- Potensi kenaikan permintaan agregat yang didorong oleh kenaikan UMP tahun 2024 serta berlanjutnya penyaluran bansos
- Berlanjutnya ketidakpastian global berpotensi mendorong peningkatan harga emas dunia.
Ternyata Ini Pemicu Inflasi Lampung Februari 2024 Sebesar 0,39 Persen

- Inflasi Februari 2024 di Lampung mencapai 0,39%, lebih tinggi dari deflasi Januari 2024 sebesar 0,19%.
- Kenaikan harga komoditas seperti beras, cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras menjadi pemicu inflasi.
- Bank Indonesia memprakirakan inflasi tetap terjaga pada rentang sasaran hingga akhir tahun 2024.
- Faktor pemicu inflasi termasuk kenaikan permintaan agregat dan ketidakpastian global yang berpotensi mendorong peningkatan harga emas dunia.
- Risiko gagal panen pada komoditas hortikultura dan terbatasnya ketersediaan beras juga dapat memic
Bandar Lampung, IDN Times - Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan empat kabupaten/kota di Provinsi Lampung Februari 2024 tercatat mengalami inflasi 0,39 persen (mtm). Inflasi itu lebih tinggi dibandingkan periode Januari 2024 mengalami deflasi 0,19 persen (mtm).
Secara tahunan, inflasi gabungan empat kabupaten/kota di Provinsi Lampung Februari 2024 tercatat sebesar 3,28 persen (yoy) dan berada dalam sasaran inflasi 2024 sebesar 2,5±1 persen.
1. Pemicu inflasi Februari 2024

Dilihat dari sumbernya, inflasi Februari 2024 didorong kenaikan harga beberapa komoditas seperti: beras, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan cabai rawit. Andil komoditas itumasing-masing sebesar 0,31 persen; 0,15 persen; 0,06 persen; 0,04 persen; dan 0,04 persen.
Peningkatan harga beras didorong penurunan pasokan sejalan dengan pergeseran masa tanam akibat El Nino 2023 berimplikasi pada mundurnya masa panen. Selain itu, kelangkaan stok beras di sejumlah pasar modern turut memengaruhi kenaikan
harga beras.
Kenaikan harga aneka cabai disebabkan oleh penurunan pasokan di sejumlah wilayah sentra produksi (Tulang Bawang Barat, Lampung Selatan, dan Pringsewu) akibat serangan jamur dan hama pada saat musim hujan. Selain itu, kenaikan harga aneka cabai di Lampung juga turut dipengaruhi kenaikan harga cabai rawit dari Sukabumi, selaku
salah satu pemasok utama cabai untuk Provinsi Lampung.
Sedangkan kenaikan harga telur dan daging ayam ras dipengaruhi kenaikan harga pakan ternak. Diketahui, harga jagung untuk peternak di Lampung pada Februari terpantau meningkat menjadi Rp6.729 dari Rp6.537 pada bulan sebelumnya.
2. Ada komoditas alami deflasi

Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami deflasi antara lain, tomat, bawang putih, bawang merah, kacang panjang dan cumi-cumi. Andil masing-masing sebesar -0,08 persen; -0,04 persen; -0,03 persen; -0,03 persen; dan -0,02 persen.
Penurunan harga komoditas tersebut disebabkan melimpahnya pasokan pada periode panen di beberapa sentra produksi di tengah permintaan yang stabil dan kenaikan kuota impor khusus bawang putih menjelang HBKN Ramadhan. Harga bawang merah di Tegal pada Februari tercatat menurun menjadi Rp27.500 dari Rp35.000 pada bulan sebelumnya.
3. Upaya mitigasi risiko

Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan inflasi IHK gabungan
empat kabupaten /kota di Provinsi Lampung akan tetap terjaga pada rentang sasaran
inflasi 2,5±1 persen (yoy) sampai dengan akhir tahun 2024. Namun, diperlukan upaya mitigasi
risiko-risiko, antara lain:
Inflasi Inti
Inflasi Volatile Food (VF)
- Risiko meningkatnya gagal panen pada komoditas hortikultura yaitu aneka cabai dan bawang pada periode tanam
- Risiko terbatasnya ketersediaan beras akibat mundurnya puncak produksi padi akibat El Nino
- Meningkatnya harga referensi minyak kelapa sawit pada awal tahun.
Inflasi Administered Prices (AP)
- Ketidakpastian kondisi perang di Timur Tengah berisiko menyebabkan revisi ke atas harga minyak dan gas dunia tahun 2024
- Potensi kenaikan harga aneka rokok sejalan dengan kenaikan tarif cukai rokok tahun 2024 sebesar 10% dan rokok elektrik sebesar 15 persen.
4. Terapkan strategi 4K

Meninjau perkembangan inflasi bulan berjalan dan mempertimbangkan risiko inflasi ke depan, Bank Indonesia dan TPID akan terus berupaya menjaga stabilitas harga.
Adapun strategi 4K yang ditempuh adalah sebagai berikut :
Keterjangkauan harga
- Melakukan operasi pasar beras/SPHP secara kontinyu hingga harga kembali turun
sampai dengan HET - Melakukan monitoring harga dan pasokan pada komoditas-komoditas tententu:
- Komoditas yang perlu diwaspadai kenaikan harganya: beras, telur ayam, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, minyak goreng, dan gula pasir
- Komoditas yang relatif terjaga, namun masih memiliki risiko kenaikan harga: bawang putih dan daging ayam
Ketersediaan pasokan
- Memperkuat dan memperluas Kerjasama Antar Daerah (KAD) Intra Provinsi Lampung, utamanya untuk komoditas yang sering bergejolak di Kota IHK.
- Berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk mempercepat
penanaman padi, optimalisasi peran bendungan, pendistribusian bibit yang cukup
resisten terhadap kekeringan, dan pendistribusian traktor/alsintan.
Kelancaran distribusi
- Memastikan kelancaran transportasi untuk memastikan kecukupan kapasitas dan
jumlah moda transportasi untuk menjaga lalu lintas angkutan barang dan manusia. - Penguatan kapasitas transportasi dengan penambahan volume penerbangan
Lampung – Jakarta, perluasan rute penerbangan Lampung – Bali, serta
operasionalisasi Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni - Melanjutkan upaya percepatan perbaikan jalan Kabupaten/Kota dan Pedesaan yang
dilalui oleh angkutan barang bahan pangan. - Penguatan koordinasi antar OPD dan Kabupaten/Kota dalam rangka menindaklanjuti
Surat Edaran Nomor 23 tahun 2024 tentang pengawasan dan pengendalian distribusi
gabah.
Komunikasi efektif
- Melakukan rapat koordinasi secara formal, dilaksanakan rutin setiap minggu dan
informal, melalui WhatsApp Group, dalam rangka menjaga awareness TPID Lampung
terkait dinamika harga dan pasokan terkini. - Memperkuat sinergi komunikasi dengan media dan masyarakat dalam rangka
menghindari perilaku panic buying.



















