Comscore Tracker

Geliat Atlet Skateboard Lampung, Ingin Raih Emas Fornas 2022

15 atlet rutin berlatih di skatepark PKOR Way Halim

Bandar Lampung, IDN Times – Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) bakal digelar di Palembang Sumatera Selatan, Juni 2022. Satu cabang olahraga dipertandingkan ajang itu adalah skateboard.

Cabor itu bakal diikuti skateboarder Lampung tergabung Komunitas Indonesia Skateboard (KIS). Komunitas ini menyiapkan sekitar 15 atlet untuk diseleksi mengikuti Fornas.

“Kami saat ini sedang melakukan pelatihan intensif 15 skateboarder. Akan kami lihat kemampuannya dan kemungkinan akan dikirim 10-an,” jelas Ketua KIS Lampung, M Kharmain Asyari dalam pernyataannya ke humas KONI Lampung, Kamis (24/11/2021).

Baca Juga: Mantap! Siwo PWI Lampung Juara Umum Pra Porwanas di Jogja

1. Ingin raih emas Fornas 2022

Geliat Atlet Skateboard Lampung, Ingin Raih Emas Fornas 2022Komunitas Indonesia Skateboard (KIS) Lampung. (Instagram.com/kis_lampung).

Terkait prediksi mendulang prestasi Fornas 2022, Kharmain meyakini dapat diraih. Itu merujuk ajang serupa 2019 lalu di Samarinda, anggota KIS Lampung mampu meraih satu medali emas.

 “Kami menyumbang satu medali emas saat itu meskipun kami baru dibentuk beberapa bulan. Namun ini menjadi catatan bagi kami dan seluruh atlet kami, bahwa semuanya bukan karena kebetulan,” tegasnya.

Fornas 2019 imbuh Kharmain, KIS Lampung mengirimkan tiga skateboarders dan mampu merebut satu medali emas kategori Best Trick atas nama Dani Hartoyo. “Kami berangkat lima orang, dua ofisial dan tiga atlet. Dan mampu menyumbang satu emas, dan bangga bisa melengkapi perolehan medali kontingen Lampung sehingga menempati peringkat 7 nasional dan terbaik di Sumatera,” kata Armen sapaan akrabnya.

2. Bakal jajal skatepark di Palembang

Geliat Atlet Skateboard Lampung, Ingin Raih Emas Fornas 2022Komunitas Indonesia Skateboard (KIS) Lampung. (Instagram.com/kis_lampung).

Armen menyatakan, demi meraih prestasi terbaik Fornas 2022, anggota tergabung dalam KIS berencana menjajal venue skatepark di Palembang awal tahun depan. Alasannya, venue sangat representatif dan banyak ragam lintasannya.

“Kalau perlu kami akan jajal dulu skate park yang kelak dijadikan venue resmi Fornas di Palembang. Tujuannya tentu untuk evaluasi bagi atlet. Semaksimal apa mereka bisa main,” ujarnya.

Para atlet berlatih saat ini yakni, Tino Andrean Putra, Rakha Anas Maulana, M Dhani Hartoyo, Kharisma Mustafa, Muhammad Krisna, Muhammad Fadjar Sidik, Dimas Hari Diknata. Atlet lainnya yakni, Dio Erlangga Saputra, M. Khoeru Zahid Nasrullah, Khalid Maulana (Alan), Rayhan Fairuz Firdaus, Ahmad Bagas Alkanzu, Fajar Oktabi, Agung, dan Ahmad Humam Luthfi.

Lima belas orang ini kemungkinan akan bermain di beberapa nomor seperti Open, Beginner, U15, Best Trick, dan Game of Skate. Disinggung target Fornas 2022, Armen berharap dapat kembali meraih emas dan meraih prestasi lebih baik dibanding 2019 lalu.

3. Merekrut banyak calon atlet ada tantangan

Geliat Atlet Skateboard Lampung, Ingin Raih Emas Fornas 2022Komunitas Indonesia Skateboard (KIS) Lampung. (Instagram.com/kis_lampung).

Terkait perkembangan olahraga rekreasi skateboard dan bibit atlet Lampung, Armen mengatakan, positif karena kian digemari masyarakat khususnya anak muda.

Tapi di sisi lain, ia tak menampik, merekrut sebanyak mungkin calon atlet skateboard memang sulit. Karena banyak faktor yang menyebabkan hal ini. Salah satunya bahwa skateboard ini adalah tergolong olahraga ekstrem, jadi tidak sembarang orang bisa memainkannya dalam waktu singkat.

“Perlu keseimbangan, konsenterasi, keberanian dan personal yang ingin mencoba main skateboard. Jadi memang juga dampaknya sulit dalam regenerasi. Mungkin yang tepat adalah lambat regenerasi. Diperlukan iklim bermain skateboard yang bagus. Perlu dukungan banyak pihak di sini,” ujar Armen.

Apabila berniat serius menekuni skateboard menurutnya, pemain harus penuh konsenterasi, karena mereka harus bermain melawan diri sendiri. Ia pun membuat istilah khsusu OON.

“OON adalah Otak, Otot dan Nyali. Karena olahraga ini adalah bersifat individu, maka tiga faktor itu harus kuat di dalam diri atlet. Misalnya atlet ini smart, artinya Otaknya bagus, lalu Otot atau power dan kekuatannya bagus juga, namun tanpa Nyali yang kuat dan hebat, sama saja lemah. Dan seterusnya. Ketiganya harus seimbang,” tuturnya.

Baca Juga: Mantap! Way Kanan Didaulat Tuan Rumah Kejurnas Arum Jeram 2021

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya