Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Debu Vulkanik GAK Masuk Pemukiman, Warga Pulau Sebesi Terima Masker
Warga Pulau Sabesi menerima bantuan masker dari petugas Puskesmas. (IDN Times/Istimewa).
  • Dinas Kesehatan Lampung Selatan membagikan 3.000 masker medis kepada 2.666 warga di empat dusun Desa Tejang, Pulau Sebesi, setelah debu vulkanik Anak Krakatau masuk permukiman.
  • Selain masker, pemerintah menyiapkan obat-obatan dan memantau kondisi kesehatan warga; hingga kini belum ada laporan gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
  • Debu hitam mulai mengotori rumah saat angin selatan bertiup dan dinilai masih sedang, sementara warga meminta pemeriksaan kesehatan lebih intensif, terutama untuk melindungi anak-anak dan balita.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Selatan, IDN Times - Warga Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan menerima bantuan sebanyak 3.000 masker imbas debu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai terbawa angin hingga masuk ke permukiman warga.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Devi Arminanto mengatakan, ribuan masker medis tersebut telah dibagikan kepada masyarakat Pulau Sebesi melalui petugas UPT Puskesmas setempat.

"Ya, begitu ada informasi dari bidan desa dan tenaga kesehatan di sana bahwa sudah ada dampak vulkanik, teman-teman puskesmas langsung membagikan masker kepada masyarakat," ujarnya dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).

1. Turut siapkan obat-obatan

Warga Pulau Sabesi menerima bantuan masker dari petugas Puskesmas. (IDN Times/Istimewa).

Devi melanjutkan, masker tersebut dialokasikan untuk 2.666 warga yang tersebar di empat dusun di Desa Tejang, Pulau Sebesi. Selain masker, Dinas Kesehatan juga menyiapkan obat-obatan untuk mengantisipasi keluhan kesehatan mungkin muncul akibat paparan abu vulkanik.

"Untuk informasi adanya masyarakat yang terganggu pernapasannya, sampai sekarang belum ada. Tetapi perkembangannya akan terus kami pantau," ujarnya.

2. Dampak debu vulkanik masih tergolong sedang

Warga Pulau Sabesi menerima bantuan masker dari petugas Puskesmas. (IDN Times/Istimewa).

Salah satu warga Pulau Sabesi penerima bantuan masker, Candra mengatakan, debu vulkanik mulai terlihat menempel di sejumlah bagian rumah warga. Debu berwarna hitam dilaporkan mulai mengotori halaman dan lantai rumah warga, setelah angin bertiup dari arah selatan.

"Kalau angin selatan, debunya ke sini. Tadi sudah disapu, tetapi hitam lagi," ucapnya.

Menurutnya, kondisi debu yang masuk ke permukiman masih tergolong sedang. Namun, warga tetap khawatir jika intensitas abu meningkat, terutama terhadap anak-anak dan balita.

"Kalau parah memang bisa ada gangguan pernapasan. Yang dikhawatirkan anak-anak kecil, terutama balita," lanjut dia.

3. Minta pemerintah mitigasi gangguan kesehatan

Warga Pulau Sabesi menerima bantuan masker dari petugas Puskesmas. (IDN Times/Istimewa).

Bukan hanya masker, Candra turut mengharapkan, pemerintah daerah setempat dapat mengintensifkan pengecekan kesehatan warga di Pulau Sabesi, sehingga dampak gangguan kesehatan dapat segera dimitigasi.

"Kalau keinginannya ya supaya ada perhatian lebih, karena ditakutkan seperti yang sudah-sudah khususnya ada gangguan pernapasan," imbuh Candra.

Curated For You

Editorial Team

Related Article