Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Laptop Lemot Padahal Baru Dinyalakan? Ini 5 Cara Mengatasinya
ilustrasi pengguna panik dan kesal karena laptop lemot (freepik.com/tonefotografia)
  • Laptop yang lambat saat dinyalakan dapat dipicu aplikasi startup berlebihan, penyimpanan hampir penuh, atau penggunaan RAM dan CPU tinggi; kelola melalui Task Manager dan Storage.
  • Performa juga dapat dioptimalkan dengan membersihkan file sementara, memeriksa aplikasi yang membebani sumber daya, serta memperbarui Windows dan driver perangkat secara aman.
  • Jika tetap lemot, pertimbangkan upgrade RAM atau mengganti HDD ke SSD sesuai kompatibilitas; gangguan seperti hang, panas berlebih, atau restart sendiri perlu diperiksa teknisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah menyalakan laptop dengan harapan bisa langsung bekerja, tetapi justru harus menunggu lama sampai perangkat benar-benar siap digunakan? Kondisi ini tentu menyebalkan, apalagi jika kamu sedang dikejar deadline pekerjaan atau tugas kuliah.

Laptop yang terasa lambat sejak pertama kali dinyalakan bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah terlalu banyak aplikasi yang berjalan secara otomatis saat proses startup. Selain itu, kapasitas penyimpanan yang hampir penuh dan spesifikasi perangkat yang mulai kewalahan juga dapat memengaruhi performanya.

Kabar baiknya, laptop lemot tidak selalu berarti harus segera mengganti perangkat atau membeli komponen baru. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengembalikan performanya.

Berikut lima cara mengatasi laptop lemot padahal baru dinyalakan.

1. Nonaktifkan aplikasi berjalan otomatis saat startup

ilustrasi laptop lemot (unsplash.com/@cgower)

Salah satu penyebab laptop lambat ketika baru dinyalakan adalah terlalu banyak aplikasi yang langsung berjalan di latar belakang. Beberapa program seperti aplikasi chat, layanan penyimpanan cloud, hingga platform gaming biasanya memiliki pengaturan untuk aktif secara otomatis saat laptop menyala.

Meskipun terlihat praktis, terlalu banyak aplikasi startup dapat membebani penggunaan RAM dan prosesor. Akibatnya, laptop membutuhkan waktu lebih lama untuk siap digunakan.

Jika menggunakan Windows 10 atau Windows 11, kamu bisa menonaktifkannya melalui Task Manager. Caranya cukup mudah:

  • Tekan tombol Ctrl + Shift + Esc untuk membuka Task Manager.

  • Pilih menu Startup Apps.

  • Periksa daftar aplikasi yang berjalan otomatis.

  • Klik kanan aplikasi yang tidak terlalu dibutuhkan saat startup.

  • Pilih Disable.

Namun, jangan sembarangan menonaktifkan semua aplikasi. Pastikan program penting seperti antivirus dan layanan sistem tetap berjalan agar keamanan serta fungsi perangkat tidak terganggu.

2. Bersihkan file sementara dan penyimpanan menumpuk

cara mengatasi laptop lemot (unsplash.com/burst)

Kapasitas penyimpanan yang hampir penuh juga bisa membuat performa laptop menurun. Kondisi ini sering terjadi karena banyaknya file unduhan, dokumen lama, cache aplikasi, hingga file sementara yang jarang dibersihkan.

Untuk mengatasinya, kamu bisa memanfaatkan fitur Storage pada Windows. Berikut langkah-langkahnya:

  • Buka menu Settings.

  • Pilih System, kemudian klik Storage.

  • Tunggu hingga Windows memeriksa penggunaan ruang penyimpanan.

  • Pilih Temporary Files untuk melihat file sementara.

  • Hapus file yang memang tidak lagi dibutuhkan.

Kamu juga bisa mengaktifkan fitur Storage Sense agar Windows membantu membersihkan file sementara secara otomatis.

Selain itu, periksa folder Downloads dan Recycle Bin. Terkadang, ada banyak file berukuran besar yang sebenarnya sudah tidak diperlukan. Pastikan kamu tidak menghapus file penting atau file sistem yang masih dibutuhkan.

3. Periksa aplikasi dan proses membebani RAM serta CPU

RAM laptop (unsplash.com/Luan Gjokaj)

Laptop yang lambat sejak awal dinyalakan juga bisa disebabkan oleh aplikasi tertentu yang menggunakan sumber daya perangkat secara berlebihan.

