Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Video Satwa Viral, BKSDA Gercep Evakuasi Empat Hewan di Bumi Kedaton
Petugas KSDA Wilayah III Lampung mengevakuasi satwa di Lembaga Konservasi (LK) Taman Satwa Bumi Kedaton Resort. (Dok. BKSDA Bengkulu).
  • BKSDA Bengkulu melalui KSDA Lampung mengevakuasi satwa dari Taman Satwa Bumi Kedaton pada 16 Oktober 2026, sebagai tindak lanjut penyerahan oleh pengelola.

  • Setelah penilaian cepat, dua merak hijau, satu monyet ekor panjang, dan satu owa sumatera dipindahkan ke PPS Lampung dengan mempertimbangkan keamanan, medis, dan minimisasi stres.

  • Satu beruk serta satu monyet ekor panjang yang sakit tetap dikarantina di Bumi Kedaton; evakuasi ini dilakukan setelah video dugaan satwa kehausan dan kelaparan viral di media sosial.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu melalui Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Lampung bergerak memonitoring dan mengevakuasi satwa di Lembaga Konservasi (LK) Taman Satwa Bumi Kedaton Resort, Bandar Lampung, Jumat (16/10/2026).

Kepala Balai KSDA Bengkulu, Agung Nugroho mengatakan, proses evakuasi dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan satwa, serta mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kebutuhan penanganan masing-masing individu dengan prinsip kehati-hatian.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut penyerahan satwa oleh pihak pengelola, sekaligus sebagai bagian dari upaya perlindungan satwa dan pemenuhan aspek kesejahteraannya," ujar Agung dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).

1. Empat satwa sudah dibawa ke PPS Lampung

Petugas KSDA Wilayah III Lampung mengevakuasi satwa di Lembaga Konservasi (LK) Taman Satwa Bumi Kedaton Resort. (Dok. BKSDA Bengkulu).

Sebelum dilakukan pemindahan, Agung menjelaskan, tim terlebih dahulu melaksanakan penilaian cepat atau rapid assessment terhadap kondisi satwa untuk menentukan kesiapan satwa untuk dipindahkan.

Termasuk kebutuhan penanganan medis, serta memastikan proses evakuasi berlangsung dengan aman, meminimalkan stres, dan mencegah risiko cedera, baik pada satwa maupun petugas.

"Berdasarkan hasil penilaian, dari total enam individu satwa yang menjadi objek penanganan, sebanyak empat individu dievakuasi ke PPS Lampung. Satwa yang dipindahkan terdiri atas dua ekor merak hijau, satu ekor monyet ekor panjang, dan satu ekor Owa Sumatera," jelasnya.

2. Satu ekor beruk dan monyet ekor panjang masih di Bumi Kedaton

Petugas KSDA Wilayah III Lampung mengevakuasi satwa di Lembaga Konservasi (LK) Taman Satwa Bumi Kedaton Resort. (Dok. BKSDA Bengkulu).

Dua individu satwa lainnya, yaitu satu ekor beruk dan satu ekor monyet ekor panjang disebut belum dapat dipindahkan ke PPS Lampung karena sedang dalam kondisi sakit.

Sehingga untuk sementara, kedua satwa tersebut tetap menjalani karantina di LK PT Bumi Kedaton agar memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya. Sekaligus mencegah potensi penularan penyakit kepada satwa lain telah berada di PPS Lampung.

"Keputusan untuk tidak memindahkan kedua satwa yang sedang sakit merupakan bagian dari pertimbangan medis dan prinsip kehati-hatian. Penanganan satwa harus disesuaikan dengan kondisinya. Keselamatan dan kesehatan satwa menjadi prioritas, sehingga setiap tindakan harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan rekomendasi dokter hewan dan penanganan yang tepat,” jelas Agung.

3. Bukan sekadar memindahkan satwa ke tempat baru

Petugas KSDA Wilayah III Lampung mengevakuasi satwa di Lembaga Konservasi (LK) Taman Satwa Bumi Kedaton Resort. (Dok. BKSDA Bengkulu).

Dalam upaya ini, BKSDA Bengkulu menegaskan, penyelamatan bukan sekadar memindahkan satwa ke tempat baru. Sebab, dalam prosesnya diperlukan tanggung jawab dan komitmen bersama untuk memastikan keselamatan serta kesejahteraan satwa tetap terjaga.

Selain itu, setiap satwa memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda sehingga penanganannya harus dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab. "Harapan kita, satwa yang ditangani dapat menjalani proses pemulihan dan rehabilitasi dengan baik, sehingga nantinya dapat dipertimbangkan, untuk dikembalikan ke habitat alaminya sesuai hasil evaluasi dan ketentuan yang berlaku," ucap Agung.

Melalui kegiatan tersebut, BKSDA Bengkulu bersama para pihak terkait terus mendorong pelaksanaan penanganan satwa yang mengedepankan prinsip kehati-hatian, kesejahteraan satwa, dan tanggung jawab konservasi.

"Sinergi antarlembaga diharapkan dapat mendukung upaya perlindungan keanekaragaman hayati serta memastikan setiap satwa memperoleh penanganan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing," imbuh Agung.

4. Diawal konten viral di medsos

Tangkap layar konten pengunjung memberikan minuman kepada satwa siamang kehausan di Taman Wisata Bumi Kedaton, Bandar Lampung. (IDN Times/Istimewa).

Diketahui, upaya evakuasi tersebut merupakan tindak lanjut pascarekaman video memperlihatkan satwa di Taman Satwa Bumi Kedaton Jalan W.A Rahman, Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung diduga kehausan hingga kepalaran viral di media sosial (Medsos).

Dari unggahan konten dilihat IDN Times, rekaman video berdurasi singkat memperlihatkan seekor hewan berbulu hitam diduga siamang tampak berada di dalam sebuah kandang besi.

Hewan tersebut terlihat kehausan dan mendekati celah jeruji besi, untuk meminum air mineral secara langsung dari botol plastik disodorkan oleh seseorang dari luar kandang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article