Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bhayangkara FC Sudah Kebobolan 8 Gol, Pelatih Sorot Konsistensi Pemain
Bhayangkara Presisi Lampung FC. (IDN Times/Tangkapan Layar).
  • Bhayangkara Presisi Lampung FC meraih satu kemenangan dan empat hasil imbang dari lima laga Super League 2026/2027, mencetak 10 gol, kebobolan 8 gol, serta berada di peringkat kedelapan.
  • Pelatih Oscar Bruzon menilai permainan menyerang membuka ruang serangan balik lawan. Ia menegaskan kebobolan menjadi tanggung jawab seluruh tim, terutama saat kehilangan bola.
  • Menjelang laga kandang melawan PSIM Yogyakarta, Bhayangkara membidik tiga poin. Tim berharap dukungan suporter Lampung sambil menjaga agresivitas menyerang dan disiplin bertahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Bhayangkara Presisi Lampung FC sudah melakoni lima laga kompetisi Super League 2026/2027. Dari lima laga tersebut, tim bermarkas di Stadion Sumpah Pemuda Bandar Lampung ini menang satu kali dan seri empat kali.

Saat ini Bhayangkara FC bertengger di peringkat delapan sementara. Apabila merujuk statistik, tim berjuluk The Guardians Of Saburai ini memasukkan sepuluh gol dan kebobolan delapan gol.

Terkait kemasukan delapan gol disorot Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC Oscar Bruzon. Ia tak menampik lini pertahanan tim asuhannya masih perlu diperbaiki.

1. Skema penyerangan ada risiko

Potret skuad Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Madura United di Stadion Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Jumat (16/10/2026) malam. (Instagram/@bhayangkarafc)

Menurut Oscar, intensitas tinggi skema permainan menyerang Bhayangkara tercermin dari sepuluh gol dimasukkan ke gawang lawan. Dari lima laga telah dijalani, tim selalu mencetak gol.

Tim ini juga berusaha mendominasi permainan dan menekan lawan hingga ke area pertahanan mereka. Namun, pendekatan menyerang tersebut memiliki risiko.

"Ketika terlalu banyak pemain terlibat dalam membangun serangan, lawan bisa memanfaatkan ruang yang terbuka untuk melancarkan serangan balik," jelas Oscar saat Pre Match Press Conference di Stadion Pahoman Bandar Lampung, Senin (19/20/2026).

2. Kebobolan tidak hanya dibebankan ke pemain bertahan

Potret skuad Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Madura United di Stadion Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Jumat (16/10/2026) malam. (Instagram/@bhayangkarafc)

Oscar menilai, persoalan kebobolan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada pemain bertahan saja. Seluruh pemain harus menjaga konsistensi, termasuk ketika kehilangan penguasaan bola.

Merujuk hal itu, tim pelatih telah melakukan sejumlah perbaikan melalui sesi latihan sebagai persiapan menghadapi PSIM Yogyakarta digelar besok. Bhayangkara diharapkan mampu mempertahankan agresivitas saat menyerang sekaligus lebih disiplin ketika kehilangan bola.

3. Kembali bermain di kandang, Bhayangkara FC harapkan dukungan suporter

Bhayangkara Presisi Lampung FC vs Isenmulang Kalteng FC. Laga dimainkan di Stadion Sumpah Pemuda, Sabtu (19/9/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Setelah menjalani rangkaian pertandingan tandang di Pulau Jawa, Bhayangkara Presisi Lampung FC akhirnya kembali bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Oscar mengaku senang dengan perkembangan performa tim, meski masih ada sejumlah hasil pertandingan yang disesalkan karena Bhayangkara belum mampu meraih poin penuh saat menghadapi Dewa United, Arema, dan Madura United.

Ia berharap, pertandingan kandang melawan PSIM bisa menjadi kesempatan untuk memperbaiki hasil sekaligus memperkuat hubungan antara klub dan suporter. Menurut Oscar, dukungan masyarakat Lampung memiliki arti penting bagi perjuangan tim di lapangan.

"Kami berharap para suporter ramai datang langsung ke stadion untuk memberikan semangat kepada para pemain," kata Oscar.

4. Wahyu Subo Seto ingin Bhayangkara raih tiga poin

Pertandingan antara Arema FC Vs Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (10/10/2026). (Instagram/@bhayangkarafc).

Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC, Wahyu Subo Seto, menegaskan timnya harus tetap fokus menghadapi PSIM. Ia mengingatkan rekan-rekannya agar tidak meremehkan lawan yang sedang mengalami masa sulit.

Menurut Wahyu, situasi tersebut justru bisa membuat PSIM tampil lebih gigih untuk mendapatkan hasil positif. Ia juga menekankan pentingnya kerja keras dan menjaga mentalitas bertanding sepanjang laga.

Baginya, Bhayangkara harus berjuang maksimal demi mencapai target yang telah ditetapkan. "Kita gak mau kalah atau seri, kita ingin tiga poin," tegas Wahyu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article