Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Simpang Tiga Bersinyal untuk Atasi Macet Kawasan Mall Boemi Kedaton
Ilustrasi penataan terpadu kawasan Mall Boemi Kedaton. (Dok. UBL).
  • Kemacetan di bawah flyover kawasan MBK dipicu U-turn dan jalinan arus kendaraan menuju Jalan Sultan Agung serta area mal yang saling mengunci.
  • Usulan simpang tiga bersinyal di depan Pos Polisi MBK bertujuan memusatkan manuver belok dan putar balik, mengurangi konflik arus, serta memberi kepastian hak melintas.
  • Penerapan skema perlu didahului penghitungan volume kendaraan dan simulasi, kanal keluar mal yang ketat, serta pilot project berbasis koordinasi pemerintah, kepolisian, dan pengelola kawasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Kemacetan di kawasan Mall Boemi Kedaton (MBK) khususnya di titik pertemuan Jalan ZA Pagar Alam, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Sultan Agung merupakan persoalan klasik Kota Bandar Lampung yang butuh penanganan konkret. Keberadaan flyover memang telah memisahkan arus kendaraan menerus (through traffic) dari arah Rajabasa menuju Tanjung Karang.

Namun, persoalan mendasar justru menumpuk di tingkat bawah (ground level). Itu lantaran, manuver putar balik (U-turn) dan jalinan arus (weaving) masuk-keluar Jalan Sultan Agung serta area mall saling mengunci.

Mengubah konfigurasi lalu lintas di bawah flyover menjadi simpang tiga bersinyal yang difokuskan pada bukaan depan Pos Polisi MBK adalah gagasan yang sangat masuk akal dan layak diuji secara teknis.

Tiga alasan

ilustrasi kemacetan panjang (pexels.com/Hòa Lê Đình)

Ada tiga alasan utama mengapa gagasan ini menjadi langkah strategis:

Mengeliminasi Titik Konflik Tinggi (uncontrolled weaving)

Selama ini, U-turn di bawah flyover menjadi sumber utama tundaan karena kendaraan berpotongan secara mandiri tanpa jeda waktu yang pasti. Dengan menutup U-turn liar atau sempit tersebut dan mengalihkan seluruh manuver belok maupun memutar ke satu persimpangan bersinyal di depan pos polisi, arus kendaraan yang berkonflik dapat dipisah secara tegas berdasarkan fase waktu (time-sharing).

Kepastian pergerakan dan ketertiban pengguna jalan

Pemasangan lampu lalu lintas (3 fase) memberikan kepastian hak melintas (right-of-way) bagi masing-masing pendekat yakni arus dari Jalan Sultan Agung, arus bawah Jalan Teuku Umar (depan MBK), dan arus bawah Jalan ZA. Pagar Alam. Ketika pergerakan diatur oleh fase hijau dan merah, budaya saling serobot yang kerap memicu kemacetan parah dapat ditekan.

Optimalisasi fungsi infrastruktur eksisting

Langkah ini tidak membutuhkan pembongkaran besar-besaran, melainkan penataan ulang geometrik minor (pembukaan median di depan pos polisi dan penutupan U-turn dengan barikade beton yang dipadukan dengan manajemen lalu lintas berbasis teknologi sinyal.

Catatan kritis dan rekomendasi

ilustrasi kemacetan panjang (pexels.com/Stan)

Penerapan konsep ini tentu tidak boleh berhenti pada asumsi. Agar penataan ini tidak sekadar memindahkan panjang antrean (queue length) ke ruas jalan di sekitarnya, beberapa hal berikut wajib menjadi perhatian:

Studi volume dan simulasi mikroskopis:

Dinas Perhubungan dan kepolisian perlu melakukan pencacahan lalu lintas (traffic counting) pada jam puncak pagi, siang, dan sore, lalu memodelkannya menggunakan software simulasi (seperti VISSIM) untuk menentukan durasi siklus sinyal (cycle time) yang optimal.

Kanalisasi pintu keluar mall:

Pergerakan kendaraan yang keluar dari Mall Boemi Kedaton harus dikanalisasi dengan ketat agar tidak memotong langsung secara mendadak ke arah persimpangan bersinyal.

Penerapan pilot study:

Kawasan MBK sangat ideal dijadikan proyek percontohan (pilot project) manajemen lalu lintas berbasis data (data-driven traffic management) di Bandar Lampung sebelum diterapkan di titik-titik rawan macet lainnya.

Dengan koordinasi yang solid antara Pemerintah Kota Bandar Lampung, Dinas Perhubungan, Satlantas Polresta, serta pengelola kawasan, skema simpang tiga bersinyal ini berpotensi besar menciptakan pergerakan lalu lintas yang jauh lebih teratur, aman, dan efisien di salah satu urat nadi ekonomi terbesar Kota Bandar Lampung.

Aditya Mahatidanar Hidayat - Dosen Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung sekaligus Pembina MTI Lampung

Curated For You

Editorial Team

Related Article