Jokowi: Jalan Rusak di Lampung akan Diambil Alih Kementerian PUPR

Lampung Selatan, IDN Times - Pentingnya infrastruktur jalan akan menurunkan harga logistik sehingga mempengaruhi harga-harga bahan pangan pokok di pasar tradisional. Hal itu disampaikan Presiden Joko “Jokowi” Widodo saat kunjungan kerja ke Pasar Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Jumat (5/5/2023).
“Saya (datang ke Lampung) ingin melihat inflasi, melihat harga-harga, tapi sekaligus melihat jalan-jalan karena ini menjadi kunci. Biaya logistik itu tergantung dari baik tidaknya jalan untuk proses distribusi (produk) petani,” katanya.
1. Jokowi: harga bukan utama, yang penting stok mencukupi

Diketahui usai viralnya jalan-jalan rusak di Lampung hingga provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai tersebut menjadi trending topik di Twitter dan beberapa media sosial lainnya, Jokowi akhirnya berkesempatan meninjau langsung jalan-jalan di Lampung.
Jokowi mengatakan, ia sempat bertanya secara langsung kepada para pedagang khususnya pedagang bahan pangan pokok saat berkeliling di Pasar Natar tadi.
Ia mengatakan, harga cabai di Lampung saat ini relatif turun yakni berkisar di antara Rp20.000 sampai Rp30.000 per kilogram untuk hampir semua jenis cabai. Sedangkan bawang merah dan bawang putih cukup tinggi yakni di harga Rp35.000 sampai Rp40.000 per kilogram.
“Yang namanya harga itu turun kalau stok sedang melimpah. Yang terpenting itu sekarang bagaimana stok jangan sampai habis. Itu saja,” katanya.
2. Jalan rusak di Lampung akan diambil alih pusat

Jokowi juga mengatakan, begitu selesai dari kunjungannya di Pasar Natar ini, ia akan langsung menunjau beberapa jalan di Lampung yaitu di Jalan Terusan Ryacudu dekat Tol Exit ITERA dan Jalan Rumbia Lampung Tengah.
“Iya, setelah ini saya mau melihat jalan-jalan,” ucapnya singkat.
Jokowi menyebutkan atensi terhadap jalan-jalan rusak di Lampung ini akan secepatnya dilakukan. Ia juga menyampaikan untuk jalan-jalan tidak mampu diperbaiki oleh pemda setempat maka akan langsung diurus oleh pemerintah pusat.
“Secepatnya. Dimulai jalan-jalan rusak yang sekiranya provinsi tidak memiliki kemampuan, kabupaten tidak memiliki kemampuan, akan diambil alih oleh Kementerian PUPR. Utamanya jalan yang rusak parah,” jelasnya.
3. Sepanjang 13 km Jalan Terusan Ryacudu rusak parah

Diberitakan, jalan-jalan Lampung memang masih banyak yang rusak parah. Salah satunya adalah Jalan Terusan Ryacudu menuju Kota Baru. Jalan sepanjang 13 km tersebut rusak parah.
Bahkan menurut pantauan IDN Times, jalan menuju Kota Baru itu sangat tak terawat. Di mana aspalnya telah rusak dan menimbulkan lubang cukup parah diseluruh badan jalan sehingga mau tak mau kendaraan harus melewati lubang tersebut.
Salah seorang warga di Desa Banjar Agung, Jati Agung Lampung Selatan bernama Berman mengatakan Jalan Terusan Ryacudu sebenarnya sangat dekat dengan pintu tol ITERA dan Kota Bandar Lampung, sehingga tak elok jika rasanya apabila penampakan jalannya seperti itu.
“Apalagi ini kan dekat pintu tol (ITERA). Kasian juga mobil motor yang lewat. Lubangnya sudah seperti kubangan, sudah seperti naik kuda kalau mau ke Kota Baru. Sudah banyak sekali kendaraan yang jatuh di sini,” ujarnya.



















