Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tumbang dari Bhayangkara FC, Pelatih Isenmulang FC Kecewa Wasit

Bandar Lampung
3 min read
Tumbang dari Bhayangkara FC, Pelatih Isenmulang FC Kecewa Wasit
Pelatih Isenmulang Kalteng FC, Mundari Karya menjalani konferensi pers pascapertandian lawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda. (IDN Times/Tama Yudha. Wiguna).
  • Isenmulang Kalteng FC kalah 0-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ketiga Super League 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung.
  • Pelatih Mundari Karya kecewa terhadap keputusan wasit Yudi Nurcahya yang dinilainya beberapa kali menghentikan peluang serangan balik dan momentum transisi Isenmulang.
  • Mundari menilai gol pertama turut mengganggu konsentrasi tim saat pemainnya berada di luar lapangan, tetapi tetap mengapresiasi perjuangan pemain dan meminta mereka beradaptasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Pelatih Isenmulang Kalteng FC, Mundari Karya mengaku kecewa terhadap kepemimpinan wasit Yudi Nurcahya saat timnya menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ketiga kompetisi Super League 2025/2026.

Pertandingan kedua tim berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, PKOR Way Halim, Kota Bandar Lampung, Sabtu (19/9/2026) malam berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Mundari menilai, laga berjalan menarik karena kedua tim mampu menampilkan permainan yang bagus. Namun, ia mempertanyakan sejumlah keputusan wasit yang dinilai menghentikan momentum serangan balik timnya.

Menurutnya, Isenmulang Kalteng FC memiliki sejumlah peluang untuk melakukan serangan balik. Kendati momentum tersebut beberapa kali terhenti akibat keputusan wasit.

"Pertandingannya bagus sekali hari ini. Cuma saya pertanyakan kepemimpinan wasit. Terus terang saya agak kecewa dengan kepemimpinan wasit," ujar Mundari dalam konferensi pers seusai pertandingan.

  1. 1. Soroti momen transisi

    IMG-20260919-WA0019.jpg
    Pelatih Isenmulang Kalteng FC, Mundari Karya menjalani konferensi pers pascapertandian lawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda. (IDN Times/Tama Yudha. Wiguna).

    Mundari melanjutkan, timnya telah menunjukkan banyak perubahan, termasuk dalam mengantisipasi serangan melalui bola-bola crossing dari Bhayangkara Presisi Lampung FC. Namun, ia menyayangkan sejumlah momen serangan balik timnya justru terhenti.

    "Jadi banyak serangan-serangan balik yang kita harus lakukan, ada kesempatan tapi di-stop. Nah, ini yang menjadi pertanyaan," katanya.

    Mundari juga menyoroti momen transisi yang menurutnya penting dalam pertandingan sepak bola. Ia menyebut peluang mencetak gol kerap lahir, ketika sebuah tim mampu memanfaatkan situasi transisi dengan cepat.

    "Kalau di dalam sepak bola itu ada momen namanya transisi. Banyak gol itu terjadi di dalam situasi transisi. Banyak momen-momen itu tadi yang sayang, menurut saya, pada saat kita punya momen banyak di-stop," jelasnya.

  2. 2. Pemain sempat kehilangan konsentrasi

    IMG-20260919-WA0014.jpg
    Pertandingan kedua tim berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, PKOR Way Halim, Kota Bandar Lampung, Sabtu (19/9/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

    Mundari juga menyinggung proses terjadinya gol pertama yang menurutnya turut dipengaruhi situasi ketika salah satu pemain Isenmulang berada di luar lapangan. Ia menilai, pemainnya hampir dua menit berada di luar lapangan, sehingga kondisi tersebut dinilai mengganggu konsentrasi tim.

    "Gol pertama juga seperti itu. Kalau hitungan waktu kita hampir dua menit pemain saya di luar. Jadi seperti inilah yang menjadi fokus pemain tadi terganggu," ungkapnya.

    Menurut Mundari, situasi tersebut dapat memengaruhi konsentrasi pemain ketika pertandingan berlangsung. "Karena kepemimpinan wasit yang kadang-kadang merubah, merusak konsentrasi pemain," lanjut dia.

  3. 3. Mundari tetap apresiasi perjuangan pemain

    IMG-20260919-WA0017.jpg
    Pelatih Isenmulang Kalteng FC, Mundari Karya menjalani konferensi pers pascapertandian lawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda. (IDN Times/Tama Yudha. Wiguna).

    Terlepas dari kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit, Mundari mengaku tetap bangga dengan perjuangan para pemain Isenmulang Kalteng FC. Ia mengatakan, para pemain harus belajar dan beradaptasi dengan berbagai situasi yang muncul selama pertandingan.

    "Secara keseluruhan saya bangga dengan pemain. Tetapi memang mereka harus belajar, harus beradaptasi dengan situasi seperti ini," kata dia.

    Mundari berharap pada pertandingan selanjutnya Isenmulang Kalteng FC mendapatkan kepemimpinan wasit yang dinilainya lebih baik sehingga jalannya pertandingan dapat berlangsung menarik dan kompetitif.

    "Kita berharap di pertandingan ke depan kita juga dipimpin oleh wasit yang bagus, sehingga pertandingan itu sangat menarik," imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More