Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Calesta Adinda, mahasiswi Program Studi S1 Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), berhasil meraih Best Paper pada 2nd International Colloquium in Medical Biotechnology and Health Sciences (ICMBHS) Tahun 2025
Calesta Adinda, mahasiswi Program Studi S1 Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), berhasil meraih Best Paper pada 2nd International Colloquium in Medical Biotechnology and Health Sciences (ICMBHS) Tahun 2025 (Dok.Unila)

Intinya sih...

  • Calesta Adinda meraih Best Paper di ICMBHS 2025

  • Penelitiannya menggunakan metode AAS untuk analisis kadar Cd dan Pb dalam air

  • Calesta berharap penelitiannya dapat dikembangkan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan analisis parameter logam yang lebih beragam

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Lampung (Unila) di kancah internasional. Di tengah persaingan forum ilmiah global yang menghadirkan peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara, mahasiswi Unila berhasil menunjukkan kualitas riset yang kompetitif.

Melalui karya ilmiah yang dipresentasikan pada 2nd International Colloquium in Medical Biotechnology and Health Sciences (ICMBHS) Tahun 2025, prestasi tersebut resmi diakui dan mendapatkan penghargaan bergengsi Best Paper.

1. Prestasi Calesta Adinda di ICMBHS 2025

Calesta Adinda, mahasiswi Program Studi S1 Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), berhasil meraih Best Paper pada 2nd International Colloquium in Medical Biotechnology and Health Sciences (ICMBHS) Tahun 2025 (Dok.Unila)

Mahasiswi Program Studi S1 Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unila tersebut berhasil meraih penghargaan Best Paper pada 2nd International Colloquium in Medical Biotechnology and Health Sciences (ICMBHS) Tahun 2025.

International Colloquium in Medical Biotechnology and Health Sciences (ICMBHS) Tahun 2025 merupakan forum akademik internasional yang diselenggarakan sebagai wadah pertukaran ilmiah, diskusi, dan kolaborasi bagi para peneliti, akademisi, serta praktisi di bidang bioteknologi medis, farmasi, dan ilmu kesehatan.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) bekerja sama dengan Biotechnology Research Institute, Universiti Malaysia Sabah (UMS). Pada kompetisi ini, Calesta mengangkat topik Analysis of Cadmium (Cd) and Lead (Pb) Levels in Water Samples by Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) at the Lampung Health Laboratory Center yang berhasil meraih predikat Best Paper 2nd ICMBHS 2025.

2. Topik penelitian, metode digunakan, dan kontribusinya

Calesta Adinda, mahasiswi Program Studi S1 Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), berhasil meraih Best Paper pada 2nd International Colloquium in Medical Biotechnology and Health Sciences (ICMBHS) Tahun 2025 (Dok.Unila)

Dalam penelitiannya, Calesta menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Metode ini dipilih karena memiliki sensitivitas tinggi, akurat, selektivitas baik, serta prosedur analisis sudah terstandar sehingga hasil diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Kontribusi utama dari penelitian tersebut adalah memberikan data ilmiah mengenai kadar Cd dan Pb pada air di wilayah tertentu. Data ini diharapkan dapat menjadi dasar pengawasan kualitas air, membantu evaluasi risiko kesehatan, mendukung kebijakan kesehatan lingkungan, serta menjadi referensi bagi penelitian lanjutan relevan di bidang serupa.

Meski demikian, Calesta juga menyadari adanya beberapa keterbatasan dalam penelitian. Keterbatasan tersebut di antaranya jumlah sampel masih terbatas, fokus penelitian hanya pada dua jenis logam, serta cakupan wilayah pengambilan sampel belum luas.

3. Harapan, dan pesan Calesta Adinda

ilustrasi penelitian (pexels.com/Chokniti Khongchum)

Calesta menyampaikan alasan pemilihan topik riset serta harapannya terhadap pengembangan penelitian ini ke depan.

“Saya memilih topik ini karena isu pencemaran logam berat di perairan semakin relevan dengan kondisi lingkungan saat ini. Penelitian ini saya harapkan dapat memberikan gambaran ilmiah mengenai kualitas air serta mendukung upaya pengawasan lingkungan,” ujarnya saat wawancara via WhatsApp, Selasa (6/1/2026)

“Saya berharap penelitian ini dapat dikembangkan dengan jumlah sampel yang lebih besar, analisis parameter logam yang lebih beragam, serta kajian dampak paparan terhadap kesehatan masyarakat,” lanjutnya.

Calesta juga memberikan pesan motivasi bagi mahasiswa lain agar tidak ragu menembus forum ilmiah internasional. Mahasiswi yang Berasal dari Krui, Kabupaten Pesisir Barat, ini menegaskan bahwa latar belakang daerah bukanlah penghalang untuk berprestasi di tingkat global. Menurutnya, keberanian untuk memulai, konsistensi belajar, serta kemauan berdiskusi dan berproses menjadi kunci utama. Dengan usaha berkelanjutan, doa orang tua, dan bimbingan dosen, mahasiswa dari daerah pun memiliki peluang sama untuk tampil dan diakui di forum ilmiah internasional.

Editorial Team