Temu Seni Performans melibatkan 19 seniman dari seluruh Indonesia baru saja digelar di kawasan Budaya Ulluan Nughik, Tulangbawang Barat (Tubaba), 29 Juli - 4 Agustus 2023 (IDN Times/Istimewa)
Direktur Artistik Indonesia Bertutur Melati Suryodarmo menyampaikan, temu seni tersebut, dirancang sebagai laboratorium bersama bagi para praktisi seni kontemporer. Kegiatan ini bukan reahersel bagi karya “jadi”. Melainkan, peserta dipilih berdasarkan rekam jejak dan kesungguhan untuk bertemu serta berbagi pengalaman dan metode praktik mereka dalam menguatkan ekosistem seni mandiri dan jejaring kesenian di tanah air.
Para seniman terpilih adalah Kiki Windarti, John Heryanto (Tubaba) Luna Dian Setya, Sekar Tri Kusuma (Solo), Syamsul Arifin (Sampang), Robby Ocktavian (Samarinda), Ayu Permata Sari ( Lampung Utara), Syahrullah (Samarinda), Shuko Sastro Gending (Magelang), Alghifahri Jasin (Makassar), Impoe (Tuban), Hanif Alghifary (Bogor), Tamarra (Yogyakarta), Riyadhus Salihin (Bandung), Susan ( Lampung Barat), Gilang Anom Manapu Manik (Bandung), Anisa Nabilla Khairo (Padang), Soemantri Gelar (Jakarta) dan Enny Asrinawati (Depok).
"Seniman terpilih telah melakukan residensi mandiri di Cagar Budaya atau Warisan Budaya Tak Benda di wilayah masing-masing, dengan harapan para seniman bisa menciptakan karya berbasis riset dan juga memiliki materi sebagai bahan bandingan selama Temu Seni di Tubaba. Rangkaian kegiatan berupa presentasi hasil riset, diskusi kelompok, kunjungan situs (Pugung Raharjo dan Las Sengoq), sarasehan dan presentasi akhir yang bisa disaksikan oleh publik," terangnya, Senin (7/8/2023).
Melati menambahkan, puncak kegiatan Indonesia Bertutur akan digelar di Bali pada tahun 2024. Mengambil subak sebagai dasar inspirasi penciptaan, Suryodarmo menjelaskan makna subak sebagai inspirasi dasar kegiatan tersebut bukan semata bentuk terasering, melainkan spirit Trihita Karana memiliki makna relasi hubungan antara manusia dan Sang Pencipta, manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan manusia.