Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kampung Cucak Rowo Metro, Berawal dari Hobi Burung jadi Peluang Cuan
Kampung Cucak Rowo di Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, resmi diluncurkan (dok.humas/kotametro)
  • Kampung Cucak Rowo di Hadimulyo Barat, Metro Pusat, diluncurkan pada 25 Oktober 2026 setelah berkembang dari arena lomba burung berkicau menjadi kawasan berbasis komunitas.

  • Kawasan ini menjadi destinasi kuliner bagi UMKM setiap Rabu dan Sabtu malam, sekaligus memperkenalkan produk lokal, termasuk MOCAF atau tepung singkong termodifikasi.

  • Pemerintah Kota Metro berharap pengelolaan konsisten Kampung Cucak Rowo memperluas pasar UMKM, menambah penghasilan warga, serta mendorong kreativitas dan ekonomi lokal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Metro, IDN Times – Berawal dari arena lomba burung berkicau, Jalan Cucak Rowo di Kota Metro kini punya daya tarik baru. Kawasan yang biasa menjadi tempat berkumpulnya pencinta burung ini mulai dikembangkan menjadi destinasi wisata kuliner bagi masyarakat.

Kampung Cucak Rowo di Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, resmi diluncurkan Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, Minggu (25/10/2026). Selain wisata kuliner, kawasan ini juga punya rencana mengangkat produk pangan lokal sebagai unggulan.

Penasaran apa saja yang menarik dari Kampung Cucak Rowo? Simak ulasannya berikut ini.

1. Berawal dari lomba burung, kini jadi wisata kuliner

Kampung Cucak Rowo di Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, resmi diluncurkan (dok.humas/kotametro)

Ada cerita menarik di balik terbentuknya Kampung Cucak Rowo. Kawasan ini mulanya dikenal sebagai arena lomba burung berkicau yang rutin didatangi penghobi dari dalam maupun luar Kota Metro. Dari keramaian itulah muncul ide untuk mengembangkan kawasan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh warga.

Ketua Gantara Bintang Nusantara, Rudi Hartono, mengatakan pihaknya mulai membangun komunikasi dengan masyarakat setempat untuk mencari cara agar aktivitas lomba burung tidak hanya menjadi ajang menyalurkan hobi. Kolaborasi tersebut kemudian membuka jalan bagi pengembangan Kampung Cucak Rowo.

"Harapannya, komunitas burung berkicau dan warga bisa berjalan beriringan. Jadi, kegiatan yang sudah punya peminat ini juga bisa ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar," kata Rudi, Senin (26/10/2026).

2. Bisa jadi spot kulineran Rabu dan Sabtu malam

Kampung Cucak Rowo di Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, resmi diluncurkan (dok.humas/kotametro)

Ketua Pelaksana UMKM Kampung Cucak Rowo, Budi mengatakan, Kampung Cucak Rowo tidak hanya ditujukan untuk para pencinta burung. Kawasan ini juga dikembangkan sebagai tempat berkumpulnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin mengenalkan produk mereka kepada lebih banyak orang.

Menurutnya, kawasan tersebut dirancang menjadi destinasi wisata kuliner dengan kegiatan rutin setiap Rabu dan Sabtu malam. Selain mengandalkan promosi melalui media sosial, Budi berharap orang-orang datang langsung untuk mencicipi kuliner sekaligus mengenal produk yang dijual.

"Kalau pengunjung makin ramai, peluang dagangan dilirik konsumen dari luar Kota Metro juga makin terbuka. Kampung Cucak Rowo diharapkan bisa menjadi contoh bagaimana sebuah kawasan berbasis masyarakat berkembang menjadi tempat usaha yang memberi manfaat bagi banyak orang," ujarnya.

Lebih lanjut Budi menyampaikan, ada satu potensi lokal yang ingin ikut diperkenalkan lewat Kampung Cucak Rowo, yakni MOCAF (Modified Cassava Flour) atau tepung singkong termodifikasi. Produk ini disiapkan sebagai salah satu unggulan yang diharapkan makin dikenal masyarakat.

3. Mendorong kreativitas dan perekonomian warga

Ilustrasi pelaku UMKM sedang mengelola usaha melalui daring (freepik.com)

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menyebut kegiatan seperti ini bisa menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan konsumen dan menambah penghasilan keluarga. Ia berharap Kampung Cucak Rowo terus berkembang menjadi kawasan yang ramai dengan kegiatan positif, sekaligus mendorong kreativitas dan perekonomian warga.

"Kalau dikelola secara konsisten, Kampung Cucak Rowo punya peluang untuk berkembang lebih jauh. Bukan hanya menjadi tempat kumpul komunitas burung berkicau, tetapi juga destinasi kuliner yang ikut membawa nama produk lokal Kota Metro," imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article