Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kunjungan Jokowi ke Lampung Sarat Sinyal Politik untuk PSI dan Gibran
Penampakan benner selamat datang Jokowi di Kota Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • Kunjungan Jokowi ke Lampung dinilai sarat makna politik karena kini ia berafiliasi dengan PSI, sehingga setiap aktivitasnya berpotensi memengaruhi dinamika politik nasional dan daerah.
  • Lampung dianggap strategis secara politik karena jumlah penduduk besar di Sumatra, menjadikannya wilayah penting bagi PSI untuk memperkuat dukungan menjelang Pemilu.
  • Kehadiran Jokowi disebut dapat membangun citra positif bagi PSI dan Gibran, sekaligus menarik simpati publik melalui basis pendukung kuat yang masih ada di Lampung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Agenda kunjungan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, ke Provinsi Lampung dinilai bukan sekadar agenda silaturahmi biasa, melainkan memiliki makna politik cukup kuat menjelang tahapan pemilihan umum (Pemilu) di tingkat nasional.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Lampung, Candrawansah, mengatakan posisi Jokowi saat ini yang kuat dikaitkan dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuat setiap agenda kunjungannya ke daerah memiliki dampak terhadap dinamika politik nasional maupun daerah.

"Kunjungan mantan Presiden Indonesia, Jokowi, tentunya bukan hanya kunjungan biasa. Ini tentu mempunyai maksud tertentu, terutama karena Jokowi sekarang sudah berada dalam salah satu partai politik (PSI)," ujarnya, Jumat (26/6/2026).

1. Jokowi dinilai masih memiliki pengaruh besar

Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung, Candrawansah. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Candra, sapaan akrabnya, berujar, pengaruh politik Jokowi hingga kini bisa dikatakan masih sangat besar. Oleh karena itu, kehadirannya di berbagai daerah patut diyakini dapat meningkatkan perhatian publik terhadap PSI.

Selain itu, ia menambahkan bahwa figur Jokowi masih menjadi simbol politik Tanah Air yang memiliki daya tarik tersendiri, meski kini sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

"Jokowi masih memiliki pengaruh yang kuat dalam perpolitikan Indonesia. Dengan berkeliling ke berbagai daerah, termasuk Lampung, hal itu berpotensi meningkatkan popularitas PSI di tengah masyarakat," ucapnya.

2. Lampung dinilai menjadi daerah strategis

Presiden ke-7 Jokowi bertolak ke Lampung untuk keliling Indonesia. (IDN Times/Larasati Rey)

Lebih lanjut, Candra juga menilai Lampung merupakan salah satu provinsi yang memiliki nilai strategis secara politik karena menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Pulau Sumatra.

Menurutnya, kondisi tersebut dinilai menjadikan Lampung sebagai salah satu daerah penting bagi PSI untuk memperkuat basis dukungan menjelang Pemilu, terutama dalam upaya memenuhi ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.

"Jokowi menjadi magnet bagi masyarakat. Terlepas dari berbagai pro dan kontra selama masa pemerintahannya, pengagumnya masih sangat banyak. Selain itu, pada dua pemilihan presiden sebelumnya, basis suara Jokowi di Lampung juga cukup besar dan berhasil memenangkan kontestasi di provinsi ini," kata mantan Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung tersebut.

3. Dinilai turut membangun citra PSI dan Gibran

Penampakan benner selamat datang Jokowi di Kota Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Lebih jauh, akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tersebut menilai kehadiran Jokowi turut berpotensi menjadi daya tarik bagi sejumlah tokoh politik di Lampung untuk membangun kedekatan politik dengannya.

Oleh karenanya, rangkaian kunjungan Jokowi ke berbagai daerah juga dapat dimaknai sebagai upaya membangun kembali simpati publik terhadap figur Wapres Gibran Rakabuming Raka, meski belum dilakukan secara eksplisit.

"Secara tersurat mungkin belum terlihat, tetapi secara tersirat kunjungan seperti ini sedikit banyak akan membangun citra positif PSI dan Gibran. Dengan melihat basis pendukung Jokowi di Lampung yang cukup kuat pada dua pemilu sebelumnya, provinsi ini tentu menjadi pasar politik yang penting bagi kekuatan Jokowi-Gibran," imbuh Candra.

Editorial Team

Related Article