Persebaya Imbang Lawan Bhayangkara FC, Pelatih Soroti Kondisi Cuaca

- Persebaya Surabaya bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).
- Pelatih Bernardo Tavares menilai panasnya cuaca, angin kencang, dan kondisi lapangan menyulitkan permainan serta memicu sejumlah kesalahan passing.
- Persebaya sempat unggul tetapi disamakan Alano dari bangku cadangan; Rachmat Irianto kecewa karena tim belum memberi kemenangan untuk Bonek dan Bonita.
Bandar Lampung, IDN Times - Persebaya Surabaya berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC pada laga berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares mengatakan, laga tersebut bukan pertandingan mudah bagi kedua kesebelasan. Kondisi lapangan dan cuaca turut memengaruhi permainan. Termasuk beberapa kesalahan passing yang dilakukan pemain.
"Pertandingan ini bukan pertandingan yang mudah bagi kedua tim. Selain karena faktor cuaca yang sangat panas, angin juga kencang sehingga menyebabkan beberapa kali passing tepat gagal," ujarnya usai pertandingan.
1. Bersyukur curi satu poin

Konferensi pers postmatch Persebaya Surabaya usai main imbang 1-1 lawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna). Bernardo mengaku bersyukur bisa membawa pulang satu poin dari markas Bhayangkara Presisi Lampung FC. Namun, ia juga menyayangkan timnya gagal mempertahankan keunggulan setelah lebih dulu mencetak gol.
Pasalnya, Persebaya mampu menciptakan peluang hingga akhirnya mencetak satu gol. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga peluit panjang.
"Tidak mudah bermain di sini. Dari tahun lalu saja hanya Persib Bandung yang menang di sini. Kami bersyukur bisa mendapatkan satu poin," katanya.
2. Bhayangkara dinilai punya skuad kuat

Pertandingan Persebaya Surabaya usai main imbang 1-1 lawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna). Bernardo juga memberikan apresiasi kepada Bhayangkara Presisi Lampung FC. Menurutnya, tim tuan rumah bukan lawan yang mudah dikalahkan.
Kondisi itu terlihat dari kemampuan Bhayangkara melakukan perubahan permainan melalui pemain pengganti. Salah satunya Alano yang masuk dari bangku cadangan dan kemudian mencetak gol penyama kedudukan.
"Bhayangkara bukan tim yang mudah untuk dikalahkan. Mereka tim yang kuat, terbukti dengan Alano pencetak gol itu datang dari bench," ucap dia.
3. Rachmat Irianto kecewa belum beri hasil maksimal

Konferensi pers postmatch Persebaya Surabaya usai main imbang 1-1 lawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna). Bek Persebaya, Rachmat Irianto juga mengakui pertandingan perdana tersebut tidak berjalan mudah. Ia menyebut hasil imbang 1-1 belum menjadi hasil maksimal diharapkan tim, terutama untuk para suporter.
Oleh karenanya, diakui hasil imbang ini cukup memberikan rasa kecewa karena Persebaya belum mampu memberikan kemenangan bagi Bonek dan Bonita yang hadir langsung di stadion.
"Dengan hasil ini, menurut saya saya sedikit kecewa karena tidak memberikan hasil yang maksimal untuk Bonek dan Bonita. Tapi kita besok akan menatap laga home dan kita harus ambil poin di situ," imbuhnya.



















