Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rekomendasi Resep Menu Buka Puasa Khas Lampung, Gurih hingga Segar

Rekomendasi Resep Menu Buka Puasa Khas Lampung, Gurih hingga Segar
Seruit (instagram.com/ikan.bakar.pesisir)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Menjelang buka puasa, kuliner khas Lampung jadi pilihan menarik dengan cita rasa gurih dan segar, menghadirkan suasana berbuka yang lebih istimewa bagi masyarakat setempat.
  • Beberapa menu populer antara lain dadar sap yang manis-gurih, gulai kulak kukut berbahan jamur liar bersantan, serta gulai taboh berisi udang dan sayuran berkuah rempah.
  • Untuk minuman segar ada serbat kweni berbasis mangga kweni, sementara hidangan seruit menghadirkan perpaduan ikan bakar, sambal tempoyak, dan jeruk kunci khas Lampung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Menjelang waktu berbuka, pilihan menu sering kali jadi hal yang paling ditunggu. Di Lampung, momen ini terasa lebih spesial karena ada banyak hidangan khas yang selalu berhasil menggugah selera setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Mulai dari makanan berkuah hangat hingga camilan gurih yang cocok jadi takjil, kuliner khas Lampung punya cita rasa yang kuat dan bikin rindu. Buat kamu yang ingin mencoba menu buka puasa berbeda, beberapa hidangan khas daerah ini bisa jadi rekomendasi menarik untuk disantap saat azan magrib berkumandang.

Berikut rekomendasi resep menu buka puasa khas Lampung bisa kamu coba di rumah.

1. Dadar sap

Ilustrasi takjil (freepik.com/freepik)
Ilustrasi takjil (freepik.com/freepik)

Bosen sama jajanan takjil yang itu-itu aja? Dadar sap khas Lampung ini bisa jadi camilan sederhana untuk buka puasa lho. Sekilas tampilannya mirip dadar tipis atau pancake, namun cara penyajiannya yang dioles mentega dan ditaburi gula pasir membuat rasanya gurih sekaligus manis.

Camilan ini sering disajikan hangat, sehingga cocok jadi teman berbuka puasa setelah seharian menahan lapar. Meski terlihat sederhana, dadar sap punya tekstur lembut dengan bagian pinggir yang sedikit renyah saat dimasak hingga kecokelatan.

Aroma mentega yang berpadu dengan taburan gula pasir juga membuat rasanya semakin nikmat. Tak heran, jajanan tradisional ini kerap menjadi favorit karena bahannya mudah ditemukan dan cara membuatnya pun praktis.

Bahan-bahan (3 porsi) :

  • 5 sendok makan tepung terigu
  • 1 sendok makan sagu
  • 1 butir telur
  • Air secukupnya
  • Gula pasir secukupnya
  • Mentega secukupnya
  • Garam secukupnya

Cara membuat:

  1. Siapkan semua bahan. Kocok lepas telur, lalu tambahkan tepung terigu, sagu, dan sedikit garam. Aduk hingga tercampur rata.
  2. Tuangkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan menjadi agak kental dan tidak terlalu cair.
  3. Panaskan wajan dan tambahkan sekitar satu sendok makan mentega. Tuang kurang lebih lima sendok makan adonan, lalu ratakan seperti membuat dadar tipis.
  4. Masak hingga bagian bawah berwarna kecokelatan, kemudian angkat dan letakkan di piring.
  5. Selagi masih panas, olesi permukaan dadar dengan sedikit mentega lalu taburi gula pasir sesuai selera. Lipat dadar menjadi bentuk segitiga. Ulangi hingga adonan habis, lalu sajikan selagi hangat.
  6. Dadar sap paling nikmat disantap dalam kondisi hangat saat mentega masih meleleh dan gula pasir perlahan larut di permukaannya. Perpaduan rasa manis, gurih, dan tekstur lembut membuat camilan khas Lampung ini cocok dijadikan menu takjil sederhana di rumah.

