1.572 Jemaah Haji 2025 Asal Lampung Sudah Tiba di Madinah

- 1. Sebanyak 1.572 jemaah haji asal Lampung telah tiba di Madinah dalam empat kelompok terbang.
- 2. Kloter 19 JKG akan memberangkatkan 393 jemaah, termasuk calon jemaah tertua berusia 107 tahun.
- 3. Para jemaah disambut petugas, menjalani pemeriksaan kesehatan, dan menerima bantuan living cost serta paket kesehatan.
Bandar Lampung, IDN Times - Sebanyak 1.572 jemaah haji asal Provinsi Lampung tahun ini telah diterbangkan dan tiba di Tanah Suci Kota Madinah. Ribuan jemaah ini terdiri dari empat kelompok terbang (Kloter).
Para jemaah haji itu masing-masing tergabung dalam kloter 04 JKG asal Lampung Tengah, 07 JKG asal Lampung Timur, 12 JKG asal Bandar Lampung, dan 15 JKG asal Lampung Utara.
"Sudah sebanyak 1.572 yang sudah berangkat dan tiba di Madinah dari total 7.050 jemaah asal Lampung," ujar Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Lampung, M Ansori dimintai keterangan, Rabu (7/5/2025).
1. Bakal segera berangkat kloter kelima

Selain keempat kloter tersebut, Ansori melanjutkan, pihaknya waktu dekat bakal memberangkatkan sebanyak 393 jemaah berikut petugas yang tergabung dalam kloter 19 JKG asal Kabupaten Lampung Selatan.
Rombongan kloter 19 JKT ini salah satunya berisikan calon jemaah haji tertua asal Provinsi Lampung atas nama Sutiah Sunyoto berusia 107 tahun.
"Jadi keberangkatan kloter 19 JKG ini menjadi keberangkatan kloter kelima dari Lampung, yang mana empat kloter sebelum sudah sampai di Madinah," katanya.
2. Para calon jemaah kembali lalui pemeriksaan kesehatan di asrama haji

Dalam setiap kedatangan calon jemaah di Asrama Haji Provinsi Lampung, Ansori menyampaikan, para jemaah akan disambut langsung oleh petugas panitia sekaligus disuguhkan makanan, sebelum akhirnya memasuki gedung Madinatul Hujjaj atau biasa dikenal aula oranye.
Di sana, para calon jemaah haji akan melangsungkan serangkaian kegiatan pemeriksaan kesehatan. Pascadinyatakan sehat, mereka diarahkan menuju meja pelayanan untuk penerimaan gelang jemaah, paspor, hingga tiket penerbangan.
"Nanti setiap calon jemaah haji akan menerima living cost sebesar 750 riyal, ditambah dana bantuan dari pak gubernur masing-masing sebesar 1 juta rupiah," katanya.
3. Siapkan petugas kloter pendamping jemaah lansia

Ansori melanjutkan, para calon jemaah haji juga akan dibekali paket kesehatan, sebelum akhirnya dipersilahkan mengambil waktu istirahat di gedung asrama haji.
Setelah memasuki waktu keberangkatan, para calon jemaah juga diinstruksikan melakukan kegiatan x-Ray, selanjutnya bersama-sama rombongan dari asrama haji menuju Bandara Radin Inten II di Lampung Selatan.
"Untuk jemaah lansia, tidak berarti semuanya memerlukan bantuan khusus, contoh jemaah Sutiah tidak mau dibantu ekstra karena sehat. Sementara yang memerlukan pendamping, bila tidak ada keluarga ada karom dan petugas kloter," kata dia.