Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jenazah Kru Arupadatu Ditemukan, Basarnas Lampung Tunggu Instruksi SMC
Petugas mengevakuasi jenazah Surakman alias Sukarman (60) pada 12 September 2026 di perairan Bengkulu. (Dok. Basarnas).
  • Jenazah Surakman alias Sukarman, kru speedboat Arupadatu 1, teridentifikasi setelah ditemukan di perairan Pulau Enggano pada hari kelima operasi pencarian.

  • Basarnas Lampung masih memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu serta warga pesisir, meski operasi SAR sebelumnya telah resmi ditutup.

  • Pengerahan kembali personel dan alutsista Basarnas Lampung untuk mencari korban lain sepenuhnya menunggu instruksi Search Mission Coordinator (SMC).

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Selatan, IDN Times - Tim Basarnas Lampung masih menunggu instruksi Search Mission Coordinator (SMC) terkait kemungkinan kembali dilibatkan dalam operasi pencarian korban kapal speedboat Arupadatu 1 hilang lainnya di perairan Bengkulu.

Kepala Kantor Basarnas Lampung, Deden Ridwansyah mengatakan, keterlibatan kembali tim dan pengerahan alat utama sistem (alutsista) dalam operasi SAR sepenuhnya menunggu keputusan SMC. Itu menyusul penemuan jenazah di perairan Pulau Enggano teridentifikasi sebagai Surakman alias Sukarman (60) sebagai salah satu kru kapal tersebut.

"Kalau pembukaannya nanti seperti apa dari SMC, yang menentukan SMC. Kalau SMC mau membuka kembali, kemudian meminta bantuan lagi pengerahan alut, kami siap untuk melaksanakan itu," ujarnya dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).

1. Basarnas Lampung tetap pantau

Petugas mengevakuasi jenazah Surakman alias Sukarman (60) pada 12 September 2026 di perairan Bengkulu. (Dok. Basarnas).

Meski operasi SAR sebelumnya telah resmi ditutup dan tidak ada pencarian fisik menggunakan alutsista, Deden menyampaikan, Basarnas Lampung tetap melakukan pemantauan serta koordinasi terkait perkembangan pencarian korban.

Menurutnya, penemuan Surakman bukan merupakan penemuan baru dalam rangkaian operasi SAR. Jenazah tersebut ditemukan pada hari kelima pelaksanaan operasi pencarian dan informasi hasil identifikasinya baru disampaikan pihak polisi.

"Yang jelas, Basarnas Lampung masih menunggu arahan SMC langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pembukaan kembali operasi pencarian dengan mengerahkan alutsista," jelasnya.

2. Koordinasi dengan Bengkulu dan warga pesisir

Polda Bengkulu menggelar konferensi pers identifikasi jenazah Surakman alias Sukarman (60), salah satu kru speedboat Arupadatu 1. (Dok. Basarnas).

Sembari menunggu instruksi tersebut, Deden melanjutkan, Basarnas Lampung tetap terlibat dalam pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak-pihak terkait, termasuk Kantor SAR Bengkulu hingga masyarakat pesisir.

Lebih lanjut ia menyebutkan, Kantor SAR Bengkulu juga telah melakukan upaya pencarian di perairan setempat setelah penemuan jenazah pada 12 September 2026 kemarin.

"Jadi kami meminta manakala ada yang menemukan jenazah, agar segera melaporkan agar kami menindaklanjuti atau menemukan kapal, speed boat," sebut Deden.

3. Siap kerahkan alutsista jika operasi dibuka

Petugas mengevakuasi jenazah Surakman alias Sukarman (60) pada 12 September 2026 di perairan Bengkulu. (Dok. Basarnas Lampung).

Deden menambahkan, Basarnas Lampung siap kembali mengerahkan personel maupun alutsista apabila SMC memutuskan membuka kembali operasi SAR.

Namun untuk saat ini, pihaknya masih menunggu informasi dan instruksi lebih lanjut mengenai keputusan dan pola operasi yang akan dilakukan nantinya.

"Kami menunggu informasi dari SMC seperti apa. Apakah ini dibuka lagi dengan menggerakkan alutsista atau seperti apa," imbuh Deden.

Curated For You

Editorial Team

Related Article