Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Banyak Pemudik Belum Familiar Ferizy, padahal Sudah Berlaku Sejak 2020

Banyak Pemudik Belum Familiar Ferizy, padahal Sudah Berlaku Sejak 2020
Pemesanan tiket ferizy. (IDN Times/Istimewa).
Share Article

Lampung Selatan, IDN Times - Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi menyatakan, masih banyak masyarakat belum familiar dengan layanan Ferizy. Itu merujuk fakta di lapangan pada masa Angkutan Lebaran 2022 banyak pemudik baru membeli tiket saat tiba di lokasi pelabuhan.

Padahal, 2022 ini tahun ketiga dari implementasi layanan e-ticketing Ferizy sejak diluncurkan tahun 2020. Layanan e-ticketing Ferizy bertujuan untuk mengatur keseimbangan antara kapasitas angkut dengan demand penumpang di setiap pelabuhan sehingga penumpang yang akan menyeberang sesuai dengan kapasitas yang ada di waktu tertentu.

Implementasi Ferizy atur jumlah penumpang sesuai kapasitas angkut kapal

Suasana pemudik pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (7/5/2022). (IDN Times/Martin L Tobing).
Suasana pemudik pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (7/5/2022). (IDN Times/Martin L Tobing).

Sejak implementasi Ferizy 2020 lalu ASDP telah mengatur jumlah penumpang yang datang ke pelabuhan sesuai dengan kapasitas angkut per jam dan per hari nya. Artinya, kendaraan dan penumpang hanya diperbolehkan masuk ke pelabuhan atau check in sesuai dengan waktu yang telah dipilih saat membeli tiket dan kemudian pengguna jasa akan naik ke kapal dengan sistem atau mekanisme first in first out (FIFO).

“Untuk ke depannya, kami harapkan layanan penyeberangan semakin modern atau sama dengan moda transportasi lain seperti kereta api dan pesawat udara dimana jumlah penumpang disesuaikan dengan kapasitas yang ada setiap saat. Segera setelah periode Angkutan Lebaran ini selesai, kami akan memberlakukan kembali penerapan pembatasan kedatangan sesuai tiket,” ujar Ira.

Tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan

Suasana arus balik lebaran di Pelabuhan Bakauheni, Jumat (6/5/2022) malam. (IDN Times/Martin L Tobing).
Suasana arus balik lebaran di Pelabuhan Bakauheni, Jumat (6/5/2022) malam. (IDN Times/Martin L Tobing).

Menurut Ira, ASDP akan terus mengingatkan seluruh pengguna jasa, ke depannya dapat selalu mengatur waktu perjalanan jauh hari dengan reservasi secara mandiri via Ferizy. Tiket dapat dibeli sejak H-60 jelang keberangkatan. Sehingga, aspek keselamatan dan kenyamanan dalam perjalanan penyeberangan dapat lebih terjamin.

"Mohon persiapkan perjalanan kapal ferry dengan baik mengingat tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan, dan pastikan beli tiket ferry hanya di website dan aplikasi FERIZY.com atau di mitra resmi ASDP, yaitu Indomaret, Alfamaret, Agen BRILink dan Agen Finpay. Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan tiket dan memperlancar pelayanan di pelabuhan,” jelas Ira dalam keterangan resmi, Selasa (10/5/2022).

Terkoneksi PeduliLindungi

Ilustrasi aplikasi (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Ilustrasi aplikasi (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Ira menyampaikan, pembelian e-ticketing Ferizy telah terkoneksi langsung dengan aplikasi PeduliLindungi. Manfaatnya, dapat memastikan pengguna jasa telah sesuai dengan ketentuan persyaratan menyeberang.

"Serta dengan melakukan pembelian tiket online, pencatatan manifest terkait hak asuransi semakin akurat," jelasnya.

Ira juga mengapresiasi tinggi kepada para stakeholder atas koordinasi dan kolaborasi yang terjalin baik selama layanan Angkutan Lebaran arus mudik dan balik. Khususnya kepada seluruh penumpang atau pengguna jasa ASDP yang telah tertib dalam melakukan pembelian tiket online Ferizy.

“Alhamdullilah kita telah melewati masa puncak arus balik Lebaran dengan lancar, aman, nyaman dan sehat. Intinya, belajar dari pengalaman arus mudik Merak sebelumnya, kini ASDP dapat mengantisipasi layanan arus balik dengan lebih baik,” katanya.

71,5 persen pemudik Sumatra telah menyeberang ke Jawa

Kondisi arus balik di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (7/5/2022). (IDN Times/Martin L Tobing).
Kondisi arus balik di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (7/5/2022). (IDN Times/Martin L Tobing).

ASDP mencatat, dari H+1 hingga H+6 Lebaran, 71,5 persen pemudik di Sumatra telah kembali menyeberang ke Pulau Jawa. Sebanyak 647 ribu orang dan 147 ribu unit kendaraan dari Pulau Sumatra telah menyeberang menuju Pulau Jawa via Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

Puncak arus balik tercatat terjadi Sabtu (7/5/2022) angka tertinggi penumpang menyeberang lewat Pelabuhan Bakauheni. Meski masih ada pemudik yang menyeberang Senin kemarin imbuhnya, jumlahnya sudah sangat menurun dibanding akhir pekan lalu.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Lampung

See More

Diskon Tarif Kapal Merak-Bakauheni Masa Libur Sekolah, Cek Harganya

08 Jun 2026, 21:01 WIBNews