Bandar Lampung, IDN Times - Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) kala berstatus mahasiswa perawat Universitas Pelita Harapan 2017 silam menjadi awal mula Abdi Setiawan jatuh hati kepada tanah Papua. Kala itu, ia ditempatkan di Mamit Kabupaten Tolikara.
Saat PPL perawat di daerah pedalaman Papua tersebut, Abdi menceritakan ada satu mama akan proses melahirkan. Akses jalan dari tempat sang mama menuju klinik hanya bisa ditempuh berjalan kaki selama dua hari. Itu lantaran, belum ada akses jalur darat untuk alat transportasi dan kontur wilayah berupa pegunungan.
Mirisnya lagi, sang mama siap melahirkan sang buah hati harus ditandu. Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Belum sempat tiba di klinik untuk persalinan, sang mama mengalami kejadian pilu lantaran sang bayi meninggal di kandungan
“Itu sangat personal bagi saya. Itu juga buat saya putuskan mau kembali ke Papua. Saya terpanggil. Kita merdeka puluhan tahun, ternyata ada saudara-saudara kita belum merasakan akses fasilitas kesehatan. Saya berpikir, pengalaman ini buat saya kembali ke Papua untuk melayani saudara-saudara di sana. Ini buat saya bertekad mau layani di Papua,” ujar Abdi saat diwawancara, Rabu (26/7/2023).
