Lahan seluas 673,4 hektare terdampak karhutla di Taman Nasional Way Kambas, petugas gabungan terus berupaya melakukan pemadaman, Kelurahan Kuala Penet, Kecamatan Resort Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung (21/8/2026). (Dok. BNPB)
Kristomei juga menyampaikan data luasan wilayah terdampak dari rangkaian kejadian kebakaran sejak 21 Agustus. “Di kejadian pertama tanggal 21 sampai 22 Agustus kemarin itu 673 hektare yang terdampak di Desa Braja Harjosari,” kata Kristomei.
Kemudian, pada kejadian 23—24 Agustus, terdapat sekitar 123 hektare yang terdampak di wilayah Braja Kencana dan Braja Luhur. Sementara pada 24 Agustus, kebakaran juga terjadi di wilayah Rantau Jaya. “Di tanggal 24-nya juga terjadi di daerah Rantau Jaya. Rantau Jaya itu terdampak sekitar 6,4 hektare,” lanjutnya.
Berdasarkan data luasan yang disampaikan Pangdam, total wilayah terdampak dari rangkaian kejadian tersebut mencapai sekitar 802,4 hektare. Dari keseluruhan luasan tersebut, sebagian besar merupakan kawasan vegetasi alang-alang atau savana yang dalam kondisi kering sangat mudah terbakar.
Dengan kondisi tersebut, meskipun api telah dipadamkan di sejumlah titik, potensi munculnya kembali api tetap ada apabila bara yang tersisa tidak segera didinginkan. Karena itu, tim gabungan terus melakukan pemantauan agar tidak ada tambahan luasan akibat munculnya titik api baru.
Terkait dugaan awal penyebab kebakaran, Pangdam mengatakan kondisi kering ekstrem menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. “Dugaan sementara kan memang karena keringnya ekstrem, terjadi gesekan antar ranting, antar semak-semak itu,” ujar Kristomei.