Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kondisi Perairan Lampung 27 Oktober 2026, Waspada Gelombang Tinggi
ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Soly Moses)
  • BMKG memprakirakan gelombang 2,1 meter di Perairan Barat Lampung dan 2,2 meter di Selat Sunda selatan pada 27 Oktober 2026.
  • Angin timur hingga selatan mendominasi perairan Lampung; cuaca diperkirakan berubah dari udara kabur hingga hujan ringan di sejumlah wilayah.
  • Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta memantau pembaruan BMKG, memastikan kesiapan kapal, serta menunda perjalanan bila kondisi laut tidak aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times – Kondisi perairan Lampung, Selasa (27/10/2026) perlu diwaspadai, terutama di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan. Berdasarkan prakiraan maritim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di kedua wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 2,1 meter–2,2 meter.

Pola angin di perairan Lampung didominasi angin dari arah timur hingga selatan, dengan kecepatan yang bervariasi. Kondisi ini perlu menjadi perhatian nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir.

Berikut rincian kondisi perairan Lampung untuk Selasa, 27 Oktober 2026.

1. Tabel prakiraan kondisi perairan Lampung 27 Oktober 2026

Wilayah Perairan

Kondisi Cuaca

Arah dan Kecepatan Angin

Tinggi Gelombang

Kondisi

Perairan Barat Lampung

Udara kabur hingga hujan ringan

Tenggara, 8–12 knot

1,9–2,1 meter

Sedang

Selat Sunda Selatan Lampung

Udara kabur hingga hujan ringan

Tenggara, sekitar 15 knot

Sekitar 2,2 meter

Sedang

Perairan Teluk Lampung Bagian Utara

Berawan hingga berawan tebal

Timur hingga selatan

Perlu mengecek pembaruan BMKG

Waspada

Perairan Teluk Lampung Bagian Selatan

Berawan hingga berawan tebal

Timur hingga selatan

Perlu mengecek pembaruan BMKG

Waspada

2. Perairan Barat Lampung, gelombang capai 2,1 meter

ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Brayden Stanford)

Perairan Barat Lampung perlu mendapat perhatian masyarakat pesisir. BMKG memperkirakan tinggi gelombang berada di kisaran 1,9 meter–2,1 meter hari ini.

Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan sekitar 8–12 knot. Cuaca diprakirakan berubah dari udara kabur menjadi hujan ringan pada beberapa waktu.

Kondisi tersebut perlu diperhatikan nelayan tradisional, terutama pengguna perahu berukuran kecil. Nelayan sebaiknya mempertimbangkan kondisi cuaca dan kemampuan kapal sebelum melaut.

3. Selat Sunda Selatan Lampung, gelombang sekitar 2,2 meter

ilustrasi gelombang laut biru (pexel.com/pixabay)

Selat Sunda bagian selatan Lampung juga perlu diwaspadai. Berdasarkan prakiraan BMKG, tinggi gelombang di wilayah ini mencapai sekitar 2,2 meter, dengan angin dari tenggara berkecepatan sekitar 15 knot.

Cuaca pada wilayah tersebut diprakirakan bervariasi, mulai dari udara kabur hingga hujan ringan. Pengguna transportasi laut diimbau memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan perjalanan. Perubahan kondisi angin dan gelombang dapat memengaruhi keselamatan pelayaran.

4. Perairan Teluk Lampung tetap perlu dipantau

Ilustrasi gelombang tinggi menerjang wilayah pesisir Pantai Ampenan Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Perairan Teluk Lampung bagian utara dan selatan juga perlu mendapat perhatian. Dalam informasi peringatan maritim BMKG yang berlaku menjelang 27 Oktober, kedua wilayah tersebut masuk kategori peringatan gelombang sedang.

Namun, angka tinggi gelombang per jam untuk Selasa (27/10/2026) belum dapat dipastikan dari data yang berhasil diakses. Karena itu, masyarakat perlu memeriksa pembaruan prakiraan sebelum beraktivitas di laut.

5. Imbauan bagi nelayan dan pengguna transportasi laut

ilustrasi nelayan (pexels.com/Huseyin Avni Atagun)

Masyarakat beraktivitas di perairan Lampung perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Pantau informasi BMKG: Periksa prakiraan cuaca maritim dan peringatan gelombang sebelum berangkat.

  • Perhatikan kondisi kapal: Pastikan kapal dan perlengkapan keselamatan dalam kondisi baik.

  • Waspadai perubahan cuaca: Hujan dan perubahan angin dapat memengaruhi kondisi pelayaran.

  • Jangan memaksakan perjalanan: Pertimbangkan untuk menunda keberangkatan apabila kondisi laut dinilai tidak aman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article