Pengangguran Lampung 209 Ribu Orang, Begini Upaya Disnaker Sasar Gen Z

- 209.161 penduduk usia 15 tahun ke atas di Provinsi Lampung masuk kategori pengangguran, dengan TPT sebesar 4,19 persen.
- TPT perempuan mencapai 5,12 persen, lebih tinggi dari TPT laki-laki sebesar 3,62 persen. TPT perkotaan juga lebih tinggi dari TPT perdesaan.
- Pemerintah daerah mendukung pemberdayaan tenaga kerja Gen Z melalui pelatihan vokasi dan pemagangan, serta membuka lapangan pekerjaan baru melalui investasi dan UMKM.
Bandar Lampung, IDN Times - Sebanyak 209.161 penduduk usia 15 tahun ke atas di Provinsi Lampung masuk kategori pengangguran. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) didominasi jenis kelamin perempuan dan warga pedesaan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung periode Agustus 2024, jumlah 209.161 orang pengangguran ini merujuk TPT hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024 sebesar 4,19 persen. Artinya, dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar empat orang penganggur.
"Dari angka TPT Agustus 2024 sebesar 4,19 persen, ini turun sebesar 0,04 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2023," ujar Kepala BPS Lampung, Ahmadriswan Nasution dikonfirmasi, Jumat (2/5/2025).
1. Pengangguran terbuka laki-laki lebih rendah dibanding perempuan

Pada periode pendataan tersebut, Ahmadriswan menyampaikan, TPT laki-laki sebesar 3,62 persen, lebih rendah dibanding TPT perempuan mencapai 5,12 persen. TPT laki-laki ini naik dibandingkan Agustus 2023, namun TPT perempuan turun dibanding Agustus 2023 masing-masing sebesar 0,28 persen poin dan -0,66 persen poin.
Sementara bila dilihat menurut daerah tempat tinggal, TPT perkotaan sebesar 5,33 persen jauh lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah perdesaan sebesar 3,54 persen. Dibandingkan Agustus
2023, TPT perkotaan mengalami penurunan sebesar -0,38 persen poin dan TPT perdesaan mengalami peningkatan sebesar 0,09 persen poin.
"Apabila dilihat berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh angkatan kerja, pada Agustus 2024 tamatan Sekolah Menengah Kejuruan merupakan paling tinggi angka TPT-nya dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 8,80 persen. Sementara itu, TPT paling rendah adalah pendidikan SD ke bawah, yaitu sebesar 2,10 persen," ucapnya.
2. Lampung peringkat keempat terendah se-Sumatera

Tingkat pengangguran terbuka berdasarkan catatan di tingkat provinsi se-Sumatera di periode tersebut tergolong relatif bervariasi. TPT tertinggi berada di Provinsi Kepulauan Riau sebesar 6,39 persen.
"TPT yang paling rendah sebesar 3,11 persen berada di Provinsi Bengkulu. Sementara TPT Lampung berada pada posisi keempat terendah," kata Ahmadriswan.
3. Upayakan pemberdayaan tenaga kerja Gen Z

Terkait angka pengangguran khususnya di kelompok usia generasi Z atau Gen Z, Plh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Provinsi Lampung, Yuri Agustina Primasari mengatakan, pemerintah daerah sangat mendukung pemberdayaan tenaga kerja para Gen Z melalui berbagai program dan kebijakan.
Di antaranya ialah memberikan dan memfasilitasi pelatihan vokasi berbasis kompetensi hingga dalam bentuk soft skill, serta melaksanakan program pemagangan membantu Gen Z memperoleh pengalaman kerja di berbagai perusahaan.
"Kami terus berupaya meningkatkan daya saing tenaga kerja Lampung terutama Gen Z, sehingga mereka diharapkan memiliki kemampuan dalam membangun usaha baru yang kompetitif sesuai sengan perkembangan saat ini," katanya.
4. Dorong Gen Z ciptakan gelombang inovasi dan kreativitas

Pemprov Lampung juga terus berupaya membuka lapangan pekerjaan baru melalui kesempatan investasi bagi pengusaha maupun mendorong pertumbuhan UMKM. Melalui program pelatihan, pendampingan, dan akses ke sumber daya keuangan, itu akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pelaku UMKM termasuk para Gen Z.
Selain itu, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kualitas produk dan layanan, memotivasi dan memberikan dorongan bagi UMKM untuk bersaing secara lebih efektif.
"Melalui cara-cara ini, kami yakin bisa menciptakan gelombang inovasi dan kreativitas, mengangkat daya saing lokal yang menciptakan fondasi kuat bagi perkembangan UMKM. Hal ini akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal pula," ucap Yuri.
5. Ajak Gen Z ikut bangun perekonomian di Lampung

Selaras berbagai upaya tersebut, Yuri menambahkan, Pemprov Lampung turut berharap agar para Gen Z mampu menangkap peluang-peluang yang telah diciptakan pemerintah daerah baik di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.
Sehingga para kelompok usia Gen Z di Lampung dapat ikut serta dalam membangun perekonomian daerah, agar lebih maju dan sejahtera di kemudian hari.
"Gen Z dapat menjadi agen perubahan positif, berperan aktif dalam pembangunan daerah Lampung, dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendukung pembangunan ekonomi kreatif," imbuh Plh Kadisnaker.