Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kondisi Perairan Lampung 20 Oktober 2026, Awas Gelombang 2,9 Meter
ilustrasi gelombang besar (pexels.com/GEORGE DESIPRIS)
  • BMKG memperingatkan gelombang laut hingga 2,9 meter di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda selatan Lampung pada Selasa, 20 Oktober 2026.
  • Di Perairan Barat Lampung, angin tenggara berkecepatan 10–12 knot dengan hembusan hingga 23 knot berpotensi meningkatkan risiko, terutama bagi perahu kecil.
  • Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta memantau prakiraan BMKG, menyiapkan perlengkapan keselamatan, serta mengikuti arahan pelabuhan terkait pembatasan atau penundaan pelayaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times – Kondisi perairan Lampung, Selasa (20/10/2026), perlu diwaspadai, terutama di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan Lampung. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang laut di kedua wilayah tersebut berpotensi mencapai 2,9 meter.

Angin yang bertiup dari arah tenggara turut memengaruhi kondisi perairan. Nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut diimbau memperhatikan perkembangan cuaca maritim sebelum melaut.

Berikut rincian prakiraan kondisi perairan Lampung hari ini berdasarkan data BMKG.

1. Tabel prakiraan kondisi perairan Lampung

Wilayah Perairan

Kondisi Cuaca

Arah dan Kecepatan Angin

Tinggi Gelombang

Perairan Barat Lampung

Udara kabur hingga berawan tebal

Tenggara, 10–12 knot; hembusan 18–23 knot

2,5–2,9 meter

Selat Sunda Bagian Selatan Lampung

Udara kabur hingga berawan tebal

Timur–tenggara, 7–15 knot; hembusan 18–24 knot

2,5–2,9 meter

Perairan Teluk Lampung Bagian Selatan

Data terperinci belum terverifikasi

Data terperinci belum terverifikasi

Data terperinci belum terverifikasi

2. Perairan Barat Lampung, gelombang capai 2,9 meter

ilustrasi gelombang tinggi di laut Kepulauan Ryuku (unsplash.com/Lena Bauermeister)

Perairan Barat Lampung menjadi salah satu wilayah yang perlu diwaspadai pada Selasa. BMKG memprakirakan tinggi gelombang sekitar 2,9 meter pada tengah malam, kemudian berkisar 2,6 meter–2,8 meter pada sejumlah waktu berikutnya.

Angin diprakirakan bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 10–12 knot. Hembusannya dapat mencapai 23 knot pada waktu tertentu.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian nelayan tradisional, terutama yang menggunakan perahu kecil. Gelombang tinggi dan hembusan angin yang kuat dapat meningkatkan risiko saat melaut.

Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menggunakan transportasi laut juga disarankan memeriksa informasi terbaru dari BMKG dan mengikuti arahan petugas pelabuhan.

3. Selat Sunda Selatan Lampung, waspadai gelombang dan angin

ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Soly Moses)

Selat Sunda bagian selatan Lampung juga berpotensi mengalami gelombang tinggi. Data BMKG menunjukkan tinggi gelombang sekitar 2,9 meter pada tengah malam, kemudian berkisar 2,5–2,8 meter hingga malam hari.

Angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 7–15 knot. Namun, hembusan angin dapat mencapai 24 knot pada siang hingga sore hari.

Perubahan kecepatan angin dan tinggi gelombang tersebut perlu diperhatikan oleh nelayan, operator kapal penyeberangan, serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan.

Pengguna transportasi laut sebaiknya tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca di daratan sebagai patokan keamanan pelayaran. Kondisi gelombang di tengah laut dapat berbeda dari cuaca yang terlihat di pesisir.

4. Imbauan bagi nelayan dan pengguna transportasi laut

ilustrasi berlayar (pexels.com/cottonbro studio)

Menghadapi potensi gelombang tinggi, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan sebelum melakukan aktivitas di laut. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Periksa prakiraan maritim BMKG sebelum berangkat melaut atau melakukan perjalanan menggunakan kapal.

  • Perhatikan kondisi angin dan gelombang, khususnya bagi nelayan yang menggunakan perahu kecil.

  • Siapkan perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung dan alat komunikasi.

  • Ikuti arahan petugas pelabuhan apabila terdapat pembatasan atau penundaan pelayaran.

  • Hindari memaksakan perjalanan apabila kondisi laut dinilai membahayakan keselamatan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article