2. Gulai kulak kukut

Ilustrasi Gulai kulak kukut  (instagram.com/aerofrontonecabinlampung)
Ilustrasi Gulai Kulak Kukut (instagram.com/aerofrontonecabinlampung)

Gulai kulak kukut adalah hidangan tradisional Lampung yang mungkin belum banyak dikenal, tetapi punya cita rasa yang khas. Berbeda dari gulai pada umumnya yang menggunakan daging atau ikan, masakan ini justru memakai kulak kukut, sejenis jamur liar yang biasanya tumbuh di batang kayu lapuk seperti jati atau rambung.

Teksturnya kenyal dengan rasa gurih alami, sehingga cocok dimasak dengan kuah santan berbumbu rempah. Dalam sajian gulai kulak kukut, jamur tersebut dipadukan dengan bahan lain seperti petai dan labu parang.

Perpaduan ini menghasilkan rasa yang unik: gurih dari santan, sedikit pahit khas petai, serta manis lembut dari labu. Hidangan ini biasanya dimasak dengan bumbu rempah sederhana, tetapi aromanya sangat menggugah selera dan paling nikmat disantap bersama nasi hangat.

Bahan-bahan :

  • ¼ potong labu parang atau labu merah, potong dadu
  • 250 gram jamur kulak kukut (jamur krikit), rendam sekitar 1 jam lalu tumbuk setengah halus
  • 1 papan petai, kupas
  • 1 butir kelapa tua, ambil santannya
  • 3 lembar daun salam
  • 1 ruas lengkuas, memarkan
  • Minyak secukupnya
  • Bumbu halus:
  • 10 butir kemiri
  • 5 butir bawang merah
  • 10 buah cabai merah
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya

Cara membuat :

  1. Panaskan minyak, lalu tumis bumbu halus bersama daun salam dan lengkuas hingga harum.
  2. Masukkan jamur kulak kukut dan petai, lalu aduk hingga tercampur rata.
  3. Tuangkan santan, masak sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.
  4. Tambahkan potongan labu parang, kemudian masak hingga semua bahan matang dan kuah sedikit mengental.
  5. Angkat dan sajikan gulai kulak kukut selagi hangat bersama nasi.
  6. Meski tergolong makanan tradisional yang sederhana, gulai kulak kukut mencerminkan kekayaan kuliner masyarakat Lampung yang memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar mereka. Rasanya yang gurih dan aromanya yang kuat membuat hidangan ini cocok dijadikan menu makan bersama keluarga, termasuk saat berbuka puasa.

3. Gulai taboh

Gulai Taboh (instagram.com/cikwo.kulinerlampung)
Gulai Taboh (instagram.com/cikwo.kulinerlampung)

Biar menu buka puasa kamu makin beragam, yuk cobain masakan khas Lampung Gulai Taboh. Sekilas tampilannya mirip sayur berkuah santan, tetapi cita rasanya jauh lebih kaya karena memadukan berbagai bahan seperti udang, sayuran, serta rempah-rempah khas Nusantara.

Kuahnya yang gurih dengan aroma serai, lengkuas, dan daun salam membuat hidangan ini terasa hangat dan menggugah selera. Biasanya gulai taboh disajikan sebagai lauk pendamping nasi hangat.

Isinya pun beragam, mulai dari udang, jagung, ubi rambat hingga kacang panjang yang membuat rasanya semakin lengkap. Perpaduan santan yang gurih, sedikit pedas dari cabai, serta aroma segar daun kemangi menjadikan masakan tradisional Lampung ini cocok dinikmati bersama keluarga.

Bahan-bahan :

  • 300 gram udang sedang, kupas dan sisakan ekornya
  • 100 gram ubi rambat kuning, potong dadu ukuran 2x2 cm
  • 100 gram jagung muda, iris serong
  • 100 gram kacang panjang, potong sekitar 2 cm
  • 100 gram jagung manis, pipil
  • 1 genggam daun kemangi
  • 1000 ml santan (dari 1 butir kelapa)
  • 4 buah cabai merah, iris serong
  • 2 lembar daun salam
  • 1 batang serai, memarkan
  • ½ ruas lengkuas, memarkan
  • ½ sendok teh terasi
  • ½ sendok teh garam
  • Gula pasir secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya untuk menumis

Cara membuatnya :

