Bus Muatan 18 Penumpang Terjun ke Jurang 50 Meter di Lampung Barat

- Bus muatan 18 penumpang terjun ke jurang 50 meter di Lampung Barat, Senin (13/5/2024) sekitar pukul 03.30 WIB.
- Insiden tersebut hanya mengakibatkan satu korban luka ringan, tanpa korban jiwa.
- Kecelakaan terjadi karena bus tidak bisa melihat jalan akibat kabut tebal, membuatnya masuk ke dalam jurang.
Lampung Barat, IDN Times - Sebuah bus muatan 18 orang penumpang tunggal terjun bebas ke jurang sedalam kurang lebih 50 meter di Pekon Padang Tambak, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, Senin (13/5/2024) sekitar pukul 03.30 WIB.
Insiden kecelakaan tunggal tersebut mengakibatkan seorang korban Endah Rahayuning Sultistyorini (55) mengalami luka-luka ringan, dan tidak ada korban jiwa.
"Iya, telah terjadi laka lantas tunggal bus masuk ke dalam jurang sedalam 50 meter," ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadilah Astutik saat dikonfirmasi.
1. Tidak ada korban jiwa, satu korban luka ringan

Umi melanjutkan, para penumpang bus telah dilakukan evaluasi, sedangkan untuk seorang korban mengalami luka ringan tengah menjalani perawatan medis di Puskesmas Pajar Bulan.
"Alhamdulillah, tidak ada korban mengalami luka serius maupun meninggal dunia atas insiden ini," pungkasnya.
2. Pandangan sopir terhalang kabut tebal

Dijelaskan Umi, peristiwa kecelakaan tunggal ini terjadi pada Bus Mercy Golden Dragon nomor polisi (nopol) BG 7901 LP melintas membawa muatan penumpang berjumlah 18 orang. Kendaraan roda enam ini melaju dari arah Sumber Jaya menuju Liwa.
Setibanya di TKP, bus dikendarai Azhari (32) berjalan menurun tapi dikarenakan kondisi pandangan terhalang kabut tebal, hingga membuat kendaraan melaju lurus menyeberang jalan menuju jurang sebelah kanan jalan.
"Bus ini sempat menabrak pembatasan jalan, kemudian membuat kendaraan masuk ke dalam jurang sedalam kurang lebih 50 meter," terangnya.
3. Para korban sudah dievakuasi dan dijemput keluarga

Pascakejadian kecelakaan, Umi menambahkan, personel Satlantas Polres Lampung Barat langsung menyambangi TKP. Kemudian dibantu warga setempat mengevakuasi sekaligus mengidentifikasi para korban.
"Para korban penumpang telah dijemput pihak keluarga masing-masing, satu korban luka masih dirawat di Puskesmas," tandas Kabid Humas.



















