Bhayangkara FC Taklukkan Dewa United dengan 10 Pemain, Munster Ngaku Puas

- Bhayangkara Presisi Lampung FC mengalahkan Dewa United di Stadion Sumpah Pemuda meski bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan laga.
- Pelatih Paul Munster puas karena timnya tetap solid, meraih tiga poin, mencetak gol, dan cleansheet dalam kondisi sulit.
- Pelatih Dewa United menilai timnya gagal memaksimalkan peluang dan akan melakukan evaluasi internal untuk perbaikan.
Bandar Lampung, IDN Times – Bhayangkara Presisi Lampung FC sukses meraih kemenangan penting saat menjamu tamunya Dewa United dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Kota Bandar Lampung, Senin (5/1/2026). Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung, Paul Munster, mengaku sangat puas dengan perjuangan para pemainnya. Menurutnya, kemenangan ini terasa spesial karena diraih dalam kondisi sulit.
“Saya sangat senang dan bahagia dengan permainan ini. Kami bisa meraih tiga poin, mencetak gol, dan clean sheet. Ini kemenangan yang sangat penting,” ujar Munster usai laga.
1. Kartu merah mengubah pertandingan

Munster menilai timnya tampil baik sejak menit awal pertandingan. Namun, situasi berubah ketika Bhayangkara harus kehilangan satu pemain akibat kartu merah. Meski demikian, ia mengapresiasi mental dan kerja keras anak asuhnya yang mampu bertahan dan tetap tampil solid hingga akhir laga.
“Selama sekitar 50 menit kami bermain dengan 10 pemain, tapi para pemain menuntaskan laga dengan sangat baik. Kami terus berjuang hingga akhirnya meraih tiga poin berkat dukungan suporter. Ini kemenangan yang sangat spesial,” ujarnya.
2. Gagal maksimalkan peluang

Di sisi lain, Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menilai timnya gagal memaksimalkan peluang yang ada. Ia mengakui permainan berjalan sulit, terutama karena tekanan fisik dari lawan serta kondisi lapangan.
“Kami harus menyalahkan diri sendiri. Kami tidak mengeksekusi peluang yang ada. Lawan bermain sangat fisik dan kami tidak cukup baik dalam mencari ruang,” kata Riekerink.
Riekerink juga menyoroti kurangnya kepemimpinan di lapangan yang membuat permainan Dewa United tidak berkembang. Meski begitu, ia menegaskan evaluasi akan terus dilakukan demi memperbaiki performa tim ke depan.
3. Evaluasi

Olde menyebut evaluasi internal menjadi hal penting agar tim bisa tampil lebih konsisten sepanjang musim.
“Seperti klub lain, pelatih menganalisis tim dan memberi masukan. Kami ingin tim ini lebih kuat dan sekarang kami menunggu langkah selanjutnya dari manajemen,” jelasnya.
















