Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kisah Petugas Tiket Kapal Bakauheni, Bagi Waktu Lebaran dengan Bekerja

Kisah Petugas Tiket Kapal Bakauheni, Bagi Waktu Lebaran dengan Bekerja
Rini saat memberikan pelayanan pada anjungan tiket mandiri di Pelabuhan Bakauheni pada H-4 Lebaran 2024. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Intinya Sih
  • Rini, petugas pelayanan tiket kapal di Pelabuhan Bakauheni, tidak mendapat libur saat Lebaran karena kapal tetap berlayar.
  • Situasi ini dianggapnya sebagai risiko pekerjaan dan keluarganya sudah memahami kondisi tersebut.
  • Meskipun harus bekerja saat Lebaran, Rini tetap mempersiapkan momen Lebaran layaknya ibu rumah tangga pada umumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Lampung Selatan, IDN Times - Istilah libur saat merayakan Hari Raya Idul Fitri seolah tak berlaku bagi Rini (30), seorang petugas pelayanan tiket penumpang kapal di Pelabuhan Bakauheni, Lempung Selatan.

Dara asli kelahiran Bakauheni ini sudah tiga tahun terakhir harus rela membagi waktu berlebaran bersama keluarga, dikarenakan harus tetap bekerja memberikan pelayanan penyeberangan.

"Tetap masuk waktu hari H Lebaran. Iya kita tidak ada libur, karena kapal tetap berlayar jadi kita juga harus tetap pelayanan," ujarnya saat diwawancarai IDN Times di anjungan tiket mandiri Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (6/4/2024).

1. Sadar bagian dari risiko pekerjaan

Istilah libur saat merayakan Hari Raya Idul Fitri seolah tak berlaku bagi Rini (30), seorang petugas pelayanan tiket penumpang kapal di Pelabuhan Bakauheni
Istilah libur saat merayakan Hari Raya Idul Fitri seolah tak berlaku bagi Rini (30), seorang petugas pelayanan tiket penumpang kapal di Pelabuhan Bakauheni

Meski harus membagi waktu antara berlebaran dengan tetap bekerja, Rini mengatakan, situasi ini disadari betul olehnya merupakan bagian dari risiko pekerjaan bergerak di bidang jasa pelayanan terhadap masyarakat.

Lebih dari itu, keluarga besar khususnya sang suami juga sudah memahami risiko ini, manakala dirinya harus absen saat berkumpul dengan sanak saudara di tengah momen Lebaran.

"Ya risiko, karena pelabuhan sendiri tidak pernah ada liburnya. Untuk keluarga, karena memang udah biasa ya jadi mereka sudah paham," imbuhnya.

2. Tetap persiapan sambut Lebaran

Istilah libur saat merayakan Hari Raya Idul Fitri seolah tak berlaku bagi Rini (30), seorang petugas pelayanan tiket penumpang kapal di Pelabuhan Bakauheni
Istilah libur saat merayakan Hari Raya Idul Fitri seolah tak berlaku bagi Rini (30), seorang petugas pelayanan tiket penumpang kapal di Pelabuhan Bakauheni

Bertepatan pada Hari Raya Idul Fitri, Rini menjelaskan, dirinya akan masuk bekerja pada waktu shift sore hari dan bakal bertugas hingga menjelang dini hari.

Walaupun demikian, sebagai ibu rumah tangga dan telah memiliki suami serta buah hati, dirinya tetap mempersiapkan menyambut momen lebaran layaknya ibu rumah tangga pada umumnya.

"Persiapan lebaran tetap ada mulai beli baju Lebaran untuk anak, siapin kue sampai makan tetap wajib," katanya.

3. Berkumpul bersama keluarga bukan hanya di hari Idul Fitri

Suasana malam hari H-4 Lebaran 2024 di Pelabuhan Bakauheni. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Suasana malam hari H-4 Lebaran 2024 di Pelabuhan Bakauheni. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Menurut Rini, waktu berkumpul bersama keluarga dan orang-orang tercinta bukan hanya bisa dirasakan saat Hari Raya Idul Fitri, namun tinggal tergantung pada keinginan pribadi masing-masing.

"Sedih sih gak ya, setelah lebaran masih bisa kumpul sama keluarga, kebetulan keluarga juga tinggal di Bakauheni," tandasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna

Latest News Lampung

See More