Bandar Lampung, IDN Times - Provinsi Lampung mengalami inflasi bulanan periode Oktober 2026 sebesar 0,54 persen. Presentase itu lebih tinggi dibanding inflasi bulan sebelumnya diangka 0,14 persen.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto mengatakan, inflasi Oktober 2026 terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. Komoditas cabai merah, bawang merah, tomat, beras, dan cabai rawit tercatat memberikan andil inflasi masing-masing sebesar 0,22 persen; 0,07 persen; 0,04 persen; 0,04 persen; dan 0,04 persen (mtm).
Kenaikan harga aneka cabai dan bawang merah dipengaruhi berkurangnya pasokan seiring berakhirnya periode panen serta menurunnya produktivitas tanaman akibat musim kemarau. Sementara itu, kenaikan harga beras didorong penurunan produksi padi pascapanen gadu yang turut diperberat oleh meningkatnya intensitas fenomena El Niño.
"Adapun kenaikan harga tomat dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan di tengah terbatasnya pasokan akibat kondisi kekeringan," jelas Bimo, Senin (2/11/2026).