3 Pelajaran Hidup Berharga Bisa Dipetik selama Bulan Ramadan

- Berpuasa mengajarkan empati terhadap orang yang kurang beruntung
- Situasi kelaparan sementara di bulan Ramadan membuka mata akan kesulitan ekonomi sebagian masyarakat
- Belajar untuk peka dengan keadaan sekitar dan sisihkan rezeki untuk mereka yang membutuhkan bantuan
- Kendalikan keinginan makan berlebih saat berbuka puasa
- Pelajaran penting bahwa sesuatu yang tampaknya sedikit, belum tentu menjadikanmu kekurangan
- Milikilah rasa cukup agar hati menjadi lebih tenteram
Umat Islam yang beriman wajib menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Mereka diwajibkan untuk menahan diri dari rasa lapar, haus, dan segala hal yang dapat membatalkan puasa.
Tentu ini bukan sesuatu yang mudah karena pasti ada berbagai tantangan yang harus dilewati hingga tiba saatnya untuk berbuka. Namun, ternyata berpuasa di bulan Ramadan ini bukan hanya sekadar perwujudan ketaatan terhadap perintah Allah SWT.
Jika kamu mau berpikir, ternyata ada beragam pelajaran hidup berharga yang Allah SWT tunjukkan agar manusia selalu belajar untuk menjadi lebih baik. Nah, apa saja sih pelajaran yang dimaksud? Yuk cari tahu jawabannya dalam artikel ini!
1.Belajar untuk lebih peka terhadap keadaan sulit dialami orang lain

Ketika berpuasa, wajar sekali bila merasa lapar dan haus, terlebih saat sambil beraktivitas di siang hari yang terik. Energi menjadi terbatas, sehingga tubuh merasa mudah lemas. Kalau sudah begini, tentu rasanya ingin segera memasuki waktu Magrib agar bisa berbuka puasa, kan?
Namun, situasi kelaparan yang hanya sementara ini ternyata sudah dirasakan lebih lama oleh orang-orang yang kurang beruntung. Jika kamu merasa lapar di bulan Ramadan, mereka merasa lapar hampir sepanjang tahun.
Kejadian ini bantu membuka mata di luar sana masih banyak saudara yang mengalami kesulitan ekonomi, bahkan untuk sekadar makan sehari-hari saja butuh perjuangan yang keras.
Ramadan mengajarkan berada dalam kesulitan tentu menyiksa. Oleh sebab itu, belajarlah agar lebih peka dengan keadaan sekitar. Sisihkan sebagian rezeki untuk mereka yang membutuhkan bantuan agar turut merasakan kegembiraan.
2.Memiliki rasa cukup dapat membuat hati menjadi tenteram

Tidak dapat dimungkiri bila saat berpuasa, kamu jadi punya keinginan untuk makan lebih banyak dari biasanya saat berbuka nanti. Hal ini semakin diperparah dengan adanya lapar mata saat melihat beragam jenis takjil yang dijajakan oleh para pedagang.
Rasanya ingin membeli sebanyak mungkin agar buka puasa menjadi lebih puas. Lucunya, begitu tiba waktu berbuka, ternyata baru minum dan makan sedikit saja, perut sudah kenyang.
Jika memaksa untuk makan lebih banyak, justru dapat mengakibatkan sakit perut. Nah, ini menjadi satu pelajaran penting bahwa sesuatu yang tampaknya sedikit, belum tentu menjadikanmu kekurangan.
Sebaliknya, hal yang terlalu banyak malah terkadang bisa membuatmu tidak bahagia. Jadi, milikilah rasa cukup agar hati menjadi lebih tenteram.
3.Kesabaran akan membuahkan hasil menggembirakan

Menjalankan ibadah puasa selama satu bulan lamanya bukan pekerjaan mudah. Jika diminta menahan diri dari lapar dan haus, rasanya bukan masalah besar. Namun, bila harus melawan hawa nafsu dan mengendalikan emosi saat keadaan sedang sangat tidak menguntungkan, ini yang bisa bikin kamu kewalahan.
Kendati sama sekali tidak mudah untuk melawan segala macam godaan, kamu tetap harus belajar untuk bersabar. Kendalikan diri agar tidak mudah terbakar emosi, sehingga kamu mampu menguasai keadaan selama bulan Ramadan.
Kesabaran itu akan terbayar tuntas begitu tiba untuk merayakan hari kemenangan. Pengorbananmu berbuah manis dan kini kamu berhasil menjadi manusia yang lebih baik.
Manusia tidak hanya diperintahkan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, tetapi juga merenung dan berpikir. Pasalnya, ada beragam pelajaran hidup berharga yang bisa dipetik dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita sama-sama mampu belajar untuk menjadi pribadi yang semakin baik agar tidak merugi di kemudian hari, ya!