Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Santri Ponpes di Lampung Selatan Meninggal Diduga Korban Penganiayaan

Santri Ponpes di Lampung Selatan Meninggal Diduga Korban Penganiayaan
Ilustrasi (pexels.com/kat wilcox)
Intinya Sih
  • Santri Ponpes Miftahul Huda 606 di Lampung Selatan meninggal setelah mengikuti kegiatan pencak silat
  • Korban, MF (16), diduga meninggal akibat pengeroyokan dan penganiayaan, sedang diselidiki oleh pihak kepolisian
  • Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab utama meninggalnya korban dan menunggu hasil visum dari petugas medis
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Lampung Selatan, IDN Times - Seorang santai Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda 606 di Desa Agom, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan meninggal dunia. Korban meninggal diduga akibat korban pengeroyokan dan penganiayaan.

Korban inisial MF (16) meninggal diduga berlangsung saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di ponpes setempat.

"Iya, dari informasi kami terima benar adanya seorang santri di ponpes Lampung Selatan meninggal kemarin, setelah mengikuti kegiatan pencak silat di lingkungan pondok," ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadilah Astutik saat dimintai keterangan, Senin (4/3/2024).

1. Korban divisum visum di RSUD Bob Bazar

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)

Pascaperistiwa, Umi melanjutkan, korban santri MF telah dibawa ke RSUD H Bob Bazar Kalianda untuk dilakukan visum dan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Ihwal dugaan sementara penyebab korban meninggal, ia menyebut masih dilakukan penyelidikan oleh pihak Polres Lampung Selatan. Termasuk dugaan-dugaan menyebut korban mengalami penganiayaan.

"Tim Satreskrim Polres Lampung Selatan masih melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi kejadian dan mendalami keterangan saksi-saksi," ucapnya.

2. Olah TKP hingga dalami keterangan saksi

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin mengumumkan penetapan tersangka sopir F. (Dok. Polres Lampung Selatan).
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin mengumumkan penetapan tersangka sopir F. (Dok. Polres Lampung Selatan).

Terkait peristiwa ini, Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab utama meninggalnya korban.

"Masih dilidik, tim Inafis telah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) dan mengambil keterangan dari para saksi," katanya.

3. Polisi tunggu hasil visum korban

Ilustrasi korban. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi korban. (IDN Times/Mardya Shakti)

Yusriandi turut mengamini, korban MF sebelum meninggal dunia sempat terlibat kegiatan pencak silat merupakan ekstrakurikuler ponpes setempat, tepatnya tatkala mengikuti latihan kenaikan tingkat perguruan silat.

Kendati demikian, pihaknya belum dapat menyimpulkan korban meninggal pascamengalami penganiayaan dalam kegiatan tersebut dan masih menunggu kesimpulan visum petugas medis.

"Mohon bersabar, saat ini petugas kami masih bekerja di lapangan. Kami juga masih menunggu hasil visum korban," tandas kapolres.

Share Article
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna

Latest News Lampung

See More