Ambassador WWF 10, Ini Gaya Sederhana Ramah Air ala Cinta Laura

- World Water Forum ke 10 di Nusa Dua Bali membahas dampak perubahan iklim dan krisis air global.
- Masyarakat Indonesia perlu meningkatkan kesadaran akan isu lingkungan, mulai dari anak muda.
- Cinta Laura dan Andy Bahari berbagi aksi nyata dalam mengatasi masalah krisis air dan perubahan iklim.
Bali, IDN Times - Agenda besar tahunan dunia World Water Forum ke 10 saat ini sedang berlangsung dan dilaksanakan di Nusa Dua Bali Indonesia. Communication Ambassador World Water Forum ke 10, Cinta Laura mengatakan perubahan iklim dan krisis air saat ini menjadi masalah semakin besar dan mengglobal.
Sayangnya, di masyarakat Indonesia saat ini kesadaran akan masalah ini masih belum tinggi. Padahal dampaknya sangat nyata dan bisa dirasakan sekarang seperti cuaca yang semakin panas dan curah hujan yang sangat tinggi.
“Tapi kita tidak bisa menyalahkan siapapun atas hal ini. Karena di negara kita yang masih berkembang, beberapa masyarakat pun masih banyak yang lebih memikirkan kebutuhan dasar mereka dahulu ketimbang soal perubahan iklim, misalnya besok mau makan apa,” katanya, Senin (20/5/2024).
1. Menyebarkan isu pada anak muda untuk mengubah kebiasaan untuk 20 tahun ke depan

Meski demikian, Cinta melanjutkan tidak perlu menjadi orang penting seperti ahli lingkungan untuk bisa peduli pada masalah perubahan iklim dunia. Karena semua orang harus sadar dan peduli isu ini jika ingin hidup lebih panjang dengan kualitas hidup yang baik.
“Kita tidak perlu menjadi spesialis atau ahli untuk mengerti apa yang terjadi pada dunia saat ini. Karena sama seperti aku, aku warga biasa tapi aku peduli pada lingkungan dan isu tentang perubahan iklim yang dampaknya terhadap kualitas hidup manusia,” ujarnya.
Ia mengatakan, tidak perlu memikirkan hal atau aksi yang kompleks untuk peduli soal dampak perubahan iklim dan krisis air. Bisa dimulai dengan menyebarkan isu ini terutama kepada anak muda agar mengubah kebiasaan mereka untuk 20 tahun ke depan.
“Karena itu juga yang saat ini sedang aku lakukan. Aku saat ini terus membangun partnership pada banyak orang agar awareness di masyarakat semakin tinggi khususnya tentang isu lingkungan,” tuturnya.
2. Gaya hidup ramah air sederhana dilakukan Cinta Laura

Cinta juga membagikan beberapa kebiasaan atau gaya hidup ramah air yang ia lakukan dan sangat bisa juga dilakukan oleh semua orang. Dimulai dari kebiasaan sederhana dan terus dilakukan secara intens agar terbiasa.
“Kebetulan aku menerapkan (gaya hidup ramah air) di kehidupan aku sendiri. Seperti aku menghabiskan air yang aku minum. Aku berusaha gak minum dari botol plastik, kecuali kepepet sudah mau pingsan baru saya minum dari sana. Tapi aku selalu bawa tumbler aku sendiri,” katanya.
Ia mengatakan, sangat sadar masih banyak di Indonesia dan luar negeri ada orang tidak memiliki akses air yang layak dan aman. Sehingga ia juga sering menghadiri seminar sebagai pembicara berbagai isu salah satunya tentang lingkungan untuk berusaha mengubah mindset masyarakat.
“Walau terdengar konyol tapi mandi jangan kelamaan, karena menghamburkan air bersih. Lalu gak buang sampah sembarangan karena sampah bisa menjadi limbah yang mengkontiminasi air,” lanjutnya.
3. Menjadikan sampah sebagai sumber daya dan menjadikannya menjadi hal bernilai

Pemimpin Relawan dari World Clean Up Day Indonesia Andy Bahari mengatakan, masalah perubahan iklim tak hanya menjadi tanggung jawab anak muda tapi juga semua orang.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemuda, tapi anak muda juga butuh orang tua. Orang yang lebih berpengalaman, yang lebih ekspert supaya lebih mudah mencapai tujuan karena ini masalah kita bersama,” katanya.
Secara pribadi, Andy menyampaikan salah satu aksinya untuk mitigasi perubahan iklim dan melakukan penyadaran masyarakat terhadap isu ini dengan mengolah sampah menjadi hal bernilai.
“Kami ada sayembara mengubah sampah menjadi karya seni. Jadi tujuan kami ini ingin mengubah mindset masyarakat dan melihat sampah sebagai sumber daya yang bisa dikelola jadi hal yang lebih bernilai,” tambahnya.
Meski demikian, Andy menambahkan untuk memulai sesuatu tidak perlu jauh dan besar. Cukup dengan menghabiskan air minum di gelas atau botol air minum sudah menjadi salah satu aksi besar untuk mengurangi masalah krisis air dan perubahan iklim.



















