Enggan Bayar Makan, 2 Pria Ngaku Preman Bandar Lampung Todongkan Pisau

- JK (35) dan MA (23) ditangkap karena menodongkan pisau di warung makan lesehan di Bandar Lampung.
- Kedua pelaku diamankan di lokasi berbeda, JK diringkus di area parkir Jalan Raden Intan, sementara MA dibekuk di kawasan Jalan Pangeran Tirtayasa.
- Kedua pelaku nekat menodongkan pisau dan mengancam akan membunuh penjaga dan pengunjung warung karena tidak terima saat diminta membayar makanan yang telah disantap.
Bandar Lampung, IDN Times - JK (35) dan MA (23) harus berurusan dengan pihak kepolisian atas perbuatannya menodongkan pisau di sebuah warung makan lesehan di Jalan Pangeran Antasari, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Rabu (17/4/2024) dini hari.
Tak hanya penjaga warung, pengunjung yang sedang memesan makanan juta tak luput dari ancaman kedua pria mengaku sebagai preman tersebut.
"Iya, setelah menerima laporan polisi dan melakukan serangkaian penyelidikan, akhirnya Unit Reskrim berhasil meringkus keduanya di lokasi berbeda di Bandar Lampung," ujar Kapolsek Tanjungkarang Timur, Kompol Kurmen Rubiyanto, Jumat (10/5/2024).
1. Sudah diamankan di rutan mapolsek

Terkait kegiatan penangkapan, Kurmen mengatakan, JK merupakan warga Kelurahan Tanjung Agung Raya, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung ini diringkus petugas di area parkir Jalan Raden Intan, Tanjungkarang Pusat, Rabu (8/5/2024) siang.
Masih di hari sama, pelaku lainnya MA juga dibekuk petugas kepolisian di kawasan Jalan Pangeran Tirtayasa, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung. "Untuk saat ini, kedua pelaku sudah diamankan di rutan Mapolsek, masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.
2. Kesal ditagih bayar makan, kedua pelaku ngaku preman

Dijelaskan Kurmen, kedua pelaku nekat menodongkan pisau sambil mengancam akan membunuh penjaga dan pengunjung warung makan setempat, lantaran tidak terima saat diminta membayar makanan telah disantap keduanya.
"Pelaku mengaku preman dan saat ditagih, kedua pelaku malah marah dan mengancam akan membunuh sambil menodongkan pisau," ungkapnya.
Mulanya JK tidak terima saat ditagih oleh penjaga warung makan, hingga langsung mencabut pisau dari pinggangnya. Itu kemudian ditodongkan ke arah perut korban penjaga warung OK (24).
"Selain pemilik warung, dua orang pengunjung sedang memesan makan ikut diancam oleh JK, dengan mengarahkan pisaunya ke arah leher kedua pengunjung warung tersebut," tambah dia.
3. Polisi sita barang bukti 2 pisau

Kurmen melanjutkan, pelaku lainnya MA (23) ikut mengancam para korban dengan pisau diambilnya di warung lesehan, serta meminta JK untuk menusuk para korban.
Dalam perkara ini, polisi menyita dua senjata tajam jenis pisau digunakan oleh kedua pelaku. Kapolsek turut mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak segan segan melaporkan setiap bentuk aksi premanisme.
"Kami imbau masyarakat. Jangan pernah takut, segera laporkan aksi premanisme semacam ini ke petugas kepolisian," tandas Kurmen.



