Untuk mengetahuinya, buka Task Manager dengan menekan Ctrl + Shift + Esc. Selanjutnya, perhatikan kolom CPU, Memory, dan Disk.

Jika ada aplikasi yang menggunakan sumber daya terlalu tinggi, periksa apakah program tersebut memang sedang dibutuhkan. Kamu bisa menutup aplikasi yang tidak digunakan melalui Task Manager dengan memilih program terkait, kemudian klik End Task.

Namun, hindari menghentikan proses Windows atau layanan sistem yang tidak kamu kenali. Sebab, tindakan tersebut berisiko mengganggu fungsi perangkat.

Cara ini cukup membantu untuk mengetahui aplikasi mana yang membuat laptop bekerja lebih berat meskipun belum banyak digunakan.

4. Perbarui Windows dan driver perangkat

ilustrasi Windows 11 (Unsplash/Daniel Romero)

Sistem operasi dan driver yang sudah lama tidak diperbarui terkadang menimbulkan masalah performa maupun kompatibilitas.

Pembaruan Windows biasanya membawa perbaikan bug, peningkatan keamanan, dan penyempurnaan sistem. Sementara itu, driver berfungsi membantu sistem operasi berkomunikasi dengan komponen perangkat keras seperti kartu grafis, audio, dan jaringan.

Untuk memeriksa pembaruan Windows, lakukan langkah berikut:

  • Buka Settings.

  • Pilih Windows Update.

  • Klik Check for Updates.

  • Instal pembaruan yang tersedia sesuai petunjuk.

  • Lakukan restart jika diminta.

Untuk driver, kamu bisa memeriksanya melalui Windows Update atau situs resmi produsen laptop.

Pastikan laptop terhubung dengan sumber daya listrik dan koneksi internet stabil selama proses pembaruan. Hindari mematikan perangkat secara paksa ketika instalasi sedang berlangsung.

5. Pertimbangkan upgrade RAM atau mengganti HDD ke SSD

ilustrasi mengganti RAM laptop (freepik.com/MrDm)

Jika sudah melakukan berbagai cara di atas tetapi laptop masih terasa lambat, mungkin masalahnya berkaitan dengan keterbatasan spesifikasi perangkat.

Laptop dengan kapasitas RAM kecil bisa kesulitan menjalankan beberapa aplikasi sekaligus. Terlebih jika kamu sering membuka banyak tab browser, mengedit dokumen, atau menggunakan aplikasi desain.

Salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan adalah meningkatkan kapasitas RAM, apabila perangkat mendukung upgrade.

Selain itu, jika laptop masih menggunakan HDD sebagai penyimpanan utama, menggantinya dengan SSD dapat memberikan peningkatan respons sistem yang cukup terasa. Proses booting, membuka aplikasi, dan mengakses file umumnya menjadi lebih cepat.

Namun, sebelum membeli komponen baru, periksa terlebih dahulu spesifikasi laptop. Beberapa model memiliki RAM yang disolder sehingga tidak bisa ditambah. Pastikan juga SSD yang dibeli kompatibel dengan perangkat.

Jika tidak yakin, kamu bisa meminta bantuan teknisi untuk memeriksa kondisi laptop sebelum melakukan upgrade.

6. Kapan laptop perlu diperiksa teknisi?

ilustrasi teknisi sedang memperbaiki motherboard laptop (pexels.com/Layanan TI Uni Eropa)

Laptop yang tetap lemot meskipun sudah dibersihkan dan dioptimalkan mungkin memiliki masalah yang lebih serius.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain laptop sering mengalami hang, muncul suara tidak biasa dari komponen penyimpanan atau kipas, suhu perangkat cepat meningkat, hingga sering mati atau restart sendiri.

Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan masalah perangkat keras, sistem operasi, atau bahkan infeksi malware. Sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut jika masalah terus berulang. Jangan lupa mencadangkan dokumen penting sebelum melakukan perbaikan atau instalasi ulang sistem operasi.

Laptop lemot saat baru dinyalakan tidak selalu menandakan perangkat sudah rusak. Mengatur aplikasi startup, membersihkan penyimpanan, memeriksa penggunaan sumber daya, dan memperbarui sistem, performa laptop bisa kembali lebih optimal. Jika masalah berasal dari keterbatasan perangkat keras, upgrade RAM atau SSD dapat menjadi solusi jangka panjang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article