Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
The Next Local Heroes Jadi Panggung UMKM Kuliner Lampung Naik Kelas
Sambal Seruit Buk Lin sukses menggelar grand final The Next Local Heroes di Golden Tulip Springhill, Sabtu (25/7/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).

Bandar Lampung, IDN Times – Semangat membangun UMKM kuliner lokal tak hanya soal menghasilkan produk yang enak atau menarik, tetapi juga menciptakan bisnis yang sehat, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.

Semangat itu yang diusung dalam ajang The Next Local Heroes, program pemberdayaan yang digagas Sambal Seruit Buk Lin. Ajang ini sekaligus menjadi momen peresmian komunitas The Next Local Heroes, yang mempertemukan pelaku usaha lokal untuk mendapatkan pendampingan langsung dari praktisi dan mentor di berbagai bidang bisnis.

Tak sekadar mencari pemenang, kompetisi ini menjadi ruang lahirnya wirausaha baru yang siap membawa budaya lokal menjadi kekuatan ekonomi. Berikut IDN Times ulas cerita inspiratif para grand finalis The Next Local Heroes.

1. Empat UMKM terbaik mempresentasikan bisnis di hadapan dewan juri

Sambal Seruit Buk Lin sukses menggelar grand final The Next Local Heroes di Golden Tulip Springhill, Sabtu (25/7/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).

Grand final The Next Local Heroes diikuti empat pelaku UMKM yang mempresentasikan rencana pengembangan bisnis mereka di hadapan dewan juri. Keempat finalis itu yakni, Dapoer AA, Seblak Ratu Sumin, Dimsum Nam Nam, dan Mochino.

Selain memperebutkan gelar juara, peserta juga berkesempatan memperoleh hadiah berupa pendanaan usaha senilai Rp100 juta, trofi, piagam penghargaan, hingga paket liburan.

Seluruh grand finalis juga mendapatkan pendampingan langsung dari mentor dan praktisi bisnis agar mampu membangun sistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.

2. Dimsum Nam Nam lahir saat pandemik, kini pasok bahan baku ke restoran hingga frozen food

ilustrasi dimsum manis (pixabay.com/peng luo)

Owner Dimsum Nam Nam, Rama Aditama, menceritakan usahanya lahir pada masa pandemik COVID-19. Saat itu ia dan istrinya memutuskan berhenti bekerja dan fokus membangun usaha sendiri di rumah sekaligus merawat anak.

Usaha itu dilakukan diruangan rumah berukuran 3x3 meter. Kini usaha Dimsum Nam Nam 66 berkembang memasok produk ke restoran, kafe, reseller, hingga makanan beku atau frozen food. Rama juga memiliki lima karyawan berasal dari tetangga sekitar rumahnya.

Menurut Rama, kejujuran dan kerja keras selalu membuka jalan bagi perkembangan usaha. Dalam presentasinya, Rama memperkenalkan masterplan bisnis yang dibagi menjadi tiga tahap, yakni validasi pasar, memperkuat fondasi usaha, dan tahap take off sebagai fase ekspansi bisnis.

3. Keterbatasan tempat usaha tak jadi halangan

Rooftop Foodcourt. (IDNTimes/Egydia)

Owner Seblak Ratu Sumin, Kartika Yupitasari, mengatakan usahanya berdiri sejak 24 Juni 2024 dengan berbagai keterbatasan tempat dan fasilitas. Meski demikian, ia terus belajar berinovasi.

Ia menilai, kekuatan usahanya terletak pada cita rasa yang khas dan konsisten, bahan baku yang mudah diperoleh, pelayanan yang ramah dan fleksibel, serta target pasar yang jelas.

Kartika kini mengembangkan berbagai produk frozen food seperti seblak frozen, cireng frozen, dan cilok frozen yang dipasarkan melalui media digital. Ke depan, ia ingin memiliki tempat usaha yang lebih luas, membuka beberapa cabang, membangun rumah produksi sendiri, hingga memasarkan makanan beku ke seluruh Indonesia dan menjadi pionir makanan pedas asal Lampung.

4. Rebranding dan kembangkan menu baru

ilustrasi rebranding (pexels.com/Angela Roma)

Owner Dapoer AA, Asep Sunarya, mengawali usahanya dengan menjual nasi goreng dan kwetiau menggunakan nama Nasgor Rawit.

Melihat pelanggan mulai bosan dengan menu yang itu-itu saja, ia kemudian melakukan rebranding dengan mengganti nama usaha menjadi Dapoer AA, memperbarui logo, mengubah kemasan, serta menambah berbagai menu baru seperti ayam pencet, ayam bakar, ayam geprek, dan menu lainnya.

Asep mengatakan, seluruh proses pembelajaran dilakukan secara mandiri melalui YouTube dan media sosial. Pengalaman berjualan juga sudah dimilikinya sejak SMP dan SMA ketika membantu usaha nasi goreng milik orang lain di pinggir jalan.

Setelah lulus SMA, ia bekerja selama empat tahun di restoran sebelum akhirnya membuka rumah makan sendiri pada 2022. Baginya, membangun bisnis kuliner bukan hanya soal memasak dan menyajikan makanan, tetapi juga memahami keuangan serta manajemen usaha agar bisnis mampu bertahan.

