Alumni Itera Sabet Perak Kejuaraan Dunia Panahan Berkuda di AS

- Raih medali perak dan Indonesia Rising Stars AwardAzral Mardin meraih medali perak di IHAA World Championship 2025 dan dianugerahi Indonesia Rising Stars Award.
- Perjalanan Azral menekuni panahan berkuda sejak kuliahAzral tertarik pada olahraga berkuda saat kuliah semester empat dan beralih fokus ke panahan berkuda selama pandemi.
- Dukungan Itera dan kesempatan berlaga di level InternasionalItera memberikan dukungan pendanaan untuk debut internasional Azral, serta memungkinkannya menjalani kompetisi dan kewajiban akademik secara seimbang.
Lampung Selatan, IDN Times - Alumni Institut Teknologi Sumatera (Itera), Azral Mardin, mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Ia meraih medali perak pada ajang International Horseback Archery Alliance (IHAA) World Championship 2025.
Kejuaraan dunia panahan berkuda tersebut digelar di Tennessee Valley Archery, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu, dan diikuti atlet dari berbagai negara.
Lulusan Program Studi Teknik Fisika angkatan 2019 ini menjadi salah satu wakil Indonesia tampil pada kejuaraan dunia tersebut. Capaian ini menambah daftar prestasi internasional diraih alumni Itera di bidang olahraga, khususnya panahan berkuda.
1. Raih medali perak dan Indonesia Rising Stars Award

Atas keberhasilannya meraih medali perak di IHAA World Championship 2025, Azral dianugerahi Indonesia Rising Stars Award. Penghargaan ini diberikan kepada atlet dan insan industri yang dinilai berkontribusi besar dalam pengembangan dunia pacuan kuda nasional.
Saat ini, Azral sedang menempuh pendidikan Magister Teknik Lingkungan di Universitas Andalas. Ia menjalani studi tersebut melalui Program Beasiswa LPDP Keolahragaan yang berada di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), diperuntukkan bagi atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
2. Perjalanan Azral menekuni panahan berkuda sejak kuliah

Alumni Itera asal Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat ini menceritakan ketertarikannya terhadap olahraga berkuda mulai tumbuh saat ia duduk di semester empat perkuliahan pada 2021. Ia menyebut situasi pandemik kala itu justru mendorongnya untuk tetap produktif dengan menekuni cabang olahraga baru.
“Ketertarikan terhadap olahraga berkuda mulai muncul saat saya kuliah semester empat pada 2021. Situasi pandemik saat itu justru memacu saya untuk lebih produktif,” ujar Azral, Rabu (21/1/2026).
Meski awalnya diterima sebagai mahasiswa Itera melalui jalur prestasi olahraga basket, pembatasan aktivitas selama pandemik membuatnya beralih fokus ke panahan berkuda. Di tengah latihan intensif, Azral tetap menjalankan kewajiban akademik secara beriringan.
“Manajemen waktu menjadi kunci utama. Latihan berkuda dilakukan pagi hari, kemudian mengikuti perkuliahan hingga sore, dan malam digunakan untuk belajar,” tuturnya.
3. Dukungan Itera dan kesempatan berlaga di level Internasional

Kesempatan Azral untuk tampil di kompetisi internasional telah dimulai sejak ia masih berstatus mahasiswa Itera. Ia pernah mengikuti kejuaraan panahan berkuda di Malaysia, meski jadwal pertandingan bertepatan dengan ujian akademik.
Menurut Azral, komunikasi baik dengan dosen menjadi faktor penting sehingga ia dapat menjalani kompetisi dan kewajiban akademik secara seimbang. Selain itu, Itera juga memberikan dukungan pendanaan untuk debut internasionalnya tersebut.
“Saya sangat berterima kasih kepada Itera yang telah memberikan ruang dan kesempatan bagi saya untuk berkembang melalui olahraga yang saya tekuni,” kata Azral.
Meski sempat menghadapi tantangan finansial, Azral menyatakan tidak pernah berhenti mengejar mimpinya di bidang pendidikan dan olahraga. Kini, ia melanjutkan perjuangannya sebagai mahasiswa magister melalui Beasiswa LPDP Keolahragaan, sembari terus berkiprah sebagai atlet panahan berkuda di level internasional.


















