Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pamit Rebus Air, ABK Nelayan Ditemukan Tewas di Laut Tulang Bawang

Bandar Lampung
2 min read
Pamit Rebus Air, ABK Nelayan Ditemukan Tewas di Laut Tulang Bawang
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah di Perairan Way Seputih, Kabupaten Tulang Bawang. (Dok. Basarnas Lampung).
  • Tim SAR Gabungan menemukan Yuda Iswanto, ABK KM Rasti Jaya, meninggal terapung sekitar 26 kilometer dari lokasi ia diduga terjatuh di Perairan Way Seputih.
  • Pencarian sejak Minggu pagi melibatkan dua unit penyisiran, sempat dihentikan akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi, lalu dilanjutkan dengan pemantauan serta koordinasi nelayan.
  • Yuda dilaporkan hilang setelah berpamitan merebus air di belakang kapal; jenazah dievakuasi ke rumah duka di Labuhan Maringgai dan operasi SAR ditutup pukul 17.30 WIB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tulang Bawang, IDN Times - Tim SAR Gabungan menemukan Yuda Iswanto (22), anak buah kapal (ABK) KM Rasti Jaya dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari kapal di Perairan Way Seputih, Kabupaten Tulang Bawang.

Komandan Pos SAR Tulang Bawang, Feriansyah Putra mengatakan, Yuda ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Jenazah korban ditemukan terapung sekitar 14,27 mil laut atau 26 kilometer dari lokasi awal korban diduga terjatuh.

"Setelah dievakuasi, jenazah korban selanjutnya dibawa menuju rumah duka di Desa Kawatan, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur untuk diserahkan kepada pihak keluarga," ujarnya, Senin (21/9/2026).

  1. 1. Pencarian sempat terkendala kondisi cuaca

    IMG_20260921_111726.jpg
    Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah di Perairan Way Seputih, Kabupaten Tulang Bawang. (Dok. Basarnas Lampung).

    Feriansyah menyampaikan, pencarian terhadap Yuda dilakukan melibatkan Tim SAR Gabungan sejak Minggu pagi. Operasi pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).

    SRU I melakukan penyisiran menggunakan rubber boat dengan area pencarian sejauh 8 mil laut. Sementara SRU II menggunakan perahu nelayan dengan area pencarian sejauh 10 mil laut.

    "Pencarian sempat terkendala kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi. Pada pukul 11.15 WIB, penyisiran di perairan dihentikan sementara demi keselamatan personel," jelasnya.

  2. 2. Hasil pemantauan dan koordinasi dengan nelayan

    IMG_20260921_111753.jpg
    Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah di Perairan Way Seputih, Kabupaten Tulang Bawang. (Dok. Basarnas Lampung).

    Tim SAR tetap melakukan pemantauan secara visual hingga pencarian kembali dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB. Petugas juga berkoordinasi dengan nelayan yang melintas di sekitar lokasi untuk memperluas area pemantauan.

    Hasilnya, tim SAR mendapatkan informasi penemuan korban dan langsung menuju lokasi kejadian guna melakukan evakuasi hingga operasi resmi dihentikan pada pukul 17.30 WIB.

    "Dengan ditemukannya korban, pada pukul 17.30 WIB operasi SAR dihentikan dan dinyatakan selesai. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing," kata Feriansyah.

  3. 3. Korban diduga terjatuh saat hendak merebus air

    ilustrasi tenggelam di laut
    ilustrasi tenggelam di laut (unsplash.com/Stormseeker)

    Berdasarkan keterangan saksi-saksi, Yuda sebelumnya dilaporkan hilang dari KM Rasti Jaya pada Sabtu (19/9) dini hari. Kapal tersebut bertolak dari Muara Gading Mas, Lampung Timur, Kamis (17/9) sekitar pukul 10.00 WIB untuk melaut.

    Dua hari kemudian, kapal tiba di Perairan Way Seputih sekitar pukul 04.30 WIB untuk menebar jaring. Saat itu, Yuda berpamitan kepada nakhoda untuk merebus air di bagian belakang kapal. Namun sekitar 20 menit berselang, korban sudah tidak terlihat.

    "Yuda diduga terjatuh ke laut. Nakhoda bersama ABK lainnya dan sejumlah nelayan kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi, tetapi korban belum ditemukan. Kemudian peristiwa ini dilaporkan kepada Basarnas Lampung untuk dilakukan operasi pencarian dan pertolongan," imbuh Feriansyah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More