Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penyalahgunaan Dana Haji Hoaks? Ini Kata Kemenag Bandar Lampung

Penyalahgunaan Dana Haji Hoaks? Ini Kata Kemenag Bandar Lampung
Suasana Haji di tengah pandemik COVID-19 tahun 2020 (Youtube.com/Makkah Live - Hajj 2020)
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Pandemik COVID-19 masih menjadi kendala keberangkatan jamaah haji. Sebab itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi membatalkan keberangkatan ibadah haji 2021.

Berdasarkan pembatalan tersebut, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandar Lampung mencatat 1.310 calon jemaah haji batal berangkat ke tanah suci pada 2021 ini.

1. Dana haji disarankan tidak ditarik

default-image.png
Default Image IDN

Meski keberangkatan ibadah haji sudah dibatalkan, Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung, Mahmudin Aris Rayusman, mengatakan belum ada calon jamaah di Kota Tapis Berseri ini yang menarik dananya.

Pihaknya menyarankan tidak ditarik, sebab jika calon jamaah mengambil seluruh dana yang telah disetorkan, secara otomatis harus mendaftar dari awal dan menunggu antrean.

"Menurut saya kalau sudah niatan dananya tidak ditarik toh dananya tidak hilang, dananya ada. Tidak dipakai oleh orang atau kelompok," kata Mahmudin, Selasa (8/6/2021). 

2. Alur penarikan dana haji

Ilustrasi dokumen paspor calon jemaah haji. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj.
Ilustrasi dokumen paspor calon jemaah haji. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj.

Lebih lanjut Mahmudin menjelaskan, jika ada jamaah yang membutuhkan dana tersebut dan ingin menariknya, alur pengajuannya adalah dari jamaah mengajukan kepada Kemenag, kemudian dari Kemenag diajukan ke Kanwil, setelah itu baru diproses di pusat.

"Kami juga memberi sosialisasi kepada calon jamaah haji biar masyarakat paham, tidak simpang siur katanya dana haji dipakai itu kan hoaks. Di dalam keputusan dijelaskan alur penggunaan dana haji kalau mau ditarik pun bisa," terangnya.

3. Upaya menghindari penyebaran COVID-19

Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Mahmudin mengatakan, pembatalan keberangkatan calon jamaah haji ini karena pemerintah mengedepankan kesehatan para jamaah supaya terhindar dari virus COVID-19. "Pandemik COVID-19 ini masih ada," ujarnya.

Selain itu diketahui bahwa Saudi Arabia belum bersedia mengumumkan penyelenggaraan ibadah haji. Sebab, mutasi virus corona masih banyak dan persediaan vaksin masih langka.

Tercatat, sudah ada empat mutasi virus corona yang dianggap mengkhawatirkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Pertama, varian B117 yang kali pertama muncul di Inggris.

Kedua, varian P1 yang muncul di Brasil. Ketiga, B1351 yang muncul di Afrika Selatan dan keempat, B1617 yang muncul di India. Semua varian baru corona itu dikonfirmasi lebih cepat menyebar antar manusia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Silviana
Martin Tobing
Silviana
EditorSilviana

Latest News Lampung

See More

LBH Minta Kematian Pencuri Motor Asal Lamtim Diusut Transparan

05 Jun 2026, 17:01 WIBNews