Gagal Menang di Sleman, Pelatih Soroti Penyelesaian Akhir Bhayangkara

Bhayangkara Presisi Lampung FC bermain imbang 1-1 melawan PSS Sleman pada pekan kesembilan Super League 2026/2027 setelah gagal memaksimalkan sejumlah peluang.
Pelatih Oscar Bruzon menilai jadwal padat memengaruhi kondisi fisik tim, sementara gol lawan dari bola mati dan perubahan formasi membuat permainan Bhayangkara lebih sulit berkembang.
Bhayangkara akan memanfaatkan jeda FIFA Matchday untuk mengevaluasi penyelesaian akhir serta organisasi bertahan dan menyerang setelah sempat tertinggal 1-0.
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Oscar Bruzon, mengakui timnya belum mampu tampil maksimal setelah gagal memanfaatkan sejumlah peluang dalam pertandingan melawan PSS Sleman pada pekan kesembilan Super League 2026/2027, Minggu (8/11/2026).
Pertandingan dengan skor akhir 1-1 tersebut, Oscar menyebut kondisi fisik pemain yang harus menjalani jadwal pertandingan cukup padat menjadi salah satu tantangan.
Bhayangkara sebelumnya baru bertanding di ajang I.League Cup Rabu lalu dan langsung kembali menjalani pertandingan Super League.
Menurutnya, Bhayangkara sebenarnya berpeluang mendapatkan hasil berbeda jika mampu memaksimalkan kesempatan yang tercipta, terutama peluang satu lawan satu dengan penjaga gawang pada babak pertama.
"Kami seharusnya bisa mendapatkan hasil berbeda jika mampu menyelesaikan peluang satu lawan satu dengan kiper pada babak pertama," ujarnya.
1. Oscar Bruzon tak menyangka kebobolan dari situasi bola mati

Pertandingan Bhayangkara Lampung FC vs PSS Sleman. (Dok. Bhayangkara Lampung FC) Oscar juga menyoroti gol yang bersarang ke gawang Bhayangkara melalui situasi bola mati. Padahal, menurutnya, tim sudah menjalani persiapan khusus untuk mengantisipasi skema tersebut sepanjang pekan.
Ia mengaku tidak menyangka lawan mampu mencetak gol melalui situasi tersebut. Selain itu, perubahan strategi dari formasi 5-3-2 menjadi 4-3-3 turut menghadirkan tantangan tersendiri bagi tim.
Oscar menjelaskan, setelah perubahan formasi dilakukan, lawan cenderung menunggu dan memanfaatkan serangan balik. Situasi tersebut membuat Bhayangkara kesulitan mengembangkan permainan.
2. Manfaatkan jeda FIFA Matchday untuk evaluasi

Laga tandang Bhayangkara FC vs Dewa United. (IDN Times/Muhaimin) Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Oscar tetap mengapresiasi penampilan tim lawan. Ia memastikan Bhayangkara akan memanfaatkan jeda FIFA Matchday untuk melakukan evaluasi. Terutama dalam meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir dan memperbaiki organisasi permainan.
Menurutnya, Bhayangkara sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang. Namun, kesempatan tersebut belum berhasil dikonversi menjadi gol.
"Kami tahu mendapatkan sejumlah peluang, tetapi tidak mampu mengonversinya menjadi gol. Kami akan melakukan evaluasi ke depan, baik dari sisi bertahan maupun menyerang," katanya.
3. Akui pertandingan berat

Bhayangkara Lampung FC saat bertanding vs PSS Sleman. (Dok. Bhayangkara Lampung FC) Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sani Rizki mengakui pertandingan tersebut berjalan cukup berat. Ia bersyukur timnya masih mampu menghindari kekalahan setelah lebih dahulu tertinggal.
"Pertandingan ini cukup berat bagi kami karena sempat tertinggal 1-0. Mungkin kami harus bersyukur tidak kalah di sini. Ke depannya, kami akan melakukan evaluasi dan berharap pertandingan berikutnya bisa mendapatkan hasil maksimal," ujar Sani.


















