Akademisi Ingatkan Nanda-Anton Segera Realisasi Janji Kampanye

- Dorong rekonsiliasi di tengah masyarakat untuk merealisasikan janji politik
- Apresiasi terhadap kinerja penyelenggara Pemilu dalam menjaga kualitas demokrasi
- Ingatkan partisipasi rakyat dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan
Pesawaran, IDN Times - Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran periode 2025-2030, Nanda Indira-Antonius Muhammad Ali diingatkan segera membuktikan komitmen janji kampanye telah dilontarkan kepada masyarakat.
Akademisi Universitas Lampung (Unila), Bendi Juantara mengatakan, momentum pelantikan Nanda dan Antonius ini merupakan buah dari hasil mekanisme demokrasi berjalan dengan melibatkan partisipasi rakyat dalam gelaran Pilkada Pesawaran.
"Kepala daerah terpilih telah mendapatkan legitimasi konstitusional yang kuat untuk mengelola kekuasaan ke depan. Legitimasi ini harus digunakan dengan sebaik-baiknya, maka janji-janji kampanye jangan hanya menjadi slogan, tapi segera direalisasikan," ujarnya dikonfirmasi, Rabu (27/8/2025).
1. Dorong rekonsiliasi di tengah masyarakat

Dalam upaya merealisasikan janji politik tersebut, Bendi mendorong, Nanda dan Antonius sebagai Bupati-Wabup Pesawaran perlu memperhatikan sejumlah sektor mulai dari penguatan birokrasi, strategi pendanaan, hingga kerja sama lintas sektoral.
Menurutnya, hasil Pilkada Pesawaran kali ini menjadi babak baru setelah melewati jalan panjang kontestasi politik. Oleh karena itu, ia mendorong adanya rekonsiliasi di tengah masyarakat.
“Rekonsiliasi sangat penting. Kepala daerah harus mampu merangkul semua pihak, tanpa melihat perbedaan pilihan politik, agar pemerintahan ke depan bisa berjalan inklusif,” katanya.
2. Apresiasi penyelenggara Pemilu

Bendi menyampaikan apresiasi terhadap kinerja penyelenggara Pemilu yang telah menuntaskan pelaksanaan Pilkada serentak hingga kontestasi pemungutan suara ulang (PSU), yang sudah menghasilkan pasangan terpilih.
Meski diwarnai problematika, disebutkan, profesionalisme dan integritas penyelenggara menjadi kunci sukses dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Ini soal amanah publik. Profesionalisme, integritas, dan kredibilitas penyelenggara menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemilu,” jelasnya.
3. Ingatkan partisipasi rakyat

Bendi menekankan, masyarakat kini menunggu langkah-langkah strategis dan peta jalan pembangunan bakal ditempuh oleh Nanda-Antonius. Di samping itu, ia juga mengingatkan partisipasi rakyat dalam mengawal jalannya pemerintahan menjadi bagian penting.
“Roadmap pembangunan harus jelas dan terukur. Masyarakat juga perlu mengambil peran lebih partisipatif agar kualitas kebijakan benar-benar berimplikasi pada kesejahteraan rakyat Pesawaran,” kata Dosen FISIP Unila tersebut.