Saat ini usahanya melayani pelanggan dine in maupun takeaway, sembari terus menjaga kualitas makanan dan mengikuti perkembangan digital.

5. Hadirkan varian rasa dengan kualitas konsisten

ilustrasi mochi cheesecake di Jogja (unsplash.com/@kartabya)

Ajang ini juga menghadirkan presentasi dari Intan Wulansari Anugerah selaku owner Mochino. Ia mengatakan, membangun brand mochi modern menggabungkan cita rasa premium, tampilan menarik dan pengalaman membeli yang menyenangkan.

"Indonesia punya jutaan penikmat camilan. Sayangnya, kebanyakan mochi masih dianggap sebagai oleh-oleh atau makanan musiman," jelasnya.

Merujuk hal itu, Intan bertekad menghadirkan Mochino sebagai snack modern yang bisa dinikmati kapan saja. Brand kuliner dikelolanya menghadirkan varian rasa dengan kualitas konsisten.

"Kami percaya, dengan produk yang tepat, branding yang kuat, dan strategi pengembangan yang jelas, Mochino berpotensi menjadi brand mochi dapat dinikmati masyarakat luas, terkhusus di Lampung," ujar Intan.

6. Tak sekadar lomba, peserta datang membawa mimpi dan harapan

Ellynawati AS, Owner Sambal Seruit Buk Lin. (IDN Times/Martin L Tobing).

Owner Sambal Seruit Buk Lin sekaligus Duta Seruit Lampung, Ellynawati AS, mengatakan setiap peserta yang tampil bukan hanya membawa produk terbaiknya, tetapi juga mimpi, perjuangan, dan harapan untuk masa depan usaha mereka.

Menurutnya, The Next Local Heroes hadir bukan sekadar mencari juara, melainkan menemukan orang-orang yang berani berjuang mengembangkan usaha lokal agar naik kelas. Ia juga meyakini, masa depan Indonesia tidak hanya dibangun oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh para pelaku UMKM yang membuka lapangan pekerjaan.

"Karena itu, budaya lokal perlu terus dirayakan melalui generasi baru yang mampu menjadikannya sebagai kekuatan ekonomi berkelanjutan," paparnya.

Ellynawati mengaku dulu memulai Sambal Seruit Bu Lin berangkat dari keyakinan cita rasa sekaligus budaya Lampung layak dikenal lebih luas. Baginya, suatu daerah tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena mampu menjaga warisan budaya sekaligus membantu banyak orang.

Ia juga berpesan kepada para grand finalis agar tidak berhenti melangkah. Menurutnya, hasil kompetisi hari ini bukan tujuan akhir, melainkan awal perjalanan untuk terus belajar, berinovasi, dan tetap rendah hati.

7. PKK Lampung dorong lahirnya generasi baru pelaku UMKM kreatif

UMKM kuliner lokal NTB (IDN Times/Muhammad Nasir)

Setelah melalui proses penilaian, Seblak Ratu Simin milik Kartika Yupitasari berhasil keluar sebagai juara dan berhak memperoleh bantuan modal usaha senilai Rp100 juta.

Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari, mengatakan The Next Local Heroes menjadi wadah penting untuk melahirkan regenerasi pelaku UMKM sekaligus menambah aset daerah melalui kreativitas anak-anak muda.

Menurutnya, para peserta telah menunjukkan keberanian untuk berkarya, menantang diri menghasilkan produk unggulan, hingga memiliki peluang berkembang ke tingkat nasional.

Ia menegaskan, akan terus mendukung anak-anak muda yang konsisten berkarya, termasuk menjaga kelestarian budaya dan kuliner daerah. Wulan juga mengajak pelaku UMKM agar tidak takut berinovasi.

Menurutnya, era digital memberikan peluang besar bagi produk kuliner untuk dikenal lebih luas melalui media sosial. Karena itu, setiap pelaku usaha perlu terus meningkatkan nilai tambah produk maupun kemampuan diri.

"Demangat tersebut sejalan dengan peringatan Hari Seruit Nasional yang dirayakan sebagai momentum penuh rasa syukur sekaligus penyemangat untuk terus memajukan kuliner khas Lampung," kata istri gubernur Lampung ini.

8. Diapresiasi Wamen Giring Ganesha

Sambal Seruit Buk Lin sukses menggelar grand final The Next Local Heroes di Golden Tulip Springhill, Sabtu (25/7/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).

Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan kompetisi The Next Local Hero yang menjadi rangkaian peringatan Hari Nyeruit Nasional 2026, di Ballroom Hotel Golden Tulip Springhill, Bandar Lampung, Sabtu (25/7/2026).

Melalui tayangan video, Giring menilai tradisi nyeruit bukan sekadar kegiatan makan bersama, melainkan warisan budaya yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, serta mempererat persaudaraan masyarakat Lampung. Menurutnya, tradisi tersebut perlu terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

Ia pun mengapresiasi hadirnya kompetisi The Next Local Hero yang dinilai mampu menjadi wadah lahirnya generasi muda kreatif untuk mengembangkan potensi lokal dan memperkuat ekonomi daerah.

"Selamat atas terselenggaranya Hari Nyeruit Nasional. Semoga semakin banyak anak bangsa yang mencintai budayanya, melestarikan tradisi, dan mampu mengembangkan potensi lokal," ujar Giring.

Curated For You

Editorial Team

Related Article