ilustrasi mie kuah (unsplash.com/Kouji Tsuru)
Tidak ada jawaban mutlak mi goreng selalu lebih buruk atau mi kuah selalu lebih sehat. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang bergantung pada kandungan gizi produk, porsi, bumbu, serta bahan tambahan.
Jika ingin membandingkan dua produk, periksa jumlah kalori, lemak total, protein, serat, dan natrium pada label informasi nilai gizi. Pastikan ukuran saji yang dibandingkan setara agar hasilnya tidak menyesatkan.
Kamu juga bisa membuat mi instan menjadi pilihan yang lebih seimbang dengan menambahkan protein dan sayuran, mengurangi penggunaan bumbu jika diperlukan, serta membatasi konsumsi mi instan agar tidak menggantikan makanan beragam setiap hari.
Perlu diingat, mi instan boleh menjadi bagian dari pola makan, tetapi sebaiknya tidak menjadi satu-satunya sumber makanan secara rutin.
Perbedaan mi goreng dan mi kuah dari sisi kandungan gizi tidak bisa ditentukan hanya dari ada atau tidaknya kuah. Kalori, lemak, dan natrium pada keduanya dipengaruhi oleh formulasi produk, ukuran porsi, serta cara penyajian.
Mi kuah tidak otomatis lebih rendah kalori, sedangkan mi goreng tidak selalu memiliki kandungan lemak lebih tinggi. Keduanya juga perlu dilengkapi dengan sumber protein dan sayuran agar menu lebih beragam secara gizi.
Jadi, daripada hanya memilih antara mi goreng atau mi kuah, perhatikan kandungan gizi pada kemasan, atur penggunaan bumbu, dan lengkapi hidangan dengan bahan makanan bergizi lainnya.