran sebesar Rp839 miliar tersebut akan digunakan untuk pembangunan pagar atau tanggul serta restorasi ekosistem di kawasan Way Kambas.

Kehadiran proyek tersebut nantinya akan dilaksanakan dengan melibatkan satuan zeni TNI Angkatan Darat, guna memastikan kualitas dan ketahanan infrastruktur.

Selain pembangunan pagar dan kanal, pemerintah juga merencanakan pengembangan pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat di luar kawasan pemisah. Program itu mencakup pengembangan ternak madu dan penyediaan pakan ternak yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.

"Ya, pemerintah pusat berharap pembangunan ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menekan konflik manusia dan gajah, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar TNWK tanpa mengorbankan kelestarian alam," imbuh gubernur.

Editorial Team