Tengkorak Retak dan Leher Nyaris Putus, Hasil Visum Jasad dalam Karung

- Riyas Nuraini meninggal akibat hantaman benda tumpul dan luka senjata tajam, dengan luka lebam di wajah dan kepala serta patahnya batang leher.
- Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk detail kematian korban dan jenis senjata tajam yang digunakan oleh pelaku.
- Kepolisian telah memeriksa 23 saksi dan optimistis dapat mengungkap peristiwa pembunuhan terhadap Riyas Nuraini di Lampung Timur.
Lampung Timur, IDN Times - Riyas Nuraini (32), korban pembunuhan jasad dalam karung di Lampung Timur dipastikan meninggal dunia akibat hantaman benda tumpul hingga luka akibat senjata tajam.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadilah Astutik mengatakan, hasil visum dilakukan tim forensik RS Bhayangkara menyatakan pada jasad korban Riyas Nuraini ditemukan luka-luka tak wajar.
"Dari hasil visum, ada luka-luka lebam akibat benda tumpul sampai luka senjata tajam di tubuh korban RN. Luka di bagian kepala, wajah, tangan, kaki hingga leher yang nyaris putus," ujarnya dikonfirmasi, Kamis (25/7/2024).
1. Tengkorak kepala korban retak, leher nyaris putus

Lebih lanjut dijelaskan Umi, bagian wajah dan kepala korban Riyas Nuraini terdapat luka lebam disebabkan hantaman benda tumpul. Akibatnya, tengkorak kepala korban hingga retak.
Kemudian luka fatal atau menyebabkan kematian korban diduga kuat akibat mengalami luka di bagian leher disebabkan senjata tajam.
"Jadi batang leher korban patah hingga lehernya nyaris putus akibat bekas luka senjata tajam," jelasnya.
2. Hasil autopsi masih diproses di tim Forensik RS Bhayangkara

Disinggung hasil autopsi, Umi menyampaikan, pihaknya masih menunggu dari Tim Forensik RS Bhayangkara Polda Lampung, sehingga dapat dipastikan lebih detail ihwal kematian korban hingga jenis senjata tajam digunakan pelaku.
"Hasil visum ini merupakan langkah awal, nanti lebih detailnya baru bisa disimpulkan dari hasil autopsi jasad korban," ungkapnya.
3. Optimis ungkap kasus, ada 23 saksi telah diperiksa

Kapolres Lampung Timur, AKBP M Rizal Muchtar mengungkapkan, pihaknya didukung Ditreskrimum Polda Lampung optimistis bakal mampu mengungkap peristiwa pembunuhan menimpa korban Riyas Nuraini.
Saat ini, kepolisian telah memeriksa dan menggali keterangan dari 23 saksi. Termasuk terus mengerahkan petugas bekerja melakukan serangkaian penyelidikan di lapangan.
"Kami optimis ini akan terungkap, kami juga sudah membahas perkembangan dan bukti-bukti yang sudah didapatkan bersama pak kapolda," tandasnya.



















