Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Anggaran Terbatas hingga ODOL, Tantangan Kemantapan Jalan di Lampung

Anggaran Terbatas hingga ODOL, Tantangan Kemantapan Jalan di Lampung
Aksi protes jalan rusak warga Desa Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah. (IDN Times/Istimewa).
Intinya Sih
  • Kemantapan jalan provinsi hingga akhir 2023 hanya mencapai 78,67 persen dari total 98 ruas jalan provinsi dengan panjang total 1.695,479 Km.
  • Keterbatasan anggaran dan operasional kendaraan over dimension over load (ODOL) menjadi kendala penanganan infrastruktur jalan di Provinsi Lampung.
  • Pj Gubernur Lampung Samsudin meminta sektor infrastruktur terus dijaga semaksimal mungkin dan mengapresiasi langkah penanganan jalan dilakukan bekerjasama dengan perusahaan sebagai solusi mengatasi anggaran terbatas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung mengungkap keterbatasan anggaran dan operasional kendaraan over dimension over load (ODOL) menjadi kendala penanganan infrastruktur jalan.

Berdasarkan data diterima IDN Times, kemantapan jalan provinsi hingga akhir 2023 hanya mencapai 78,67 persen dari total 98 ruas jalan provinsi dengan panjang total 1.695,479 Km.

"Beberapa kendala dan permasalahan yang dihadapi dalam upaya penanganan infrastruktur di Provinsi Lampung. Di antaranya, keterbatasan anggaran dan masih beroperasinya kendaraan ODOL," ujar Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M Taufiqullah, Rabu (3/7/2024).

1. Solusi dilakukan sharing anggaran dengan perusahaan

Pj Gubernur Lampung Samsudin kunjungi Dinas BMBK Provinsi Lampung. (Dok. Pemprov Lampung).
Pj Gubernur Lampung Samsudin kunjungi Dinas BMBK Provinsi Lampung. (Dok. Pemprov Lampung).

Terkait kendala dan permasalahan khususnya menyangkut keterbatasan anggaran, Taufiqullah mengatakan, salah satu upaya dapat dilakukan dalam penanganan jalan yaitu melakukan pola kerja sama dengan pihak swasta.

"Sharing anggaran dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Provinsi Lampung," ucapnya.

2. Pj gubernur minta penanganan jalan dilakukan maksimal

Pj Gubernur Lampung Samsudin kunjungi Dinas BMBK Provinsi Lampung. (Dok. Pemprov Lampung).
Pj Gubernur Lampung Samsudin kunjungi Dinas BMBK Provinsi Lampung. (Dok. Pemprov Lampung).

Menyikapi kondisi ini, Penjabat (Pj) Gubernur Lampung Samsudin meminta dan menginstruksikan sektor infrastruktur, khususnya dalam penanganan jalan agar terus dijaga semaksimal mungkin.

Pasalnya, arahan ini merupakan salah satu tugas diamanatkan untuk membenahi sektor infrastruktur di Provinsi Lampung, selain menjaga inflasi, stunting dan ketahanan pangan. Itu semua harus diawali dengan perencanaan dan pengawasan baik dan matang.

"Saya menekankan, kalau seandainya ada masyarakat yang mem-publish melalui media sosial kemudian kita punya pikiran, nanti saya jelaskan, nanti saya klarifikasi, jangan punya pemikiran seperti itu. Tapi lakukan antisipasi (sebelum ada keluhan), karena kita ini untuk melayani masyarakat," katanya.

3. Bakal terus dorong infrastruktur di Lampung

Aksi protes jalan rusak warga Desa Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah. (IDN Times/Istimewa).
Aksi protes jalan rusak warga Desa Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah. (IDN Times/Istimewa).

Ihwal upaya sharing pembiayaan tersebut, Samsudin mengapresiasi langkah penanganan jalan dilakukan bekerjasama dengan perusahaan sebagai salah satu solusi mengatasi anggaran penanganan terbatas.

Untuk itu, ia ingin mengunjungi kabupaten di Provinsi Lampung untuk bersilaturahmi dengan para kepala daerah serta mendorong perbaikan infrastruktur di Lampung.

"Ini perlu dilakukan lebih luas lagi. Saya siap diajak dan bicara (ke perusahaan) supaya infrastruktur di Provinsi Lampung ini bagus," tandas Pj gubernur.

Share Article
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna

Latest News Lampung

See More