Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lelah Menunggu, Warga di Lamtim Pilih Iuran Bangun Jalan Rp1,92 Miliar

Kab. Lampung Timur
3 min read
Lelah Menunggu, Warga di Lamtim Pilih Iuran Bangun Jalan Rp1,92 Miliar
Penampakan pembangunan jalan hasil iuaran warga Desa Sripendowo, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur. (IDN Times/Istimewa).
  • Warga Desa Sripendowo, Lampung Timur, menggalang dana swadaya sejak Februari 2026 untuk membangun jalan gang setelah lama menunggu perbaikan di tengah keterbatasan Dana Desa.

  • Iuran tidak diwajibkan dan tanpa nominal tetap; warga menyumbang sesuai kemampuan, sementara jalan yang dibangun ditujukan mendukung mobilitas serta aktivitas ekonomi sehari-hari.

  • Hingga Oktober 2026, sekitar 8 kilometer atau 80 gang telah dibangun dengan estimasi dana Rp1,92 miliar; target totalnya 110 gang sepanjang 11 kilometer senilai Rp2,64 miliar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Timur, IDN Times - Bertahun-tahun menunggu jalan lingkungan diperbaiki, warga Desa Sripendowo, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) akhirnya memilih mengambil langkah sendiri.

Sejak Februari 2026, warga mulai mengumpulkan dana secara swadaya untuk membangun jalan gang yang selama ini mereka nantikan. Tidak ada patokan besaran iuran. Warga menyumbang sesuai kemampuan masing-masing.

Gerakan tersebut awalnya dilakukan masyarakat Dusun 6. Namun, semangat gotong royong tersebut kemudian menyebar ke sejumlah dusun lain di Desa Sripendowo. Kini, sekitar 8 kilometer jalan gang telah dibangun secara swadaya dengan nilai pembangunannya diperkirakan mencapai Rp1,92 miliar.

  1. 1. Berawal dari jalan gang lama dinanti

    Penampakan pembangunan jalan hasil iuaran warga Desa Sripendowo, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur
    Penampakan pembangunan jalan hasil iuaran warga Desa Sripendowo, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur. (IDN Times/Istimewa).

    Terkait aksi tersebut, Kepala Desa Sripendowo, Purn TNI Suyoto mengatakan, pembangunan jalan secara swadaya mulai dilakukan warga sejak Februari 2026. Setelah sempat berjalan, pembangunan sempat terhenti kembali dilanjutkan pada Agustus 2026.

    Aksi tersebut diakui turut didukung warga dari sejumlah wilayah yang ikut bergerak membangun jalan lingkungan di masing-masing dusun. Menurutnya, keputusan warga membangun jalan secara mandiri tidak terlepas dari keterbatasan anggaran Dana Desa.

    “Dengan keterbatasan Dana Desa, kami mengucapkan terima kasih atas kekompakan warga dalam membangun desa secara swadaya,” ujarnya dimintai keterangan, Sabtu (17/10/2026).

  2. 2. Tak ada iuran wajib, warga menyumbang sesuai kemampuan

    Penampakan pembangunan jalan hasil iuaran warga Desa Sripendowo, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur
    Penampakan pembangunan jalan hasil iuaran warga Desa Sripendowo, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur. (IDN Times/Istimewa).

    Pembangunan jalan tersebut sepenuhnya mengandalkan partisipasi masyarakat. Warga memiliki kemampuan finansial lebih membantu pembiayaan pembangunan, sementara warga kondisi ekonominya terbatas tidak diwajibkan memberikan sumbangan.

    Oleh karenanya, pemerintah desa juga tidamenetapkan nominal iuran kepada masyarakat. "Jadi kami tidak memaksakan itu karena anggarannya besar. Takutnya ada masyarakat yang tidak mampu, jadi kami tidak memaksa,” ucap Suyoto.

    Melalui pola tersebut, pembangunan jalan berjalan berdasarkan kemampuan dan kesadaran warga. Pasalnya, jalan lingkungan setempat diakui masyarakat bukan sekadar infrastruktur.

    "Akses jalan yang lebih baik dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari mobilitas warga hingga aktivitas ekonomi di lingkungan desa," lanjut dia.

  3. 3. Sudah 8 kilometer, habiskan Rp1,92 miliar

    ilustrasi ilustrasi patungan uang
    ilustrasi ilustrasi patungan uang (pexels.com/studio cottonbro)

    Memasuki Oktober 2026, Suyoto menambahkan, pembangunan jalan gang di Desa Sripendowo telah mencapai sekitar 8 kilometer. Itu merupakan bagian dari target pembangunan sebanyak 110 gang atau sekitar 11 kilometer jalan lingkungan.

    Menurutnya, satu gang rata-rata memiliki panjang sekitar 100 meter dengan kebutuhan biaya pembangunan diperkirakan mencapai Rp24 juta. Jika dikalikan dengan sekitar 80 gang telah dibangun, total dana terserap sejauh ini mencapai sekitar Rp1,92 miliar.

    “Untuk menyelesaikan pembangunan 110 gang sesuai rencana, total dana yang dibutuhkan diperkirakan mencapai 2,64 miliar,” bebernya.

  4. 4. Semangat warga kian meluas

    Penampakan pembangunan jalan hasil iuaran warga Desa Sripendowo, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur
    Penampakan pembangunan jalan hasil iuaran warga Desa Sripendowo, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur. (IDN Times/Istimewa).

    Suyoto menyebutkan, keterbatasan anggaran desa tidak membuat pembangunan berhenti. Sebaliknya, gerakan mulanya hanya dilakukan warga dusun 6 justru berkembang ke wilayah lain dan menilai aksi tersebut sebagai pekerjaan gotong royong.

    “Masyarakat tetap semangat, kompak. Antusias sekali membangun desa, membangun dusun dengan anggaran swadaya murni dari masyarakat,” imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More