Ilustrasi kereta api (IDN Times/Arief Rahmat)
Yesi merinci biaya perjalanannya dari Terminal Rajabasa Bandar Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan sebesar Rp60 ribu. Kemudian, tiket kapal Rp22 ribu.
Setelah sampai Pelabuhan Merak, untuk menuju ke Rangkasbitung menurut Yesi seharusnya bisa langsung naik kereta api. Namun saat ia sampai di stasiun tak ada kereta api. Alhasil, ia harus naik taksi online terlebih dahulu untuk menuju Cilegon.
“Menurutku lumayan mahal harus naik Grab bayar Rp54 ribu. Padahal biasanya ada kereta yang langsung ke Rangkas. Jadi dari Cilegon itu aku naik kereta ke Rangkas Rp3 ribu. Terus dari Rangkas naik KRL ke Cikarang Rp12 ribu,” ceritanya.
Yesi juga menceritakan saat ia ketinggalan kereta berangkat pukul 13.00 WIB sehingga harus menunggu kembali keberangkat pukul 16.30 WIB. Namun itu tak jadi persoalan berarti baginya. Karena menurutnya sudah jadi konsekuensi jika memilih perjalanan dengan cara ngeteng harus sabar menunggu jadwal keberangkatan kereta.
“Tapi menyenangkan ya mudik tahun ini, karena waktu COVID-19 kemarin kan sama sekali gak berani pulang. Jadi ini aku usahain harus bisa mudik. Terus yang bikin makin asyik selama perjalanan, karena aku mudiknya lebih awal jadi gak begitu padat masih lumayan nyantai lah,” ujarnya.