Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Suap Mahasiswa Titipan Unila Rp100 Juta Mengalir ke Muktamar ke-34 NU

Suap Mahasiswa Titipan Unila Rp100 Juta Mengalir ke Muktamar ke-34 NU
Saksi Asep Sukohar memberikan kesaksian untuk terdakwa suap Rektor Unila di PN Tipikor Tanjungkarang, Selasa (17/1/2022). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Uang senilai Rp100 juta hasil pemberian mahasiswa titipan Universitas Lampung (Unila) disebut-sebut ikut mendanai operasional kegiatan kesehatan acara Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) 2021 di Provinsi Lampung.

Pengakuan tersebut terlontar dari kesaksian Warek II Bidang Keuangan Unila, Prof Asep Sukohar saat ditanya JPU KPK, ihwal uang diduga suap dalam proses kelulusan salah satu mahasiswa titipan SMBPTN Unila 2022.

1. Orang tua mahasiswa dua kali serahkan uang

Ilustrasi uang (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Ilustrasi uang (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

Awalnya, JPU KPK Agung Satrio Wibowo menanyakan saksi Asep Sukohar terkait permintaan sejumlah uang dari Budi Sutomo selaku Kepala Biro Perencanaan Unila atas perintah terdakwa Karomani.

"Budi Sutomo datang ke ruangan saya terus menyampaikan, itu anaknya lulus (saksi Rady), terus mau nyumbang berapa, mana sumbangannya?," kata saksi Asep di Ruang Bagir Manan, PN Tipikor Tanjungkarang, Selasa (17/1/2023).

"Terus, terus pak jelaskan sampai habis ceritakan," respon JPU Agung.

"Setelah menyampaikan sumbang itu, saya menghubungi Dokter Rady, setelah disampaikan anaknya lulus, kalau mau nyumbang dipersilakan," imbuh Asep.

"Terus," singkat JPU.

"Setelah itu Dokter Rady beberapa hari kemudian datang dan menyerahkan uang kepada saya, jumlahnya pertama 300 juta yang kedua 50 juta," terang saksi.

2. Jaksa cecar penggunaan uang Rp300 juta

Saksi Asep Sukohar memberikan kesaksian untuk terdakwa suap Rektor Unila di PN Tipikor Tanjungkarang, Selasa (17/1/2022). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Saksi Asep Sukohar memberikan kesaksian untuk terdakwa suap Rektor Unila di PN Tipikor Tanjungkarang, Selasa (17/1/2022). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Kemudian Penuntut Umum mencecar saksi Asep, ihwal penggunaan uang Rp350 juta telah diberikan salah satu orang tua mahasiswa titipan tersebut.

"Yang pertama, pada saat penyerahan 300 itu. Saya menghadap pak rektor, tentang, pak saya ada uang yang dipakai pada saat tim kesehatan Muktamar NU. Terus disitu ada diskusi dan seingat saya pak rektor bilang ya sudah ambil saja 100 (juta)," ungkap saksi Asep.

Mendengar pengakuan tersebut, Ketua Majelis Hakim memotong jawaban saksi. "Bentar saya potong, saudara sebut tidak jumlahnya ke terdakwa berapa uangnya, sebelumnya," tanya hakim Lingga Setiawan.

"Saya tidak menyampaikan," jawab saksi Asep.

"Tidak, kan ketemu pak rektor, saudara sebut tidak jumlah uang yang sudah saudara terima," kata hakim.

"Sepengetahuan saya tidak disebutkan totalnya, cuma saya bilang saya ambil yang 100 saja," terang Asep.

"Tapi yang seratus saudara ambil?," kembali hakim menanyakan Asep.

"Iya itu yang saya sampaikan, untuk penggantian operasional kesehatan Muktamar," jawab saksi Asep.

3. Karomani setuju pemotongan Rp100 juta

Tiga terdakwa suap PMB Unila jalur mandiri 2022 saat duduk di kursi pesakitan PN Tipikor Tanjungkarang, Selasa (17/1/2023). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Tiga terdakwa suap PMB Unila jalur mandiri 2022 saat duduk di kursi pesakitan PN Tipikor Tanjungkarang, Selasa (17/1/2023). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Kemudian ketua majelis hakim bertanya kepada Prof Asep, soal kesediaan terdakwa Karomani atas permintaan pemotongan uang Rp100 juta dari Rp300 juta tersebut.

"Sepengetahuan saya menyilahkan," jawab saksi.

Usai menyampaikan hal tersebut, Asep mengaku baru menyerahkan uang Rp200 juta dari Rp300 juta diberikan Dokter Rady kepada Budi Sutomo, yang disimpan saksi di ruang kerja Rektor II Unila.

"Budi Sutomo ini siapa?," tanya hakim.

"Budi Sutomo ini, kalau sehari-hari Kepala Biro Perencanaan," tandas Asep.

Share Article
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna

Latest News Lampung

See More

Hari Lahir Pancasila, Pangdam Radin Inten: Indonesia Bukti Keberagaman

01 Jun 2026, 19:02 WIBNews