  1. Didihkan santan bersama daun salam, serai, lengkuas, dan terasi sambil diaduk perlahan agar santan tidak pecah.
  2. Masukkan jagung manis pipil, ubi rambat, garam, dan gula pasir. Masak hingga ubi setengah matang.
  3. Sementara itu, panaskan sedikit minyak lalu tumis cabai merah hingga harum. Masukkan udang dan masak hingga berubah warna. Tuangkan tumisan udang ke dalam rebusan santan, lalu aduk hingga tercampur rata. Masukkan jagung muda dan kacang panjang, masak hingga semua bahan matang.
  4. Terakhir, tambahkan daun kemangi, aduk sebentar lalu angkat. Gulai taboh paling nikmat disajikan selagi hangat bersama nasi putih. Perpaduan rasa gurih, pedas, dan aroma rempah membuat hidangan ini menjadi salah satu kuliner tradisional Lampung yang sayang untuk dilewatkan.

4. Serbat Kweni

es serbat kweni (instagram.com/dunialoka.id)
es serbat kweni (instagram.com/dunialoka.id)

Setelah puasa seharian minum yang segar-segar pastinya bikin tenggorokan lega. Kamu bisa coba buat minuman tradisional cukup populer di Lampung ini. Adalah serbat kweni.

Minuman ini memanfaatkan buah kweni yang matang dengan aroma harum khas dan rasa manis sedikit asam. Dipadukan dengan es batu serta biji selasih, serbat kweni menghadirkan sensasi segar yang langsung mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Selain rasanya yang menyegarkan, cara membuat serbat kweni juga tergolong sederhana. Kamu bisa mengolahnya dengan cara diblender agar teksturnya lebih lembut, atau membuat versi tradisional dengan rebusan gula aren dan jahe yang memberikan rasa hangat sekaligus manis alami.

Bahan-bahan :

  • 3 buah mangga kweni matang
  • 4 sendok makan biji selasih, rendam dengan air panas
  • 250 ml air
  • 250 ml air gula putih
  • Es batu secukupnya

Cara membuat :

  1. Kupas buah kweni lalu potong dadu.
  2. Blender sebagian buah kweni bersama air gula hingga halus.
  3. Siapkan gelas, lalu tuangkan jus kweni yang sudah diblender.
  4. Tambahkan es batu dan potongan buah kweni segar.
  5. Masukkan biji selasih yang sudah direndam.
  6. Aduk perlahan, lalu serbat kweni siap disajikan.

5. Seruit

Potret seruit khas Lampung (Instagram/seruit.buklin)
Potret seruit khas Lampung (Instagram/seruit.buklin)

Buka puasa dengan menu seruit khas Lampung? Dijamin bikin nafsu makan kamu meningkat deh. Apalagi kalau di makan rame-rame karena menu satu ini dentik dengan kebersamaan.

Hidangan ini biasanya terdiri dari ikan bakar atau ikan goreng yang dicampur dengan sambal terasi dan tempoyak (fermentasi durian). Perpaduan rasa gurih dari ikan, pedas dari sambal, serta sedikit asam segar dari jeruk kunci membuat seruit terasa khas dan menggugah selera.

Seruit biasanya disantap bersama nasi hangat dan lalapan seperti timun, terong, atau daun kemangi. Tak jarang, hidangan ini juga dimakan bersama-sama dalam satu wadah besar saat berkumpul bersama keluarga atau teman.

Bahan-bahan :

  • 2 ekor ikan (nila atau ikan sungai), bakar atau goreng
  • 3 sendok makan tempoyak
  • 5 buah cabai rawit
  • 2 siung bawang merah
  • 1 siung bawang putih
  • ½ sendok teh terasi
  • Garam secukupnya
  • 1 buah jeruk kunci

Cara membuat:

  1. Haluskan cabai rawit, bawang merah, bawang putih, terasi, dan garam.
  2. Campurkan bumbu halus dengan tempoyak, lalu aduk hingga merata.
  3. Suwir atau potong ikan bakar, kemudian campurkan dengan sambal tempoyak.
  4. Tambahkan perasan jeruk kunci agar rasanya lebih segar. Seruit siap disajikan bersama nasi hangat dan lalapan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest Food Lampung

See More