Jelang Natal dan Tahun Baru 2025, Harga Bahan Pokok di Lampung Naik

- Kenaikan harga komoditas pangan di Lampung jelang Natal dan Tahun Baru 2025
- Pemda Lampung Selatan meningkatkan pengawasan pasar tradisional, ritel modern, dan distributor
- Semarak Bazar Jum'at di Kota Metro untuk mempersiapkan Natal dan Tahun Baru dengan bazar murah
Bandar Lampung, IDN Times - Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, terjadi peningkatan harga pada hampir seluruh komoditas pangan di Lampung. Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Harian (PIHPS) Pasar Tradisional Bank Indonesia, komoditas harganya naik antara lain aneka cabai, bawang putih, telur ayam, gula pasir dan minyak goreng.
Kenaikan harga komoditas ini selaras dengan tingginya permintaan menjelang HBKN Natal dan Tahun Baru. Sementara, komoditas harganya turun antara lain bawang merah dan daging ayam.
Harga bawang merah turun dikarenakan pasokan yang berlimpah seiring dengan musim panen di daerah Lampung Tengah. Sedangkan penurunan harga daging ayam sejalan dengan harga pakan ternak (jagung) yang menurun.
Selain itu, permintaan komoditas tersebut cenderung melandai sehingga pasokan di pasar melimpah. Berikut IDN Times rangkum persiapan sejumlah daerah di Lampung menghadapi lonjakan harga jelang libur Natal dan Tahun Baru.
1. Harga kebutuhan pokok di Lamsel masih cenderung stabil

Dalam upaya mengantisipasi beredarnya harga bahan pokok, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan meningkatkan intensitas pengawasan di pasar tradisional, ritel modern, dan distributor. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat dan mencegah praktik curang seperti penimbunan.
Berdasarkan hasil pantauan, ada beberapa bahan pokok yang harganya naik dan turun, namun untuk saat ini harga kebutuhan pokok masih cenderung stabil. Kemudian, ketersediaan stok pangan di Pasar Inpres Kalianda, Pasar Sidomulyo juga masih cukup terlihat hingga menjelang hari Natal dan Tahun Baru 2025 mendatang.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Lampung Selatan, Dulkahar, bersama Tim Pengendalian Inflasi Lampung Selatan dalam kunjungannya mengatakan, tujuan pemantauan harga pasar ini karena terdapat informasi terkait pengungkapan harga bahan pokok.
“Jadi ini Tim Inflasi Kabupaten Lampung Selatan bersama pihak kecamatan untuk bersama-sama kita mengecek harga di lokasi pasar Kalianda dan Sidomulyo. Hari ini kita bagi dua tim, tim satu mengecek di Pasar Natar dan juga Pasar Jati Agung,” ujarnya, Rabu (18/12/2024).
2. Kurangi beban biaya akibat kenaikan harga lewat operasi pasar

Dulkahar menyampaikan, selisih harga antar pasar Kalianda dan Sidomulyo tidak terlampau jauh dan masih terpantau normal. Karena beberapa komoditas dari Pasar Sidomulyo di antaranya ada yang mengambil dari pasar Kalianda dan begitu juga sebaliknya.
“Kita akan coba melihat perkembangan bila ada kenaikan harga yang signifikan. Kami dari Pemerintah Daerah akan melakukan kebijakan pelaksanaan operasi pasar bersama Bulog dalam rangka membantu masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhannya dengan mengurangi beban biaya dampak kenaikan harga,” kata Dulkahar.
3. Dinas perdangan kota Metro gelar semarak bazar murah

Sementara itu Dinas Perdagangan Kota Metro mengadakan Semarak Bazar Jum’at di Halaman Dinas Perdagangan Kota Metro dalam rangka mempersiapkan Natal dan Tahun Baru. Sekda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo, menyampaikan, bazar murah dengan harga distributor digelar sampai 23 Desember 2024.
"Ketersediaan di seluruh kabupaten/kota bahan pangan cukup sampai dengan tahun 2025. Jadi awal Januari komoditas beras, kedelai, minyak, jagung, telur itu kondisinya aman sampai dengan tahun baru. Jadi bahan pokok untuk Natal dan tahun baru 2025 di Kota Metro aman jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.
4. Kenaikan harga jelang Nataru adalah hal biasa

Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro, Elmanani juga menyampaikan terkait kenaikan harga itu biasa sering terjadi ketika menghadapi hari besar keagamaan seperti menjelang Natal dan tahun baru diprediksi itu ada satu dua harga bahan pokok yang akan melonjak naik.
“Di situasi seperti ini seperti biasa pemerintah mengupayakan agar masyarakat di Kota Metro ini mudah menjangkau barang barang yang mereka butuhkan. Kemudian misalnya kalo di liat ada kecurigaan para distributor akan menaikan harga, insyaallah di Metro ini tidak pernah seperti itu,” kata Elmanani.

















