Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Server Down hingga Data Error, KPPS Balam Belum Unggah C1 ke Sirekap

Server Down hingga Data Error, KPPS Balam Belum Unggah C1 ke Sirekap
Kotak suara di Kelurahan Kota Sepang Bandar Lampung. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)
Intinya Sih
  • KPPS di Bandar Lampung belum mengunggah foto C1 hasil pemungutan suara pilpres Pemilu 2024 ke aplikasi SIREKAP karena server sering down dan data scan error.
  • Perhitungan suara di Kelurahan Kota Sepang untuk 10 TPS berjalan mulai dari 14 Februari 2024 siang hingga esok harinya, memakan waktu yang lama.
  • Nanang meminta KPU agar memperbaiki sistem SIREKAP agar mudah diakses oleh petugas, serta tidak ada keluhan dari masyarakat terkait error pada mesin pembaca scan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Server sering down, tak bisa unggah, sampai data scan error, KPPS di Bandar Lampung hingga kini belum mengunggah foto C1 hasil pemungutan suara pilpres Pemilu 2024 ke aplikasi SIREKAP.

Seperti di Kelurahan Kota Sepang Kecamatan Labuhan Ratu Bandar Lampung misalnya. Ketua PPS Kota Sepang Nanang mengatakan, sejak perhitungan suara dilakukan hingga sekarang beberapa TPS masih belum melakukan upload foto C1 ke aplikasi SIREKAP.

“Saya gak tahu kenapa, tapi setiap anak-anak (PPS) mau upload selalu bermasalah. Ada yang gagal upload lah, server down, sampai di Twitter juga ramai ya katanya ada yang error mesin scannya. Jadi saya bilang sama anak-anak untuk fokus hitung dulu saja semuanya,” katanya, Jumat (16/2/2024).

1. Proses perhitungan suara di Kota Sepang selesai sampai siang hari

Penampakan surat suara di TPS 19 Way Kandis Bandar Lampung, Rabu (14/2/2024). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Penampakan surat suara di TPS 19 Way Kandis Bandar Lampung, Rabu (14/2/2024). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Nanang mengatakan, perhitungan suara di Kelurahan Kota Sepang untuk 10 TPS berjalan mulai dari 14 Februari 2024 siang sekitar pukul 13.00 WIB dan baru selesai pada esok harinya 15 Februari 2024 pukul 07.00-10.30 WIB.

“Ada yang selesai subuh tadi, ada yang baru selesai. TPS 2 malah baru selesai jam setengah 11 (siang). Begadang kami semua untuk hitung suara saja. Makanya kalau kita mikirin upload yang gagal melulu itu bisa-bisa keteteran ngitung suaranya. Pokoknya jangan sampai lah aplikasi ini malah menghambat tugas utama kita (menghitung suara),” jelasnya.

Nanang menduga, server down pada aplikasi SIREKAP disebabkan oleh akses aplikasi yang tinggi. Sehingga petugas sulit untuk masuk ke sistem dan tak bisa upload foto C1.

2. Berharap pemilu berikutnya KPU memperbaiki SIREKAP

CNBC INDONESIA
CNBC INDONESIA

Nanang juga meminta KPU agar memperbaiki sistem SIREKAP agar mudah diakses oleh petugas. Selain itu, agar tidak ada keluhan dari masyarakat, error pada mesin pembaca scan juga sebaiknya diperbaiki secepatnya.

“Terkait aplikasi ini sebenarnya sangat menghambat. Karena kita diwajibkan mengerjakan, tapi fasilitasnya tidak memadai. Sehingga kita kesusahan sendiri,” katanya.

Ia berharap pada pemilu berikutnya, penyelenggara pemilu bisa lebih siap lagi dalam menyediakan media kerja KPPS. “Kalau bicara e-vote, kayanya jangan dulu deh. SIREKAP aja masih banyak masalahnya, apalagi mau e-vote,” imbuhnya.

3. Hasil pilpres Kota Sepang capres 02 unggul

hitung cepat Lembang Survei ALSHCI, Rakata, dan Kuadran. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
hitung cepat Lembang Survei ALSHCI, Rakata, dan Kuadran. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Di Kelurahan Kota Sepang, perhitungan suara pilpres dimenangkan oleh pasangan calon nomor 02 dengan jumlah suara sah 1.165 suara. Disusul paslon nomor 01 sebanyak 801 suara, dan paslon nomor 03 226 suara dari total DPT sebanyak 2.814 pemilih.

“Jumlah suara sah itu total 2.192, total DPT-nya 2.814. Memang termasuk tinggi yang tidak menyalurkan hak pilihnya. Soalnya sekarang DPT itu kan berdasarkan alamat, nah di sini banyak yang dulu pernah tinggal kayak ngontrak dan alamat di sini, tapi ketika pindah belum upgrade data jadi masih terdaftar di DPT sini,” papar Nanang. 

Ia mengatakan, di 10 TPS Kota Sepang tidak ditemukan kasus kecurangan. Namun ada beberapa kendala misalnya surat suara salah masuk kotak sehingga saat perhitungan terjadi selisih angka dan petugas harus menelusuri penyebab selisih angka tersebut.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rohmah Mustaurida
Martin Tobing
Rohmah Mustaurida
EditorRohmah Mustaurida

Latest News Lampung

See More